Jakarta -

Ragam minuman tradisional Jawa Timur seperti es dawet siwalan hingga es buto ijo punya rasa segar manis gurih, cocok untuk pelepas dahaga saat panas.

Minuman tradisional Jawa Timur punya ragam yang unik dan menyegarkan. Banyak di antaranya masih bertahan dan jadi favorit hingga kini.

Setiap daerah punya racikan khas dengan bahan sederhana. Perpaduan santan, gula merah, dan isian kenyal jadi ciri utamanya.

Tak hanya menyegarkan, minuman ini juga kaya cita rasa lokal. Cocok dinikmati saat cuaca panas hingga jadi menu berbuka puasa.

Dikutip dari Good News From Indonesia (10/3) berikut 5 racikan minuman segar khas Jawa Timur:

1. Es Pleret

es pleret di blitarEs pleret merupakan racikan minuman segar khas Blitar, Jawa Timur. Foto: Fima Purwanti

Es pleret merupakan racikan minuman segar khas Blitar, Jawa Timur. Minuman ini disajikan dengan bola-bola bertekstur kenyal yang terbuat dari tepung beras.

Nama 'pleret' berasal dari cara membuatnya, yakni adonan dipelintir atau ditekan dengan jempol hingga berbentuk bulat kecil.

Warnanya dibuat menarik seperti merah, putih, dan hijau. Es pleret disajikan dengan santan gurih, gula merah, dan es batu.

2. Es Gudir

Di Kediri, ada minuman tradisional bernama es gudir yang dikenal menyegarkan. Meski tampil sederhana, rasanya tetap jadi favorit banyak orang.

Isian utamanya berupa jelly dari rumput laut yang dipotong dadu atau tipis. Beberapa versi menambahkan ketan hitam, nangka, hingga kelapa muda.

Kemudian disiram santan gurih dan gula merah cair yang harum. Aroma pandan bikin makin nikmat, dan minuman ini masih mudah ditemui di pasar tradisional.

3. Es Batil

Es Batil Bulubrangsi LamonganEs Batil Bulubrangsi Lamongan Foto: Eko Sudjarwo

Dari Lamongan, Jawa Timur, ada minuman tradisional unik bernama es batil. Sekilas mirip es campur, tapi punya ciri khas pada isiannya.

Isinya berupa bola-bola tepung kanji yang kenyal, sering disebut batil. Biasanya disajikan bersama cincau, tape singkong, dan kadang ditambah biji selasih.

Isian tersebut disajikan dengan santan gurih dan gula merah cair yang manis. Perpaduan rasa dan teksturnya bikin es batil jadi pelepas dahaga favorit.

4. Es Buto Ijo

Selain es gudir, di Kediri ada juga minuman segar bernama es buto ijo. Meskipun terdengar menyeramkan, tetapi minuman ini manis dan segar rasanya.

Namanya unik karena berarti raksasa hijau, sesuai warna sirup melon yang dominan. Isinya melimpah, mulai dari kelapa muda, kacang hijau, kolang-kaling, hingga nata de coco.

Lalu ditambah sagu mutiara dan biji selasih yang bikin teksturnya makin beragam. Semua bahan disiram sirup melon, susu kental manis, dan es serut.

5. Es Dawet Siwalan

Es dawet siwalan di LamonganEs dawet siwalan di Lamongan Foto: Dokumentasi Disbudpar Lamongan

Di pesisir utara Jatim seperti Lamongan, Tuban, dan Gresik, ada es dawet siwalan. Minuman ini dikenal segar dan khas.

Bahan utamanya buah siwalan atau lontar yang bertekstur kenyal. Rasanya ringan sehingga cocok dipadukan dengan santan dan gula aren.

Biasanya disajikan dengan es batu dan tambahan nangka agar lebih harum. Perpaduan manis dan gurihnya cocok dinikmati saat cuaca panas atau berbuka.

Baca Lebih Lanjut
5 Ide Minuman Dingin & Segar untuk Suguhan Tamu Saat Lebaran
Detik
Nikmatnya Aik Kabong Mak Pau by Mak Wo, Minuman Nira Aren Murni Menyegarkan Tanpa Pemanis Buatan
Hendra
5 Rekomendasi Tempat Makan Timur Tengah di Solo Jateng, Termasuk Emado's Shawarma & Yassalam Resto
Eri Ariyanto
5 Toko Mainan Favorit untuk Anak di Solo Jawa Tengah, Termasuk Sumber Jaya dan Omega Toys Nonongan
Eri Ariyanto
Mudikmu ke Solo? Ini Rekomendasi Oleh-oleh yang Cocok Dibawa ke Perantauan
Erlangga Bima Sakti
Pilihan Menu Nusantara Lengkap untuk Momen Ramadan di Resto Pringsewu
Detik
5 Rekomendasi Lipstik Coklat yang Cocok Buat Makeup Lebaran
Ananda Putri
Resep Puding Roti Mentega yang Lembut dan Manis, Ide Takjil Praktis untuk Berbuka Puasa di Bulan Ramadan
Siti M
5 Kuliner Wajib Dicoba saat Mudik Lebaran ke Pemalang, Jawa Tengah
Nurul Intaniar
5 Tempat Wisata di Dekat Exit Tol Boyolali, Cocok untuk Refreshing Sejenak Setelah Perjalanan
Hanang Yuwono