Buah keledang masih satu keluarga dengan nangka, cempedak, dan sukun, termasuk dalam famili Moraceae.
Keledang juga ditemukan di Malaysia serta Thailand, dan telah dikenal serta dimanfaatkan oleh masyarakat lokal selama ratusan tahun, baik sebagai sumber pangan maupun obat tradisional.
Keledang biasanya tumbuh liar di hutan-hutan tropis, namun di beberapa daerah, pohon ini juga mulai dibudidayakan. Di Kalimantan, keledang digunakan oleh masyarakat adat sebagai sumber makanan maupun bahan kayu. Bahkan, di beberapa daerah, pohon ini dianggap memiliki nilai spiritual dan digunakan dalam berbagai ritual adat.
Buah keledang memiliki bentuk yang unik, mirip dengan buah cempedak atau nangka, namun ukurannya lebih kecil. Kulitnya berwarna kuning hingga oranye ketika matang, dengan tekstur kulit yang kasar dan berduri halus. Ukurannya berkisar antara 10 hingga 20 cm. Daging buah keledang berwarna oranye cerah, dengan tekstur yang lembut dan rasa yang manis, mirip dengan kombinasi rasa antara nangka dan mangga. Bau buah ini juga cukup khas, meskipun tidak sekuat durian atau cempedak. Pohon keledang dapat tumbuh hingga ketinggian 25 hingga 30 meter dengan diameter batang mencapai 60 cm. Daunnya lonjong dengan ujung runcing, serta memiliki warna hijau tua yang mengkilap. Pohon ini termasuk pohon yang tahan terhadap kondisi tanah yang kurang subur, sehingga sering ditemukan di hutan sekunder atau daerah-daerah yang tidak terlalu padat penduduk.
Buah keledang kaya akan nutrisi penting yang baik untuk kesehatan. Beberapa kandungan nutrisi dalam buah keledang meliputi:
Ilustrasi Buah Keledang yang sudah Matang (sumber: shutterstock.com)
Buah keledang dikenal tidak hanya karena kelezatannya, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan dan kegunaan lain yang berharga, seperti:
Selain dimakan langsung, daging buah keledang sering diolah menjadi manisan, jus, atau bahan campuran dalam kue dan dessert. Di beberapa daerah, biji keledang juga dimanfaatkan dengan cara direbus atau dipanggang untuk dijadikan camilan. Dari segi kegunaan lain, kayu dari pohon keledang juga dikenal kuat dan tahan lama, sering digunakan oleh masyarakat lokal sebagai bahan bangunan dan perabotan. Pohon ini juga memberikan manfaat ekologis dengan menyediakan habitat bagi berbagai satwa liar di hutan-hutan tropis.
Baca Lebih Lanjut
Buah Dewandaru: Buah Eksotis Dan Simbolik Yang Kaya Nutrisi
Firsta Ninda Rosadi
Buah Bacang: Keunikan Buah Lokal Yang Kaya Nutrisi dan Manfaat
Firsta Ninda Rosadi
Buah Naga: Manfaat dan Khasiatnya untuk Kesehatan
Firsta Ninda Rosadi
Buah Delima Bisa Bikin Kulit Cantik? Ini 7 Manfaat yang Membuatnya Populer di Dunia Skincare
Andra Kusuma
Jangan Dimakan Terlalu Banyak, 6 Buah Ini Diam-diam Bisa Mengakibatkan Diare
Ratnaningtyas Winahyu
8 Buah yang Aman Dikonsumsi untuk Pengidap Asam Lambung
Detik
10 Buah yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Diabetes, Apa Saja?
Cynthia Paramitha Trisnanda
Pantangan Setelah Makan Buah, Hindari 5 Kebiasaan Ini Kalau Mau Tetap Sehat
Ratnaningtyas Winahyu
50 Nama Buah dalam Bahasa Inggris dari A sampai Z yang Bisa Diajarkan pada Anak
KumparanMOM
Tempe: Warisan Kuliner Indonesia Yang Kaya Protein dan Manfaat