Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS,COM, BIREUEN – Sebanyak 140 siswa jenjang TK, PAUD, SD maupun orang dewasa warga Simpang Mamplam dan Pandrah, Bireuen pada Kamis dan Jumat (26-27/2/2026) mengalami keracunan, setelah
mengkonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima mereka.

Hasil pemeriksaan sampel  yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh penyebab seratusan siswa di Bireuen keracunan akibat kontaminasi bakteri di telur dan ayam dari menu
makanan bergizi gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Kadiskes Bireuen, dr Irwan kepada Serambinews.com, Jumat (6/3/2026).

Disebutkan, surat resmi hasil pemeriksaan sudah dikirim BPOM Banda Aceh, namun belum diterima Dinkes.

Walaupun surat belum diterima, BPOM  ada menyampaikan secara lisan hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke Banda Aceh.

Hasilnya positif Staphylococcus aureus pada bakso dan telur rebus, atau bahasa sederhana ada kuman pada kedua jenis makanan MBG yang dikonsumsi waktu lalu.

Menjawab Serambinews.com penyebab terkontaminasinya telur dan ayam dari menu MBG, Kadiskes mengatakan, diduga akibat bahan baku telur yang retak cangkang.

Penyebab lain karena proses masak ayam yang kurang matang, sehingga jeda waktu lama dari penyiapan sampai dengan dikirim ke sekolah tercemar bakteri.  

Terhadap temuan tersebut sebagaimana hasil pemeriksaan BPOM Banda Aceh, Dinkes Bireuen akan melakukan sosialisasi mencegah munculnya kuman serta pengawasan pada dapur MBG sehingga musibah serupa tidak terjadi lagi.

“Dinkes Bireuen akan turun melakukan pengawasan pada dapur MBG agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Baca juga: 16 Korban Keracunan MBG Masih Dirawat

Ratusan anak tersebut dilarikan ke Puskesmas Simpang Mamplam, Puskesmas Pandrah, Puskesmas Jeunieb, Puskesmas Samalanga, RSUD dr Fauziah Bireuen, RS BMC Bireuen, RS Jeumpa Hospital, dan RSU Pidie Jaya. Anak-anak mengkonsumsi MBG yang dibagikan pada Kamis sore.

Menu yang disantap berupa bakso dan susu.

Setelah makan saat berbuka puasa, para korban yang merupakan siswa PAUD dan SD mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah.

Orang tua mulai membawa anak mereka ke Puskesmas Simpang Mamplam sejak pukul 21.00 WIB.

Hingga Jumat (27/2/2026) pukul 02.00 WIB dini hari, warga masih terus berdatangan membawa anaknya yang mengalami gejala serupa.

Akibat membludaknya pasien, sebagian anak dirujuk ke Puskesmas Pandrah, Puskesmas Jeunieb, dan RSUD dr Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dengan gejala muntah-muntah dan diare. (*)

 

Baca Lebih Lanjut
Pasien Keracunan MBG di Simpang Mamplam Bireuen Sudah Pulang, Tersisa 16 Orang Dirawat
Muliadi Gani
16 Pasien Diduga Keracunan MBG di Simpang Mamplam Bireuen Masih Dirawat, Sebagian Besar Sudah Pulang
Mursal Ismail
18 Siswa di Aceh Selatan Diduga Keracunan MBG, 14 Dirawat Inap
Muliadi Gani
BGN: Siswa keracunan MBG di Bireun Aceh sudah sembuh
Antaranews
Terungkap Info Awal Kasus Dugaan Keracunan MBG di Bireuen, Warga Telepon Kepala Puskesmas
Saifullah
16 Korban Keracunan MBG Masih Dirawat
Mufti
Hoaks, BGN: Informasi siswa meninggal karena MBG di Aceh tidak benar
Antaranews
Diduga Akibat Keracunan Siswa Usai Santap MBG, SPPG Ujung Padang Dihentikan Sementara 
Mursal Ismail
Puskesmas di Aceh Selatan maksimalkan penanganan korban keracunan
Antaranews
Nekat Curi Motor Demi Modal Nikah, Sepasang Kekasih di Tanjungbalai Diringkus Polisi
Muliadi Gani