TRIBUNNEWS.COM - Lonjakan arus balik lebaran 2026 kembali menelan korban jiwa.
Di tengah padatnya jalur perlintasan, sebuah kecelakaan maut terjadi di wilayah Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada Senin (23/3/2026) malam.
Kecelakaan melibatkan satu unit Isuzu Elf Microbus bernomor polisi Z 7012 CN yang membawa rombongan warga asal Karawang, Jawa Barat.
Dari total 21 penumpang, enam orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka, sebagian dalam kondisi serius.
Seluruh korban luka kini dirawat di RSUD Cideres, sementara jenazah korban meninggal ditangani di RSUD Majalengka dan RSUD Cideres.
Saat melewati jalan menurun dan menikung tajam, kendaraan diduga hilang kendali, oleng ke kanan, masuk ke parit, lalu terguling dengan posisi roda di atas.
Pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Surya Renata, mengatakan faktor jalur ekstrem yang menurun dan berkelok semakin memperburuk situasi sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan.
“Di lokasi kejadian terdapat kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar 5 meter, kondisi jalan licin, serta medan yang menurun dan menikung tajam,” ungkapnya.
Berdasarkan kesaksian penumpan yang selamat, rombongan melakukan perjalanan sejak Minggu dan sempat beristirahat di Ciamis.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menjelaskan ada korban yang mengalami luka serius dan harus menjalani operasi.
Baca juga: Pantauan Arus Balik Pagi Ini: Tol Japek Padat karena Kecelakaan, Semarang hingga Jawa Timur Lancar
“Yang luka-luka ada sembilan orang, semuanya dirawat di RSUD Cideres. Bahkan nanti malam ada dua orang yang akan dioperasi,” ujarnya.
Ia memastikan biaya penanganan para korban ditanggung Pemkab Majalengka.
“Kami yakinkan ke sini, ke rumah sakit, agar semua korban dilayani secara maksimal,” imbuhnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya enam warga Karawang yang kecelakaan di Majalengka.
"Kami sampaikan doa semoga almarhum dan almarhumah diterima iman dan Islam-nya, diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," katanya.
Baca juga: Kecelakaan di Kemranjen Banyumas, 2 Warga Sumedang yang Tumpangi Isuzu Panther Meninggal
Sebagai bentuk empati, Pemprov Jawa Barat memberi uang duka ke keluarga korban sebesar Rp150 juta.
"Sopir yang meninggalkan keluarga, keluarganya pasti memikirkan banyak hal seperti penguburan, tahlilan, dan kehidupan anak-anaknya," tukasnya.
Ia berharap para pengemudi lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan berkendara.
"Kepada seluruh warga dari mana pun, Jawa Timur atau Jawa Tengah, yang melewati Jawa Barat, hati-hati jalan. Lebih baik berhenti di jalan, daripada memaksakan diri," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Rheina)
Baca juga: Kecelakaan di Kemranjen Banyumas, 2 Warga Sumedang yang Tumpangi Isuzu Panther MeninggalSebagai bentuk empati, Pemprov Jawa Barat memberi uang duka ke keluarga korban sebesar Rp150 juta.
"Sopir yang meninggalkan keluarga, keluarganya pasti memikirkan banyak hal seperti penguburan, tahlilan, dan kehidupan anak-anaknya," tukasnya.
Ia berharap para pengemudi lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan berkendara.
"Kepada seluruh warga dari mana pun, Jawa Timur atau Jawa Tengah, yang melewati Jawa Barat, hati-hati jalan. Lebih baik berhenti di jalan, daripada memaksakan diri," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Rheina)