Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Ritual tarian kuno Seblang Olehsari Banyuwangi kembali digelar di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Tradisi ini bakal berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, terhitung mulai Senin (23/3/2026).

Baca juga: Meski Bupati Pacitan Mas Aji Tidak Gelar Open House Patuhi SE Mendagri, Masih Terima Silaturahmi

Setiap tahunnya, pagelaran ini sukses menyedot perhatian ribuan wisatawan dari berbagai penjuru daerah.

Ritual tarian adat yang diwariskan secara turun temurun tersebut, di tahun ini memiliki penari baru.

Seblang Olehsari adalah warisan leluhur yang kental dengan nuansa mistis, karena sang penari dalam kondisi tidak sadar.

Dipercayai, raga sang penari dirasuki oleh energi leluhur yang menuntun setiap gerakannya.

Fenomena inilah yang selalu membuat bulu kuduk penonton merinding sekaligus takjub akan kekayaan spiritualitas tanah Blambangan.

Seblang Olehsari digelar sebagai bentuk prosesi tolak bala sekaligus ritual bersih desa agar masyarakat terhindar dari marabahaya, yang rutin dilaksanakan tiap awal bulan Syawal. 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi eksistensi ritual ini.

Menurutnya, kekayaan adat seperti Seblang merupakan fondasi kuat bagi identitas budaya Banyuwangi.

"Banyuwangi sangat kaya akan tradisi adat dan budayanya," kata Ipuk.

"Kami akan tetap berupaya melestarikan tradisi ini sebagai warisan leluhur," imbuhnya. 

Seblang Olehsari yang digelar mulai 23 hingga 29 Maret 2026 tersebut, merupakan bagian dari Banyuwangi Attraction.

"Selain menjadi telah menjadi tradisi masyarakat, Seblang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berlibur di Banyuwangi selama libur Lebaran ini," tambah Ipuk. 

Tahun ini yang menjadi daya tarik tersendiri salah satunya adalah sosok sang penari baru, yakni Sayu Apriliani, yang merupakan putri dari pasangan Muhammad Putra Wahyudi dan Irawati.

Gadis berusia 20 tahun tersebut menjalani debut perdananya sebagai penari Seblang setelah menggantikan Putri Ramadhani yang telah menunaikan tugasnya selama tiga tahun terakhir.

Pemilihan penari tidak dilakukan sembarangan.

Melainkan melalui prosesi supranatural di mana sang penari harus memiliki garis keturunan dari para pendahulunya.

Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis, mengaku bersyukur melihat antusiasme serta kelancaran acara di hari pertama.

"Saya sangat bersyukur ritual adat Seblang Olehsari tahun ini berlangsung lancar."

"Ritual sakral ini dapat disaksikan oleh masyarakat luas, baik warga lokal maupun luar Banyuwangi," ungkap Joko. 

Baca Lebih Lanjut
Seblang Olehsari Banyuwangi digelar tujuh hari berturut-turut
Antaranews
Tradisi 'Toron Petolekoran', Ribuan Warga Gili Ketapang Menyeberang ke Probolinggo Belanja Lebaran
Alga W
Ogoh-ogoh Sapa Warang Gemeh, Wawancara Khusus Marmar Herayukti: Hidup Itu, Peristiwa Demi Peristiwa
Putu Dewi Adi Damayanthi
MARMAR, Maestro Ogoh-ogoh dari Banjar Gemeh Denpasar, Berikut Wawancara Eksklusif dengan Tribun Bali
Anak Agung Seri Kusniarti
Metaksu, Ribuan Warga Terbius Saat Sapa Warang Gemeh Bali Mesolah, Marmar: Saya Ikut Hening
Putu Dewi Adi Damayanthi
Tradisi Toron Petolekoran Warga Gili Ketapang Probolinggo, Ramai-ramai Belanja Kebutuhan Lebaran
Titis Jati Permata
Aksi Emak-emak di Torue Parigi Moutong Tarik Ogoh-ogoh Raksasa Sepanjang Trans Sulawesi
Regina Goldie
Tradisi Lebaran di Ponorogo, Ziarah Makam Jadi Momen Penuh Makna 
Wiwit Purwanto
Terkuak Alasan Denada Kirim Ressa ke Keluarga di Banyuwangi, Sang Penyanyi Bantah Tudingan Buang Sang Putra
Widy Hastuti Chasanah
Tradisi Cakat Stempel Kayuagung Meriah, 72 Petugas Siaga Amankan Pesta Rakyat di Sungai Komering OKI
Pairat