TRIBUN-BALI.COM - Teka-teki identitas dari potongan tubuh yang ditemukan di Pantai Ketewel, Gianyar beberapa waktu lalu akhirnya terjawab.

Penemuan potongan tubuh di wilayah Ketewel itu sempat viral di media sosial, pasalnya tubuh yang terpisah-pisah itu mulai dari kepala hingga kaki.

Untuk mengungkap tabir pemilik potongan tubuh dan pelaku perbuatan keji itu, Polda Bali dan Polres Gianyar segera mendatangi TKP penemuan jasad itu untuk melakukan penyelidikan.

Langkah medis pun diambil dengan mengevakuasi seluruh potongan tubuh yang ditemukan ke Rumah Sakit Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.

Baca juga: Warga Resah Peredaran Uang Palsu di Nusa Penida, Pengedar Ditangkap Seusai Belanja di Warung

Di sana, tim DVI Biddokkes Polda Bali dan Bidlabfor bekerja keras untuk mengambil sampel DNA guna kepentingan autopsi dan pencocokan data. 

Polda Bali juga mendalami kemiripan ciri fisik, khususnya mengenai adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan. 

Baca juga: Masalah Sampah di Bali Jadi Sorotan Dunia, Menteri LH: Jangan Coreng Pariwisata Indonesia 

Meski ada dugaan kuat mengenai kemiripan tato tersebut dengan identitas korban penculikan, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation.

Upaya terakhir untuk mengungkap identitas jenazah potongan tubuh itu, Polda Bali mengirimkan sampel jenazah ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri di Jakarta.

Terbaru, Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy pada Jumat 6 Maret 2026 menyampaikan hasil dari Puslabfor Bareskrim dimana, pemilik potongan tubuh itu adalah WN Ukraina bernama Igor Komarov (28).

Pembunuhan hingga Mutilasi Diduga Bermotif Uang

Kepolisian Daerah (Polda) Bali terus melakukan pendalaman intensif, terkait kasus penculikan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina, Igor Komarov (28) di Bali. 

Berdasarkan hasil penyelidikan terkini, pihak kepolisian mensinyalir bahwa motif utama di balik aksi kriminal tersebut berkaitan erat dengan persoalan keuangan. 

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan bahwa kesimpulan sementara ini merujuk pada bukti-bukti lapangan serta dokumentasi video yang telah dikantongi oleh tim penyidik.

"Motifnya kalau berdasarkan video yang viral, motif sementara diduga kuat berkaitan dengan uang, namun kami tetap menunggu hasil penangkapan para tersangka," ujar Kombes Pol Ariasandy saat memberikan keterangan di Mapolda Bali pada Rabu, 4 Maret 2026.

"Untuk pacarnya, sudah lebih dari 10 saksi yang kami persiksa, pasti salah satunya pacarnya, tapi itu memberikan keterangan saja, intinya itu kan pada saat penculikannya," imbuhnya. 

Meskipun indikasi motif sudah mulai mengerucut, ia menegaskan bahwa kepolisian tetap mengedepankan asas kehati-hatian dan menunggu hasil pemeriksaan langsung, terhadap para pelaku utama untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut secara utuh.

Ariasandy menjelaskan, bahwa sejauh ini pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan rinci mengenai profil lengkap para tersangka karena proses pengejaran masih berlangsung. 

Ia menyebutkan, bahwa identifikasi para pelaku dilakukan secara ilmiah melalui penelusuran rekaman CCTV serta pelacakan titik koordinat GPS termasuk tangkapan ETLE pada kendaraan sewaan yang digunakan dalam aksi tersebut. 

Dari upaya tersebut, polisi sempat mengamankan seorang WNA berinisial C yang menggunakan paspor palsu, yang dalam pengakuannya hanya berperan sebagai orang suruhan untuk menyewa kendaraan.

Guna mempersempit ruang gerak para pelaku lainnya, yang diduga kuat telah meninggalkan wilayah Indonesia, Polda Bali telah mengambil langkah hukum dengan melibatkan jaringan kepolisian internasional. 

