Belakangan ramai di media sosial soal dugaan alasan skincare etiket biru masih marak dijual di pasaran. Menurut salah seorang influencer, hal ini disebabkan 'ulah' pemilik maklon di Bandung. Maklon adalah perusahaan manufaktur yang menyediakan jasa produksi barang untuk pihak lain.

Pemilik maklon skincare tersebut diduga kerap mengiming-imingi para reseller dari merek besar untuk menjual skincare etiket biru. Skincare etiket biru merupakan istilah untuk produk perawatan kulit yang ditambahkan bahan obat (obat keras), dibuat secara massal dan diberi label etiket biru, serta umumnya diedarkan secara online. Tanpa resep ataupun pengawasan dokter.

Mengandung Obat Keras

Skincare beretiket biru ini mengandung bahan atau obat keras dan dibuat sebagai produk racikan.

Karenanya, produk tersebut harus bersifat personal yaitu khusus disiapkan untuk pasien yang telah berkonsultasi dengan dokter, menuliskan resep berdasarkan diagnosis. Jika ditinjau dari sisi mutu, produk ini juga memiliki jangka waktu kestabilan yang pendek, sehingga tidak untuk dipergunakan atau disimpan dalam jangka waktu lama.

Salah satu bahan yang kerap dimasukkan ke dalam skincare etiket biru adalah hydroquinone. Penggunaan jangka panjang bahan ini dapat memicu munculnya okronosis, sehingga menyebabkan pigmentasi biru kehitaman dan bintik yang tampak seperti kaviar dan berkembang pada kulit.

Respons Kepala BPOM RI

Kepala BPOM RI buka suara. Taruna Ikrar bertekad untuk ikut menyusut laporan terkait. Terlebih, skincare etiket biru memang masih marak dijual di pasaran bahkan secara online sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses produk tersebut.

Laporan ini tengah diperdalam oleh kedeputian bagian kosmetik.

"Tekad kami, tekad saya, kepada BPOM RI, akan menuntaskan semuanya, tegak lurus dengan aturan kalau ada yang bermain kami tindak kalau ada 'orang dalam'," tutur Taruna saat ditemui detikcom di Gedung BPOM RI, Senin (30/9/2024).

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri menyebut pihak BPOM juga sudah bertemu langsung dengan pelapor. Sementara pihak yang terlapor yakni pemilik maklon skincare di Bandung, saat ini masih diinvestigasi lebih lanjut.

"Laporannya sudah kita tindaklanjuti dan sekarang berproses yah, dengan apa yang disampaikan.

Sekarang sedang dilakukan proses pemeriksaan di sana, jadi nanti kita hasilnya akan kita sampaikan," tandas dia.

Belum diketahui pasti kapan persisnya hasil investigasi dirilis. Kashuri juga mewanti-wanti masyarakat bijak memilih sebelum menggunakan skincare.

"Lebih baik cari dari toko official resmi, hindari skincare etiket biru," pungkasnya.



Sekarang sedang dilakukan proses pemeriksaan di sana, jadi nanti kita hasilnya akan kita sampaikan," tandas dia.

Belum diketahui pasti kapan persisnya hasil investigasi dirilis. Kashuri juga mewanti-wanti masyarakat bijak memilih sebelum menggunakan skincare.

"Lebih baik cari dari toko official resmi, hindari skincare etiket biru," pungkasnya.



Baca Lebih Lanjut
Mafia Skincare Etiket Biru Disebut Libatkan 'Orang Dalam', BPOM RI Angkat Bicara
Detik
Siapa Sosok Ibu H Disebut Mafia Skincare Oleh dr Oky Pratama ? Punya Pabrik Skincare Terkenal
Moch Krisna
BPOM Wanti-wanti Skincare Lokal Overclaim, Izinnya Bisa Dicabut!
Detik
Puluhan peserta ikuti pelatihan membuat "skincare" aman
Antaranews
BPOM Manado Sosialisasikan Peraturan Baru Obat Tradisional, Warung Tidak Boleh Jual Obat 
Handhika Dawangi
Respons Uci Flowdea Dapat Penghargaan Favorite Beauty and Fashion Enthusiast
Willem Jonata
Vincent Rompies Klarifikasi soal Aksi Panggung yang Heboh di Pestapora 2024
KumparanHITS
BPOM Targetkan Masuk Daftar WHO Listed Authority
Sindonews
BPOM paparkan manfaat masuk WLA bagi investasi & industri farmasi RI
Antaranews
BPOM: Integrasi sistem buat pengawasan ekspor-impor NPP lebih efektif
Antaranews