TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Mahasiswa bule atau Darmasiswa RI pada Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengikuti Workshop Tata Rias & Busana Tarian Bali dan Seni Lukis.

Workshop Tata Rias dan Busana untuk mahasiswa bule ini diselenggarakan di Sanggar Balaerung Mandera Srinertya Waditra, Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Sembilan Darmasiswa RI dari berbagai negara mempelajari tata rias dan busana Tari Puspa Mekar dan Legong Peliatan.

Mereka dipandu oleh maestro tari asal Puri Kaleran Peliatan, Ubud, Anak Agung Gede Oka Dalem.

Peserta belajar tentang detail-detail tata rias dan kostum sebagai bagian tak terpisahkan dari tari tradisional Bali.

Selain mempelajari aspek tata rias dan busana, peserta Darmasiswa RI juga berkesempatan berlatih menarikan Tari Puspa Mekar dan Legong Peliatan.

Mereka juga ikut Workshop Seni Lukis Gaya Batuan digelar di Sanggar Batur Ulangun, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Workshop ini dipandu oleh Seniman Lukis Gaya Batuan, I Wayan Diana.

Peserta tidak hanya belajar teknik dasar lukisan gaya Batuan, tetapi juga diperkenalkan pada sejarah dan makna filosofis dibalik gaya seni Batuan yang khas, dan telah mendapatkan pengakuan luas di dunia.

Salah seorang peserta, Tatevik Tumanyan asal Armenia menyampaikan kegembiraan bisa belajar langsung dari para ahli dan seniman terkemuka di Bali.

Dirinya amat antusias saat mengenakan busana dan riasan tari Bali, serta berkesempatan menari dengan kostum lengkap di atas panggung.

“Hari yang luar biasa.

Sangat menyenangkan mengenakan riasan tradisional beserta kostum tradisional yang cantik. Dan menari di atas panggung dengan kostum tersebut sungguh menyenangkan! Kegiatan menggambar menjadi penutup pada hari yang luar biasa,” ujarnya.

Koordinator Pusat Urusan Internasional ISI Denpasar sekaligus Ketua Pelaksana Workshop “Carma-Manu-Caksu”, Ni Ketut Dewi Yulianti mengatakan workshop ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta Darmasiswa RI tentang kekayaan seni dan budaya Bali.

Kegiatan ini juga sebagai upaya mempromosikan budaya Bali ke kancah internasional serta memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan negara-negara asal peserta Darmasiswa RI.

“Melalui workshop ini, kami berharap peserta Darmasiswa tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis tentang tata rias dan busana tari Bali serta melukis gaya Batuan, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap aspek seni tradisional Bali dan bisa mereka bagikan kepada khalayak di negaranya masing-masing,” kata Dosen Bahasa Inggris ini.

Workshop ini mendapat respon positif dari peserta Darmasiswa RI.

Sebagai informasi, program Darmasiswa RI merupakan beasiswa non-gelar yang ditawarkan kepada seluruh mahasiswa asing dari negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia untuk belajar bahasa, seni dan budaya.

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Program Darmasiswa RI bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan minat terhadap bahasa dan budaya Indonesia di kalangan pemuda negara lain.

(*)

Baca Lebih Lanjut
Mahasiswa Filipina Belajar Gamelan dan Tari di Kampus UNIPMA, Ini Keseruannya!
Timesindonesia
Mahasiswa Asing di UNIPMA Dikenalkan Batik sebagai Budaya Indonesia
Timesindonesia
IISMAVO, Program Beasiswa Internasional untuk Mahasiswa Pendidikan Vokasi
Timesindonesia
Guru Nyentrik di Bantul Pakai Baju Buatan Siswa, Hasil Karyanya Laku Terjual
Sindonews
Mahasiswa Asing di UNIPMA Kenakan Baju Adat Daerah Indonesia
Timesindonesia
UNIPMA Madiun Ajak Dosen dan Mahasiswa Asing Wisata Budaya di Yogyakarta
Timesindonesia
Ganti Genre dari Horor ke Komedi, Cindy Nirmala Antusias Main di Series 'Kartu Keluarga'
Sindonews
Bali Fashion Parade Bakal Hadirkan Designer Ternama, Catat Waktu dan Lokasinya
Timesindonesia
Mahasiswa Unja lolos beasiswa IISMA ke universitas di Irlandia
Antaranews
Garin Nugroho ungkap alasan pilih Juliet Burnett sebagai pemeran Sinta
Antaranews