"Terkait para tersangka lainnya, kita sudah mengeluarkan Red Notice melalui Interpol untuk enam orang tersangka yang diduga sudah melarikan diri ke luar negeri," pungkas Ariasandy. 

Saat ini, tim penyidik tetap fokus melakukan pengejaran terhadap aktor intelektual di balik penculikan ini guna mengungkap tuntas fakta-fakta hukum di balik motif keuangan tersebut.

Pelaku Keji

Kekejaman pelaku dalam kasus ini terlihat dari kondisi potongan tubuh yang ditemukan, Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan awal, cara pelaku memotong tubuh korban tergolong sangat sadis. 

"Kalau nampak nyata memang potongan tubuh ya, jadi ya mutilasi. Kalau kita lihat, itu potongan kasar," ungkapnya menggambarkan kondisi tragis jasad tersebut.

Polisi menduga potongan tubuh tersebut sengaja dibuang ke air dan terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di muara saat air laut mengalami pasang surut. 

Sejauh ini, sebagian besar bagian tubuh telah ditemukan, namun beberapa bagian kecil seperti telapak tangan masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan.

"Sebagian besar potongan tubuh ketemu, mungkin yang hilang itu telapak tangan, semacam itu, sebagian lengan kanan kiri, dada, kemudian bagian paha yang ditemukan. Telapak kaki kanan, yang lainnya masih belum ditemukan," bebernya.

Polda Bali berkomitmen untuk mengungkap dalang di balik aksi keji ini sembari menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik. 

Selain fokus pada bukti fisik, tim penyidik juga tengah bergerak mengecek keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV di seputaran tempat ditemukannya potongan mayat tersebut guna melacak jejak pelaku.

Viral Video Penculikan Anak Bos Kriminal Ukraina Minta Tebusan 10 Juta Dolar AS

Jagat media sosial saat ini tengah dihebohkan dengan beredarnya rekaman video dari seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina berinisial IK (28) yang mengaku sedang diculik. 

Dalam video tersebut, IK yang tampak mengalami luka serius mengaku telah diculik di wilayah Kuta Selatan dan memohon bantuan keluarganya untuk membayar tebusan fantastis senilai US$10 juta atau setara dengan Rp157 miliar.

Menanggapi situasi yang meresahkan masyarakat tersebut, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam. 

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait hilangnya warga Ukraina tersebut.

Kini tim gabungan dari Polsek Kuta Selatan, Polresta Denpasar, dengan bantuan penuh dari Polda Bali sedang bekerja intensif di lapangan.

Kombes Pol Ariasandy menjelaskan bahwa laporan awal diterima oleh Polsek Kuta Selatan pada Minggu 15 Februari 2026 malam. 

"Laporan tersebut dibuat oleh salah satu rekan korban yang berada di lokasi saat dugaan peristiwa penyerangan dan penculikan terjadi," kata Kombes Pol Sandy saat dijumpai Tribun Bali di Mapolda Bali, pada Selasa 24 Januari 2026.  

Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa bermula pada Minggu 15 Februari 2026 malam sekitar pukul 22.30 WITA di kawasan Jimbaran. 

"Saat itu, korban bersama dua orang rekan laki-lakinya tengah mengendarai sepeda motor dengan rencana untuk berlatih mengendarai kendaraan roda dua di medan tanjakan di Jimbaran," bebernya.

Dalam perjalanan menuju lokasi latihan, salah satu rekan korban melaju lebih dahulu di depan. Namun, saat menoleh ke belakang, ia menyadari bahwa IK dan satu rekan lainnya tidak lagi terlihat. 


Setelah dilakukan pengecekan kembali ke titik semula, didapati informasi bahwa mereka telah diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal. 


"Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), saksi hanya menemukan barang-barang milik korban berupa telepon genggam, tas, dan dompet yang kemudian langsung diamankan sebagai barang bukti awal untuk dilaporkan ke kepolisian," bebernya.


Terkait video viral yang memperlihatkan kondisi IK yang menangis tersedu sembari mengklaim mengalami patah tulang rusuk dan kaki, Kombes Pol Ariasandy menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap validitas rekaman tersebut. 


