TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Meninggalnya I Gede Eri Setiawan akibat kecelakaan di Banjar Temakung, Desa Ban, Kubu meninggalkan duka mendalam bagi orang terdekatnya.

Semasa hidup, Gede Eri Setiawan atau yang akrab disapa Jro Krosok tersebut dikenal sosok yang aktif bermasyarakat. 

Hal tersebut juga disampaikan Bendesa Adat Tianyar I Gede Suarma.

Ia mengenang Gede Eri selalu meluangkan waktu pulang kampung ke Desa Tianyar jika ada kegiatan adat, walaupun bekerja di Denpasar. 

Baca juga: TERSERET Sampai 7 Meter, Dadong Wasti Tewas dalam Kecelakaan Saat Ditabrak Dump Truk di Pupuan!

Tidak hanya ketika sudah berkeluarga, Eri juga sebelumnya aktif  Desa Adat Tianyar, dan  pernah mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Yowana (Sekaa Teruna-Teruni) setempat.

Selain aktif bermasyarakat, Gede Eri dikenal sebagai pria yang sangat ramah. Tidak hanya dengan tetua di desa, juga dengan teman sebayanya. 

“Selalu menyapa jika bertemu dengan orang. ia sangat sopan,” kenangnya, Selasa 24 Maret 2026.

Perbekel Desa Tianyar I Ketut Wija mengatakan, Gede Eri Setiawan merupakan warga Banjar Dinas Darma Winangun. 

Korban telah berkeluarga dan baru dikaruniai satu orang anak yang masih balita. 

“Baru 5 hari lalu, anaknya diupacarai 3 bulan,” ungkap Wija, Senin 23 Maret 2026.

Rencananya upacara pengabenan Gede Eri Setiawan akan dilaksanakan pada 31 Maret 2026. Gede Eri mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Rendang-Kubu, tepatnya di Banjar Temakung, Desa Ban, Kubu, Kabupaten Karangasem pada Minggu 22 Maret 2026 sore.

Sepulang dari kundangan, Gede Eri kehilangan kendali atas mobil yang ia kendarai hingga terjun ke jurang sedalam 100 meter. 

Sementara kendaraan yang dikemudikannya rusak parah, sampai body mobil ringsek di dasar jurang.

Kasi Humas Polres Karangasem, IPDA I Nengah Artono menjelaskan, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi kehilangan kendali saat melintas di jalan menikung yang berada di tepi jurang.

“Pengemudi melaju dari arah Rendang menuju Kubu. Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan tikungan, kendaraan tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya terjun ke jurang di sisi kanan jalan,” jelasnya, Minggu 22 Maret 2026 malam.

Diketahui sebelum kecelakaan, korban menghadiri undangan acara 3 bulanan di Desa Ban. 

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur rawan seperti wilayah Desa Ban yang memiliki banyak tikungan tajam dan jurang.

Selain itu, pengemudi juga diminta untuk tidak mengonsumsi alkohol sebelum mengemudi demi keselamatan bersama. (eka mita suputra)

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur rawan seperti wilayah Desa Ban yang memiliki banyak tikungan tajam dan jurang.

Selain itu, pengemudi juga diminta untuk tidak mengonsumsi alkohol sebelum mengemudi demi keselamatan bersama. (eka mita suputra)

Baca Lebih Lanjut
Kecelakaan Maut di Karangasem Bali, Mobil Terjun ke Jurang, Diduga Berkendara Dalam Keadaan Mabuk
Putu Dewi Adi Damayanthi
PILU, Gede Eri Tinggalkan Anak Masih Bayi, Korban Kecelakan Mobil Terjun ke Jurang di Karangasem!
Anak Agung Seri Kusniarti
Mobil Pikap Terjun ke Jurang Gegara Rem Blong di Pendakian Sarimi Kolaka Utara Sulawesi Tenggara
Sitti Nurmalasari
Dari Batam Hendak Mudik ke Palembang, Toyota Avanza Berisi 5 Orang Terjun ke Jurang di Musi Rawas
Slamet Teguh
2 Lansia Meninggal Seketika, Motor Terjun ke Jurang setelah Melintas di Turunan Tajam
Robertus Didik Budiawan Cahyono
Rem Blong di Turunan Cermo Madiun, 2 Lansia Asal Magetan Tewas usai Terjun ke Jurang
Sudarma Adi
Viral Keluarga Pasien Marah-marah ke Nakes di Karangasem Bali, Berujung Minta Maaf
Putu Dewi Adi Damayanthi
Sehari Setelah Lebaran, 26 Ribu Orang Masuk Bali, Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Mulai Lusa
Aloisius H Manggol
Tujuh Puskesmas di Karangasem Bali Sudah Layani Pembayaran Non Tunai via QRIS
Putu Dewi Adi Damayanthi
Kronologi Kecelakaan Mobil Terjun Bebas dari Jembatan Porsea, Berikut Identitas Korban Luka-luka
Salomo Tarigan