TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Siti Sahida Sahari (28), perempuan asal Gorontalo yang dikabarkan hilang di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan polisi.

Siti Sahida Sahari ditemukan personel Tim Jatanras Polrestabes Makassar, Sabtu (14/3/2026) malam.

Setelah ditemukan, Siti Sahida pun dibawa ke Polrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.

Di sana, ia lalu dipertemukan dengan ayahnya, Hamzah Sahari (71) yang terbang langsung dari Gorontalo mencari putrinya di Makassar.

Pertemuan keduanya berlangsung haru dengan pelukan rindu sang ayah.

"Ditemukan di Perumahan Jl Gowaria Sudiang, Kecamatan Biringkanaya," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/3/2026).

"Saya sudah komunikasi dengan AKP Ismail Paur Reskrim bahwa, gadis tersebut sudah dipertemukan dengan orang tuanya, kemudian  saat ini sudah mau dibawa pulang  oleh orang tuanya," lanjutnya.

Wahid juga menegaskan, Siti Sahida Sahari bukanlah sosok anak yang hilang.

Melainkan, ia hanya terputus komunikasi dengan keluarganya beberapa bulan terakhir 

"Jadi bukan orang hilang itu Emba, cuma selama ini Lost kontak dengan keluarganya, dan sudah di bantu oleh  sat reskrim mencari, dan Alhamdulillah sudah ketemu," bebernya.

Sudah empat hari, ayah dua anak ini berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia rela menempuh perjalanan udara sejauh 731 dari kampung halamannya demi mencari putri sulungnya, Siti Sahida Sahari (28).

Sang anak, Siti Sahadi bekerja sebagai manajer salah satu restoran F&B di Kota Makassar.

Sebelum didapuk menjadi manajer resto di Makassar, Siti Sahida mulanya mendaftar di cabang resto yang sama di Gorontalo, pada April 2025.

Saat dinyatakan lulus, Siti Sahida bersama sembilan orang lainnya dikirim ke Kota Makassar mengikuti pelatihan selama tiga bulan.

"Setelah seleksi, hanya empat orang yang dinyatakan lulus, termasuk anak saya. Enam orang lainnya kembali ke Gorontalo," kata Hamzah dengan suara lirih, saat ditemui wartawan, di Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (12/3/2026)

Setelah dinyatakan lulus, Siti kemudian dipercaya menjadi manajer di gerai restoran F&B itu di Jl AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar, pada Agustus 2025.

Selama awal bekerja, komunikasi dengan keluarga di Gorontalo masih berjalan lancar.

Namun, memasuki bulan September 2025, komunikasi antara Siti dan keluarganya mulai terputus.

Nomor teleponnya tidak aktif dan keluarga tidak bisa lagi menghubunginya.

Hamzah mengungkapkan, sebelum hilang kontak, putrinya sempat bercerita kepada orang tuanya bahwa ada seorang pria yang berniat melamarnya.

Pria tersebut disebut bekerja di salah satu rumah sakit di Makassar.

"Tapi anak saya bilang ke ibunya, dia baru bekerja dan orang tuanya juga masih sibuk, jadi belum siap untuk menikah," ungkapnya.

Khawatir terjadi sesuatu, Hamzah dan keluarganya mulai mencari informasi ke berbagai pihak, termasuk rekan kerja anaknya di Makassar. 

Hamzah kemudian terbang dari Gorontalo ke Makassar pada hari minggu tanggal 8 Maret 2026 dan tiba di Makassar.

Ia kemudian bertemu dengan kenalannya bernama H Idham, warga Jl Perintis Kemerdekaan Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Idham kemudian membawa Hamzah untuk tinggal di rumahnya untuk sementara waktu sambil mencari keberadaan anaknya di Makassar.

Hari pertama di Makassar, Hamzah dan Idham mulai berjalan mencari anaknya dengan mendatangi tempat kerja anaknya di Jl Pettarani Makassar.

Disana, keduanya sempat menunggu setengah jam sebelum bertemu dengan manajer pengganti posisi anaknya.

Dari informasi yang didapat dari pihak manajer mie restoran itu, anaknya sudah keluar terus bawa kabur uang.

"Saya lansung bilang, berarti anak saya ini buronan, kenapa tidak lapor polisi, orang itu bilang dia tidak melapor polisi," ungkap Hamzah. 

Dari situ Hamzah menduga bahwa ada yang disembunyikan pihak restoran.

