Laporan Wartawan SURYAMALANG.COM, Pramita Kusumaningrum
SURYAMALANG.COM, PACITAN - Kepolisian Resor (Polres) Pacitan mengambil langkah tegas menyusul insiden pengejaran motor yang mengakibatkan tewasnya Diva Tri Herianto, pemuda asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).
Satu anggota Satlantas berinisial Aipda RD kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan internal intensif.
Langkah ini diambil setelah korban mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang beton di Dusun Pager, Desa Arjowinangun, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, saat berusaha menghindari pengejaran petugas.
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar menjelaskan kronologi pengejaran terhadap korban.
“Awalnya anggota Satlantas mendapati dugaan pelanggaran lalu lintas,” ungkap Ayub, Rabu (25/3/2026).
Ayub menyebutkan, anggota Satlantas tersebut mencurigai kendaraan korban yang menggunakan pelat nomor luar daerah.
Baca juga: Waspada Modus Teman Baru di Warung Kopi: Motor Vario di Surabaya Raib, Pelaku Berdalih Beli Rokok
Teguran sempat diberikan oleh petugas, namun tidak diindahkan oleh pengendara.
“Karena tidak diindahkan, anggota melakukan pengejaran hingga akhirnya terjadi kecelakaan,” katanya dalam pers rilis di Mapolres Pacitan.
Menurut Ayub, saat pengejaran berlangsung, korban diduga kehilangan kendali hingga mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak tiang yang menyebabkannya meninggal dunia.
“Itu kronologi singkatnya ya,” tambah AKBP Ayub ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM.
Saat ini, korps bhayangkara masih mendalami kasus ini secara intensif.
Satu orang anggota berinisial Aipda RD telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan internal.
Selain di tingkat polres, pemeriksaan juga dilakukan di Polda Jawa Timur guna memastikan transparansi.
“Kami berkomitmen menangani kasus ini secara objektif. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami beri sanksi tegas,” terangnya.
Baca juga: Warga Pendatang di Surabaya yang Tidak Punya Pekerjaan Akan Dipulangkan ke Daerah Asal
AKBP Ayub mengaku pihaknya juga tengah mengumpulkan barang bukti pendukung, termasuk rekaman CCTV di lokasi kejadian.
“Kami akan evaluasi secara menyeluruh,” pungkasnya.