BANJARMASINPOST.CO.ID - Insiden maut melibatkan alat berat jenis grader atau mobil perata jalan di Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalsel Sabtu (23/5/2026).
Tiga orang, satu di antaranya murid SD, tewas setelah jatuh ke jalan kemudian terlintas ban grader tersebut.
Saat ini Polres Banjar mendalami kasus yang menyita perhatian masyarakat, tak hanya di Kalimantan Selatan itu.
Di Kota Banjarbaru, ratusan pekerja pembangunan Sekolah Rakyat lakukan aksi mogok.
Penyebabnya, gaji mereka tak kunjung dibayar hampir lewat sebulan dari waktunya gajian.
Baca juga: TERPOPULER KALSEL - Kadisdik Akui Diperas Eks Kajari HSU, Pemilik Rumah Dibongkar Tunjukkan Bukti
Dari Kabupaten Tabalong, pelaku pencuri satu tandan buah pisang pilih tinggalkan sepeda motor daripada tertangkap.
Sabtu (23/5/2026) kemarin terungkap pelakunya yang ternyata remaja berusia 19 tahun.
Selengkapnya dari kilasan kejadian menarik tersebut bisa disimak lewat TERPOPULER KALSEL berikut.
Kecelakaan lalu lintas berujung maut terjadi di Jalan Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar,Kalimantan Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Dua orang dewasa dan satu bocah SD tewas di tempat kejadian. Satu orang dewasa lainnya lolos dari maut
Kecelakaan iterjadi sekitar pukul 12.00 wita siang hari itu, melibatkan pengendara motor yang tabrakan dengan alat berat jenis grader saat pengerjaan peningkatan jalan.
Korban selamat dan tiga korban tewas, awalnya menaiki satu sepeda motor.
https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1362591/5-fakta-kecelakaan-maut-di-beruntung-baru-banjar-3-korban-tewas-seketika-dan-1-orang-selamat
BANJARBARU- Pengerjaan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan terhenti untuk sementara waktu.
Penyebabnya para pekerja lakukan aksi mogok gara-gara upah mereka tak dibayar.
Proyek berlokasi di Jalan Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis itu melibatkan sekitar 300 orang pekerja.
"Kami di finishing ada total Rp 80 juta untuk total 35 pekerja belum dibayar,” ungkap Budi, perwakilan pekerja, Sabtu (23/5/2026)
Dia menjelaskan, jumlah upah yang belum dibayar ada dua, pertama Rp 49.244.772 dan pekan ini Rp 29.075.992.
Hal serupa dikeluhkan Mudofar, mandor bagian elektrikal yang memboyong pekerja dari Jakarta. Jumlah yang belum dibayar Rp 18 juta.
https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1362592/ratusan-pekerja-mogok-gegara-gaji-sebulantidak-dibayar-pembangunan-gedung-sr-terganggu
TANJUNG - Pelaku yang kabur meninggalkan sepeda motor setelah ketahuan mencuri satu tandan pisang di sebuah kebun di Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, terungkap.
Ternyata dia seorang remaja berusia 19 tahun, warga Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong.
Kasus pencurian pisang ini kemudian diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan dengan mediasi difasilitasi Polsek Murung Pudak.
Mediasi dipimpin Kapolsek Murung Pudak AKP Sunaryo pada Sabtu (23/5/2026) siang dengan menghadirkan kedua belah pihak yang terlibat.
Saat itu pelaku yang merupakan seorang pelajar hadir di Polsek Murung Pudak dengan didampingi orangtuanya.
https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1362582/tinggalkan-motor-saat-kepergok-pencuri-pisang-di-mabun-tabalong-remaja-19-tahun-berakhir-damai
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda/Dony Usman)