TRIBUNTRENDS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kaliwungu Selatan sempat tersendat. Bukan karena distribusi makanan berhenti, melainkan akibat persoalan finansial yang belum tuntas di balik layar.

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Protomulyo 1 resmi dihentikan sementara setelah muncul tunggakan pembayaran kepada sejumlah pemasok bahan pangan.

Penutupan ini menjadi langkah darurat sembari menunggu kewajiban pihak terkait diselesaikan.

Baca juga: Disentil Soal Pemborosan, BGN Ungkap Alasan Borong Motor Listrik: MBG Sulit Sampai ke Desa Terpencil

Ditutup Sementara, Tapi Layanan Tetap Jalan

Koordinator SPPG wilayah Kabupaten Kendal, M. Faris Maulana, memastikan bahwa penghentian operasional ini tidak serta-merta menghentikan program MBG bagi masyarakat.

“Seluruh penerima manfaat yang sebelumnya disuplai dari SPPG Protomulyo 1 masih tetap mendapat MBG,” jelasnya.

Distribusi makanan kini dialihkan ke SPPG lain di wilayah tersebut, sehingga ribuan penerima manfaat tetap terlayani tanpa terputus.

3.425 Penerima Manfaat Tetap Terpenuhi

Program MBG di kawasan ini menjangkau total 3.425 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa di 12 sekolah, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Meski dapur utama berhenti beroperasi sementara, skema distribusi alternatif memastikan kebutuhan gizi kelompok tersebut tetap terpenuhi.

POLEMIK MBG - (Ilustrasi)
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Operasional SPPG di Kendal dihentikan sementara akibat tunggakan pembayaran kepada supplier yang belum diselesaikan oleh Koperasi Merakyat. (Instagram @badangizinasional.ri)

Bukan Kesalahan BGN, Masalah Ada di Koperasi

Faris menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran bukan berasal dari Badan Gizi Nasional maupun pihak SPPG.

“Permasalahan ada di Koperasi Merakyat yang memiliki tanggungan utang ke supplier. Ini yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Menurutnya, aliran dana dari BGN ke SPPG berjalan lancar dan tepat waktu. Namun, masalah muncul di tingkat koperasi yang belum melunasi kewajibannya kepada para pemasok.

Baca juga: Drama Motor Listrik MBG: Menkeu Purbaya Pastikan BGN Tidak Punya Anggaran Beli Motor di 2026

Dua Supplier Belum Dibayar, Nilai Capai Ratusan Juta

Kuasa hukum Koperasi Merakyat, Kusmanto, mengakui adanya keterlambatan pembayaran kepada supplier. Ia menyebut setidaknya ada dua pemasok yang belum menerima pelunasan penuh.

“Ada dua supplier yang belum terbayar penuh, yakni pemasok susu dan ayam. Nilainya masing-masing Rp141 juta dan Rp24 juta,” ungkapnya.

Total tunggakan yang menumpuk disebut mencapai ratusan juta rupiah, memicu aksi penagihan langsung oleh para supplier ke lokasi SPPG.

Supplier Datangi Lokasi, Tagihan Sejak 2025 Belum Lunas

Ketegangan sempat terjadi ketika sejumlah pemasok mendatangi SPPG Protomulyo 1 pada awal pekan untuk menagih pembayaran.

Salah satu supplier, Faqihudin, mengungkap bahwa nilai tagihan yang belum dibayar merupakan akumulasi sejak akhir tahun lalu.

“Itu tagihan mulai bulan Desember sampai sekarang,” katanya.

Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan sudah menumpuk dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Kepala BGN Patahkan Isu Pemborosan Soal Motor Listrik, Sebut Dapat Diskon dan Hemat Rp10 Juta/Unit

Diberi Tenggat Waktu Penyelesaian

Pihak koperasi kini meminta waktu untuk menyelesaikan seluruh kewajiban tersebut. Mereka menargetkan pelunasan dapat dilakukan dalam waktu dekat setelah koordinasi dengan semua pihak.

Penutupan sementara SPPG Protomulyo 1 pun menjadi langkah penyeimbang agar persoalan finansial tidak semakin melebar, namun layanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Di balik program besar seperti MBG, kejadian ini menjadi pengingat bahwa rantai distribusi tidak hanya soal logistik, tetapi juga manajemen keuangan yang rapi.

Ketika satu mata rantai terganggu, dampaknya bisa langsung terasa bukan hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi ribuan penerima manfaat.

***

(TribunTrends/Kompas)

Baca Lebih Lanjut
Lakalantas di Mateng Ertiga Dihantam Pick Up Pengangkut Ayam yang Tiba-tiba PIndah Jalur
Ilham Mulyawan
Tegas! Ultrajaya Setop 'Susu Sekolah' ke Pemasok MBG yang Jual Produknya di Minimarket
Detik
RACHEL VENNYA MURKA RUMAHNYA Dijual Diam-diam oleh Niko Al Hakim, Tiba-tiba Ada Calon Pembeli Datang
Muhammad Ulung Dzikrillah
Komplotan Emak-Emak Curi 6 Kotak Susu Formula Bayi di Minimarket Ngawi, Modus Dijepit Paha
Iksan fauzi
Viral Pencurian Minimarket di Ngawi: Modus Unik Emak-emak Sembunyikan Susu Formula di Balik Gamis
Sudarma Adi
Kecurigaan Pelari Korban Sunda Land Run, Event Tiba-tiba Diundur, Panita Tak Bisa Dihubungi
Vivi Febrianti
Nyanyi di Pinggir Jalan Meski Ditentang, Pinkan Mambo Ungkap Buat Bayar Sekolah Anak Ratusan Juta
Rr Dewi Kartika H
Rahasia Tukang Selalu Siap Danai Masjid, Ternyata Punya Tabungan Rp 86 Juta di Pintu
Torik Aqua
Motor Milik Polisi Tiba-tiba Terbakar Saat Sedang Melaju di Cijeungjing Ciamis
Ferri amiril
IPAL Belum Standar, Tiga Dapur SPPG di Kaimana Ditutup Sementara
Hans Arnold Kapisa