TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Marliana, kakak kandung Vina mengaku pusing dengan banyaknya pengakuan saksi yang muncul dalam kasus kematian adiknya.
Marliana menyoroti saksi-saksi yang memberi pernyataan sehingga kasus Vina Cirebon tak kunjung menemui jalan terang.
Aep, Melmel, Suroto, Liga Akbar, dan lainnya menjadi orang yang vokal memberi keterangan dalam kasus Vina Cirebon.
Belum tuntas kebohongan Aep, kini muncul lagi pengakuan Dede.
Dede mengaku memberi keterangan palsu di kasus Vina Cirebon pada tahun 2016 silam.
Dede terpaksa berbohong karena disuruh Aep dan Iptu Rudiana.
Pengakuan Dede itu membuat Marliana terkejut.
"Saya kaget, jujur aja kaget mendengar pernyataan dia di KDM kalau dia itu katanya disuruh begini, suruh begitu, jelas kaget sih," ucapnya dilihat TribunnewsBogor.com, Rabu (24/7/2024).
Marliana berharap agar pengakuan Dede ini bisa membuka kebenaran yang sesungguhnya.
"Pengakuan Dede ini mungkin bisa jadi titik terang. Yang tadinya banyak saksi yang membuat pusing, blunder. Balik lagi ini seperti menemukan jalan," jelasnya.
Kendati demikian, Marliana menyerahkan semuanya lewat proses hukum yang berlaku.
"Kalau percaya atau tidak, saya menyerahkan ke proses hukum aja. Saya menghormati proses hukum," bebernya.
"Jadi selanjutnya itu harus mengikuti dan meghormati proses hukum yang berjalan," sambungnya.
Marliana pun berharap pelaku pembunuhan Vina dan Eky segera tertangkap.
"Harapannya ingin kasus ini cepat terungkap, cepat terang benderang, pelaku sesungguhnya cepat ketemu," jelasnya.
Peran Dede
Sementara itu, Dede, saksi kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 memberikan kesaksian palsu karena merasa takut berhadapan dengan Iptu Rudiana.
Hal itu disampaikan kuasa hukum Dede, Asido Hutabarat, saat menjelaskan motif kliennya memberikan kesaksian palsu untuk kasus pembunuhan Vina dan Eky.
“Karena situasi, dia sedang berhadapan juga dengan Rudiana, kemudian di area Polres, menyebabkan dia takut. Ini menurut pengakuan dia, yasudah dia oke-oke saja,” ujar Asido di Bareskrim Polri, Selasa (23/7/2024).
Menurut Asido, Dede datang ke Polres Cirebon dan bertemu dengan Rudiana karena di ajak oleh Aep.
Saat itu, Dede mengaku tidak diberitahu tujuan bertemu Rudiana di kantor polisi.
“Begitu sampai di sana, baru Aep menyampaikan bahwa akan menjadi saksi atas kematian Pak Rudiana,” kata Asido.
Mengetahui hal itu, Dede sempat menyatakan keberatan untuk dijadikan saksi.
Sebab, dia tidak mengetahui secara pasti peristiwa pembunuhan Vina dan Eky.
“Dia (Dede) bilang saat itu tidak ada kejadian kumpul-kumpul, kemudian pelemparan, kemudian mengejar motor vina dan eki, itu enggak ada. Kejadian saat itu tenang-tenang saja,” ungkap Asido.