TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Polisi dikabarkan telah menangkap terduga pelaku pembunuhan Rahmadani Siagian, mayat wanita yang ditemukan meringkuk di dalam boks kontainer, di Jalan Menteng 7, Kecamatan Medan Denai terungkap.
Informasi yang didapat, terduga pelaku yang ditangkap berjumlah 2 orang laki-laki, dari lokasi berbeda.
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Mission Impossible Team (MIT) Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Polsek Medan Area.
Keduanya ditangkap hanya beberapa jam setelah mayat Rahmadani Siagian ditemukan.
Saat dikonfirmasi, Kasubdit Jatanras Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba membenarkan penangkapan tersebut.
Namun demikian, ia tidak bisa menjelaskan bagaimana proses penangkapan, peran terduga pelaku, dan motifnya.
Ia menyebut penanganan dilakukan di Polrestabes Medan, dan Subdit III Jatanras turut serta dalam pengungkapan.
"Kami tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bekerjasama dengan Polrestabes Medan, dan Polsek Medan Area. Untuk lengkapnya bisa ke Sat Reskrim,"kata Kasubdit Jatanras Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba, Rabu (11/3/2026).
Diketahui, warga Jalan Menteng 7, Kecamatan Medam Denai, Kota Medan, dikagetkan dengan adanya penemuan sesosok jenazah, Selasa (10/3/2026).
Jenazah wanita tanpa busana berbalut selimut hotel Oyo itu ditemukan dibuang di ladang pisang ujung pemukiman warga pada siang tadi.
Belakangan terungkap identitas korban, bernama Rahmadani Siagian, berusia sekitar 20 tahunan, warga Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Rahmadani Siagian, merupakan perantau di Medan.
Ia belum lama tinggal di Kota Medan, usai merantau dari kampung halamannya di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Rahma, nama panggilannya, selama ini tinggal di rumah orangtua sambungnya bersama saudara tiri.
Selama ini ia disebut-sebut bekerja di salah satu toko ponsel yang ada di Kota Medan.
Menurut keluarga korban, Nurma Siagian, Rahma sudah dua hari tak masuk kerja.
Sehingga, bos tempatnya bekerja menghubungi orang tua korban di kampung halaman, di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Pemilik ponsel mengaku sudah menghubungi nomor telepon korban, tetapi tidak direspon.
"Gak kerja selama 2 hari. Bos nya menelpon ke kampung,"kata Nurma Siagian, Selasa (10/3/2026).
Pihak keluarga korban yang tinggal di Kabupaten Labuhanbatu Utara baru mendapat kabar korban tewas sore tadi.
Mereka mengaku syok mendengar korban tewas mengenaskan di dalam boks kontainer plastik terbungkus karung tanpa busana.
(Cr25/Tribun-medan.com)