Polisi belum bisa memastikan apakah video itu direkam di Bali atau di lokasi lain, mengingat tim siber dan penyidik masih menelusuri sumber serta konteks asli dari unggahan tersebut. 


"Dibuat di Bali atau di mana, sampai sekarang kami masih menelusuri itu," ucapnya.


Dalam video itu, IK sempat berucap bahwa penculikan tersebut dipicu oleh masalah uang yang melibatkan orang tuanya, namun polisi tetap fokus pada penyelidikan tindak pidananya.


Mengenai latar belakang korban yang disebut-sebut sebagai anak dari bos kriminal di Dnipro, Ukraina, Kombes Pol Ariasandy menyatakan bahwa sejauh ini status korban dalam dokumen resmi kenegaraan hanyalah sebagai wisatawan. 


Pihak kepolisian tidak ingin berspekulasi mengenai keterlibatan mafia atau motif tertentu sebelum pelaku berhasil diamankan. 


Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban dan mengidentifikasi para pelaku melalui berbagai petunjuk yang ada.


"Kita kan belum tahu kaitan dari mana-mananya, yang kami tahu yang dilaporkan adalah WNA," tuturnya.


Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa kurang lebih 10 orang saksi untuk mengumpulkan informasi yang valid. 


Selain keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV di sekitar jalur Jimbaran guna memetakan pergerakan pelaku. 


"Ada sekitar kurang lebih 10 saksi yang sudah diperiksa, termasuk alat bukti kami amankan.Kami berupaya mencari sumber-sumber yang valid untuk mengungkap kasus ini," bebernya. 


Kombes Pol Ariasandy menekankan bahwa proses olah TKP sudah dilakukan secara menyeluruh oleh tim Inafis Polresta Denpasar guna mencari jejak sekecil apa pun yang ditinggalkan di lokasi penyerangan.


Kombes Pol Ariasandy meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi yang beredar luas di media sosial mengenai motif penculikan tersebut. 


Ia menegaskan bahwa meskipun barang bukti dan saksi sudah mulai mengerucut, status perkara ini masih dalam tahap penyelidikan intensif (lidik) untuk memastikan identitas para pelaku. 


Kepolisian berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini dalam waktu yang tidak terlalu lama demi menjaga citra pariwisata Bali yang aman dan kondusif bagi wisatawan mancanegara. (*)

 

Baca Lebih Lanjut
Forensik Beberkan Hasil Pemeriksaan Potongan Tubuh di Ketewel, Diperkirakan Meninggal 3 Hari Lalu 
Ida Ayu Suryantini Putri
INIKAH Identitas Pemilik Potongan Tubuh yang Ditemukan di Ketewel? Polda Bali Uji Kecocokan DNA
Aloisius H Manggol
Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Bali Diduga WNA Ukraina yang Hilang
Robertus Didik Budiawan Cahyono
Sosok Igor yang Diculik di Bali, Anak Bos Kriminal, Dikaitkan dengan Kasus Temuan Potongan Tubuh
Muslimah
POLDA Bali Uji Kecocokan DNA dengan WNA Ukraina Hilang, Buru 6 Bule Rusia & Ukraina Diduga Penculik
Anak Agung Seri Kusniarti
Polda Bali kirim sampel tulang manusia ke Bareskrim untuk uji DNA
Antaranews
Kronologi Kasus Penculikan Turis Ukraina di Bali, 6 WNA Jadi Tersangka dan Diusulkan Red Notice
Glery Lazuardi
LACAK dan Pantau Pergerakan DPO Pelaku Mutilasi, Imigrasi Ngurah Rai Awasi, 4 Sudah Keluar Negeri!
Anak Agung Seri Kusniarti
BREAKING NEWS: Penculikan WN Ukraina di Bali, DNA Ibu Cocok dengan Sampel Darah di Lokasi Penyekapan
Putu Dewi Adi Damayanthi
Polda Bali: Penyewa mobil bagi penculik WN Ukraina pakai paspor palsu
Antaranews