TRIBUN-MEDAN.COM,- Kevin Diks Bakarbessy merupakan pesepak bola asal Belanda.
Ia menjadi incaran Timnas Indonesia karena kepiawaiannya dalam meramu bola bundar.
Meski sudah lama menjadi target incaran Timnas Indonesia, tapi Kevin Diks belum bisa membela skuad Garuda.
Alasannya, karena status kewarganegaraan dan proses naturalisasi.
Di tengah pembahasan soal bergabungnya Kevin Diks di Timnas Indonesia, ia kembali menjadi sorotan setelah berhasil menyelamatkan FC Copenhagen.
Seperti diketahui, Kevin Diks saat ini bermain di kompetisi kasta ketiga Eropa, Europa Conference League (UECL), bersama FC Copenhagen.
Saat menghadapi Real Betis di UECL, timnya nyaris kalah.
Namun Kevin Diks berhasil menjadi pahlawan bagi timnya setelah diberi kesempatan untuk mengeksekusi tendangan pinalti di menit 77.
Ia melepas sebuah tendangan keras ke sisi kiri penjaga gawang.
Di sisa waktu pertandingan, tak ada lagi gol yang tercipta.
FC Copenhagen berhasil mempertahankan skor 1-1 hingga peluit akhir berbunyi dan membawa pulang poin perdana di fase grup UEFA Conference League.
Di laga tersebut, Kevin Diks tampil cukup baik.
Bahkan laman sofa core memberi Diks nilai tertinggi dengan angka 8,3.
Tampil selama 90 menit, Diks memiliki angka harapan gol (xG) sebesar 0,79. Ia melakukan 72 sentuhan serta tiga kali clearences untuk mengamankan area pertahanannya.
Ini menjadi hasil positif FC Copenhagen setelah kekalahan di laga pertama melawan klub Polandia, Jagiellonia Białystok
Untuk sementara FC Copenhagen berada di posisi ke-21 di tabel klasemen dengan raihan satu poin dari dua laga.
Kevin Diks lahir di Apeldoorn, Belanda pada 6 Oktober 1996.
Ia memulai karirnya di klub Vitesse Arnhem di Eredivisie Belanda sebelum melanjutkan ke klub seperti Fiorentina dan Feyenoord.
Diks dikenal karena kemampuan bertahannya yang kuat dan kemampuannya bermain di beberapa posisi di lini belakang.
Dikutip dari Kompas TV.com,pPada musim 2024/2025, Diks tampil dalam 10 pertandingan di Superliga Denmark, bermain selama total 836 menit.
Sebagai bek, ia mencatatkan dua clean sheet dan berkontribusi menjaga keseimbangan pertahanan dengan rata-rata kebobolan 1,4 gol per 90 menit.
Diks juga menyumbang tiga gol, menjadikannya salah satu pemain belakang yang produktif di timnya.
Diks dikenal sebagai pemain yang fleksibel di lini belakang karena bisa bermain sebagai bek kanan, kiri, maupun bek tengah.
Ia pun memiliki kemampuan fisik yang kuat dan kecakapan dalam duel udara.
Selain kontribusinya di liga domestik, Diks juga aktif bermain di kancah internasional, termasuk dalam ajang UEFA Conference League dan Liga Champions.
Performa stabil dan kemampuannya untuk beradaptasi di berbagai peran dalam sistem pertahanan membuatnya menjadi pemain kunci bagi FC Copenhagen.
Diks pernah membela tim muda Belanda hingga usia U21 namun belum pernah bermain untuk tim senior.
Pemain bertinggi 183 cm itu kemudian memilih untuk membela Timnas Indonesia karena memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Maluku.
Karier Klub:
Karier Internasional:
(tribun-medan.com)