TRIBUN-MEDAN.COM,- Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit limfoma hodgkin?

Ya, ini adalah penyakit kanker yang bisa merenggut nyawa manusia jika tidak ditangani dengan serius. 

Limfoma hodgkin adalah jenis kanker getah bening yang menyerang sel darah putih.

Ketika sel darah putih atau limfosit B tumbuh secara tidak terkendali dan menyebar ke berbagai bagian tubuh melalui pembuluh sistem limfatik, sel darah putih ini bisa menumpuk pada kelenjar getah bening.

Dikutip dari Alodokter, limfosit B berperan sebagai penghasil antibodi untuk melawan infeksi.

Ketika seseorang terserang limfoma hodgkin, maka produsi antibodi dalam tubuh akan menurun, walaupun jumlah limfosit B nya meningkat.

Karena masalah ini, penderitanya rentan mengalami infeksi. 

Gejala Limfoma Hodgkin

Gejala kanker limfoma hodgkin sendiri berupa berkeringat berlebihan di malam hari sekalipun sudah menggunakan AC dan kipas angin.

Lalu demam lebih dari 38 derajat celcius, maupun turun berat badan lebih dari 10 persen terturut-turut dalam waktu 6 bulan tanpa diet.

"Juga muncul benjolan atau pembesaran pada area kelenjar getah bening contohnya di leher, di bawah ketiak atau di pangkal paha,” kata Pakar hematologi-onkologi RSCM Jakarta Dr dr Andhika Rachman, dikutip dari Tribun Kesehatan.

Ia menjelaskan, beberapa pasien yang mengalami penyakit kanker limfoma ini ada yang mengalami batuk.

Hal ini terjadi karena kelenjar getah beningnya melalui paru-paru.

Saat pasien terdiagnosa TB, ketika menjalani pengobatan di dua bulan pertama, maka gejala seperti lemas dan kurang nafsu makan akan menunjukan perbaikan.

"Itu paling gampang dikenalinya. Dan kalau ternyata limfoma itu diobati tidak membaik. Di sinilah kepekaan dokter. Kok dua bulan pertama diobati tidak baik-baik. Apakah ini TB kelenjar baru kah? Atau TB paru harus dicek lagi,” jelas dia.

Andhika menuturkan, sesuai standar yang ditetapkan bahwa penegakan diagnosis kanker limfoma hodgkin membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menentukan pengobatan selanjutnya.

Namun seringkali penemuan kasus limfoma di Indonesia sekitar 2 minggu sampai satu bulan, karena memerlukan pemeriksaan imaging dari foto CT scan serta biopsi.

Adapun pengobatan untuk kanker limfoma hodgkin berupa kemoterapi, terapi radiasi, imunoterapi serta terapi bertarget.

5 Faktor Seseorang Berpeluang Terkena Limfoma Hodgkin

1. Pernah terkena EBV

Virus Epstein-Barr (EPV) yang dapat menyebabkan mononukleosis.

Seseorang yang pernah terkena penyakit ini memiliki risiko mengidap limfoma lebih tinggi.

2. Usia

Limfoma Hodgkin dapat dialami orang-orang dari segala usia.

Namun, orang berusia 20-30 tahun dan di atas 55 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena limfoma.

3. Jenis kelamin

Limfoma hodgkin sedikit lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

4. Riwayat keluarga

Jika orangtua atau saudara kandung menderita limfoma Hodgkin, maka seseorang memiliki risiko sedikit lebih tinggi menderita penyakiy tersebut.

Jika yang mengalami adalah saudara kandung kembar identik, maka risikonya meningkat secara signifikan.

5. Infeksi HIV

Kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan risiko limfoma.

Cara Periksa Benjolan di Leher

Dikutip dari Kompas.com, dr. Johan Kurnianda, SpPD-KHOM, Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik sempat memberikan tips mengenai cara membedakan benjolan yang ada pada tubuh kita, apakah itu kanker limfoma atau bukan.

1. Tidak menyebabkan nyeri

Benjolan yang muncul sebagai tanda kanker limfoma hodgkin cenderung tidak menimbulkan rasa sakit saat disentuh atau ditekan.

"Kasus limfoma hodgkin biasanya tidak menimbulkan rasa sakit saat ditekan," kata dr Johan.

Lain cerita dengan pembengkakan atau benjolan lain yang biasanya disebabkan oleh infeksi yang menimbulkan rasa sakit saat ditekan.

2. Benjolan terasa kenyal

Setelah ditekan, kita bisa memeriksa konsistensi benjolannya.

Raba benjolan tersebut dari atas sampai pangkalnya. 

Rasakan apa yang terjadi ketika benjolan ditekan.

"Benjolan akan menjadi sesuatu yang serius dan perlu ditindak lebih lanjut jika benjolannya cenderung kenyal dan terikat dengan dasarnya." ujar dr Johan.

Lebih lanjut, benjolan yang menjadi gejala kanker limfoma hodgkin cenderung terasa kenyal dan tidak lunak.

"Jadi saat benjolan diraba dan digoyang, dia tidak berpindah. Ini tanda-tanda limfoma hodgkin," katanya.

3. Ukurannya membesar

Benjolan yang menjadi ciri-ciri kanker limfoma hodgkin lainnya adalah ukuran benjolan semakin membesar dari waktu ke waktu.

Jika sudah menyadari gejala ini, jangan tunggu lama lagi. Segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

"Biasanya dokter menganggap benjolan sebagai gangguan yang serius itu ketika ukurannya berkisar satu sentimeter dan terus bertumbuh. Karena sifat kanker itu mudah berkembang," papar dr Johan.

4. Dibarengi dengan gejala lain

Selain ada benjolan, gejala kanker limfoma hodgkin menimbulkan gejala lain seperti demam yang naik-turun, berkeringat di malam hari sampai berat badan turun 10 persen berturut-turut dalam enam bulan terakhir.

"Kalau sudah ada gejala seperti itu, jangan menunggu lama lagi. Limfoma Hodgkin ini kanker yang mudah berkembang. Lebih baik periksa langsung untuk dicek dengan tindakan medis," tutup dr. Johan.(tribun-medan.com)

Baca Lebih Lanjut
Mengenal gejala kanker limfoma hodgkin dan faktor risiko
Antaranews
Apa Itu Kanker Limfoma Hodgkin, Simak Gejala dan Faktor Risiko Menurut Dokter Andhika Rachman
Sumarsono
Kenali Beda TBC dan Kanker Limfoma Hodgkin
Hendra Gunawan
Kisah Penyintas Kanker Limfoma Hodgkin Stadium Lanjut,  Awalnya Demam dan Muncul Benjolan di Leher 
Anita K Wardhani
Membedakan kanker limfoma dengan TBC
Antaranews
Kisah Pria DKI Kena Kanker Limfoma Hodgkin Stadium 4, Sempat Dikira Saraf Kejepit
Detik
Asam Urat Tinggi, Nggak Boleh Minum Apa Saja? Ini Daftarnya
Detik
4 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Penyakit Asam Urat
Detik
Umur Belum Kepala 4 Sudah Kena Asam Urat? Bisa Jadi Ini 6 Pemicunya
Detik
5 Sayuran yang Perlu Dihindari Pengidap Asam Urat, Apa Saja?
Detik