"Jika anak saya membawa kabur uang perusahaan, kenapa tidak melaporkan anak saya," keluhnya 

Hamzah menegaskan jika dirinya tidak percaya jika anaknya melakukan pencurian.

Pasalnya Siti di mata keluarga dikenal anak yang baik, sejak kecil hingga tumbuh dewasa.

"Saya yakin anak saya tidak pernah melakukan hal seperti itu. Kalau memang ada masalah, seharusnya ada kejelasan. Sampai sekarang tidak ada penjelasan apa-apa, malah anak saya hilang kontak” tegasnya.

Dihari yang sama tanggal 09 Maret 2026, Idham dan Hamzah menuju ke Polsek Panakkukang, Makassar untuk melaporkan kehilangan anaknya.

Namun ia mengaku laporannya belum diterima dengan alasan anaknya sudah dewasa dan bukan termasuk orang dengan gangguan mental atau anak di bawah umur.

"Laporan saya tidak diterima sama bapak polisi, dia bilang anak saya sudah dewasa dan bukan orang yang mengalami gangguan mental, jadi belum bisa dibuat laporan," ungkapnya meradang 

"Saya hanya diarahkan untuk mencari informasi dulu, termasuk ketemu bhabinkamtibmas. Saya juga disuruh buat selebaran foto dan ditulis orang hilang lalu di tempel atau di sebar luaskan," ucapnya lagi.

Mengikuti saran polisi di Polsek Panakukang, Hamzah kemudian menemui bhabinkamtibmas dan menceritakan maksud dan tujuannya.

Namun bhabinkamtibmas yang ditemui dia hanya bisa membantu sheare ke media sosial karena bukan warganya.

Sebelumnya, Hamzah juga sempat melapor ke Polda Gorontalo.

Namun kata dia, dirinya diarahkan untuk melapor di Makassar karena lokasi terakhir anaknya diketahui berada di kota tersebut.

Kini, di usianya yang tidak lagi muda, Hamzah hanya berharap ada pihak yang dapat membantu menemukan keberadaan putrinya.

"Saya cuma ingin tahu anak saya di mana. Kalau dia baik-baik saja, saya ingin dengar langsung. Saya sudah tua, hanya ingin memastikan anak saya selamat," harapnya.

Hingga kini Hamzah masih berada di Makassar dan terus mencari keberadaan Siti Sahida Sahari dan berharap ada pihak yang memberikan informasi terkait keberadaan putrinya itu.

Apabila ada yang melihat keberadaan anaknya, silahkan hubungi nomor Hamzah 085166831755.

Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin, mengatakan tidak semestinya laporan masyarakat ditolak.

Ia pun mengaku akan mengecek langsung ke Polsek Panakkukang, ihwal kabar laporan Hamzah yang tidak diterima.

"Saya akan cek dulu ke Polsek Panakkukang," jelasnya.(*)

Baca Lebih Lanjut
Sosok S, Wanita Asal Sungai Pinang Musi Rawas Ditemukan Tewas di Kepahiang usai 5 Hari Hilang
Weni Wahyuny
Kronologi Wanita asal Sungai Pinang Musi Rawas Hilang 5 Hari hingga Ditemukan Tewas di Kepahiang
Weni Wahyuny
2 PNS Kakak Beradik asal Gorontalo Meninggal Kecelakaan Maut di Minahasa Selatan
Aldi Ponge
Identitas Nama 2 Perempuan yang Tewas Kecelakaan Maut di Desa Sapa Minsel, Korban PNS di Gorontalo 
Dewangga Ardhiananta
Lima Hari Tinggalkan Rumah, Gadis Asal Sumsel Ditemukan Tewas di Tumpukan Sampah
Hari Widodo
2 PNS Kakak Beradik Asal Gorontalo Korban Kecelakaan di Minahasa Selatan Akan Dimakamkan Minggu Pagi
Aldi Ponge
Misteri Nelayan Asal Trenggalek, Hilang di Perairan Pranggupito Wonogiri dan Belum Ditemukan
Ryantono Puji Santoso
Wanita Muda Asal Musi Rawas Dilaporkan Sudah 5 Hari Hilang, Nomor HP Tak Aktif Lagi
Slamet Teguh
Percuma Lapor Polisi? Orang Hilang di Makassar Enggan Dicari hanya karena Sudah Dewasa
Alfian
Gadis Asal Musi Rawas Hilang 5 Hari, Ditemukan Tewas di Tumpukan Sampah di Bengkulu
Noval Andriansyah