Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Selain terkenal akan situs manusia purbanya, kawasan Sangiran di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen juga punya kerajinan manik-manik yang unik.

Kerajinan itu bukan terbuat dari batu alam biasa, melainkan dari fosil kayu.

Karena terbuat dari batu fosil kayu, warnanya coklat dan ada perpaduan hitam.

Batu yang diambil dari dalam tanah kawasan Sangiran, dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi manik-manik mengkilat.

Paling banyak manik-manik dari fosil kayu dibuat menjadi gelang dan kalung.

Harga gelang fosil kayu ini dibanderol Rp 40.000 sampai Rp 60.000 per buah.

Pemilik toko souvenir Tanto Sangiran, Sri Amini mengatakan gelang manik-manik batu fosil kayu ini paling dicari oleh wisatawan luar Sragen.

Bukan hanya karena warna dan bahan bakunya yang unik, juga karena warna manik-manik tersebut tahan lama dan tidak mudah pudar.

"Kebanyakan yang cari wisatawan dari luar Sragen, mereka beli satu, terus pas ke sini beli lagi, karena memang awet, saya pakai gelang ini sudah 23 tahun warnanya masih sama," katanya kepada TribunSolo.com.

Lanjutnya, kini permintaan tidak hanya dari wisatawan yang berkunjung ke Museum Sangiran saja, juga datang dari pembeli yang membeli secara online.

Saat ini, bahan baku untuk membuat manik-manik dari fosil kayu tersebut sudah jarang ditemui di kawasan Sangiran.

Sementara itu, Sri Amini sudah berjualan di kawasan Museum Sangiran sejak tahun 1980.

Awalnya ia berjualan es dan kemudian membuka usaha menjual souvenir dengan suaminya, dan usaha itu masih berlangsung hingga kini.

Dari berjualan souvenir, ia dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga tuntas.

Selain itu, kini usaha souvenir ini juga diturunkan kepada anak-anak mereka.

"Jualannya kalau dibanding dulu, ramai sekarang, karena dulu bangunan museum belum seperti ini, sekitar museum masih sepi, rumah hanya satu dua," terang dia.

"Sekarang museum ramai, banyak anak-anak sekolah beberapa bus datang kesini, kalau sepi biasanya dapat Rp 500.000, kalau pas lagi ramai bisa dapat Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000," tambahnya.

(*)

Baca Lebih Lanjut
KONDISI Bayi Laki-laki yang Tewas di Sragen Jateng, Ditemukan di Kolong Penyimpanan Kayu
Ryantono Puji Santoso
Dapur Rumah Warga Gemolong Sragen Jateng Terbakar, Gegara Tinggal Rebusan Air di Atas Tungku Kayu
Hanang Yuwono
Geger Seorang Nenek di Plupuh Sragen Jadi Korban Hipnotis Orang Tak Dikenal, 5 Sertifikat dan Uang 20 Juta Dibawa Kabur Pelaku
JOGLOSEMARNEWS.COM
Sempat Jadi Momok, Kini Beli All New Honda BeAT dan BeAT Street di Jateng Tak Lagi Inden
Dida Argadea
Lebih Dekat dengan Fiv Card Miracle, Band Pop Punk yang Tak Tergerus Zaman, Ada Magis Disetiap Lagu
Yudistira Wanne
Tingkatkan Penampilan, Ini Tips Memilih dan Merawat Baju Sesuai Warna Kulit
Sindonews
Tak Hadiri Tes Kompetensi, Satu Orang Dipastikan Gugur Seleksi Anggota KPID Jateng
Sindonews
Manjakan Pencinta Kuliner, Lebih dari 50 Tenant Hadir di Tjap Legende Solo
Detik
Disnakertrans Jateng: 7.437 pekerja di-PHK pada 2024
Antaranews
Wine Tertua Berusia 20 Abad Ini Ditemukan Mengandung Abu Manusia
Detik