Tribunlampung.co.id, Sumsel - Helmi melaporkan kematian tak wajar yang dialami putranya, Alex Saputra (15) setelah mengikuti latihan pencak silat.

Pencak silat adalah seni bela diri tradisional asli Indonesia yang menggabungkan unsur ketangkasan, keindahan gerakan (seni), olahraga, bela diri, dan pendidikan mental-spiritual. Seni ini menggunakan teknik serangan (pukulan, tendangan) dan pertahanan (tangkisan, hindaran) untuk membentuk pribadi berjiwa sehat dan berprestasi.

Helmi mengatakan, kronologi anaknya meninggal berawal saat mengikuti latihan pencak silat di Desa Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel pada Sabtu (28/2/2026).

Saat itu Alex diminta membawa batang tebu ke tempat latihan. Tapi ia tidak menyangka bahwa terjadi tragedi hingga putranya dilarikan ke rumah sakit.

"Setelah pulang latihan, kami dapat kabar kalau Alex dibawa ke rumah sakit di Indralaya," kata Helmi kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Motif Siswa SMP Tega Aniaya Kakaknya hingga Tewas di Jakarta

Ia juga mendapat kabar kalau putranya itu mengalami lebam di beberapa bagian tubuh. Di antaranya di leher belakang, punggung, dan paha.

Alex dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026) lalu.

"Anak saya meninggal dan kata dokter kalau tulang lengan dan punggungnya retak di bagian yang memar itu. Ada saksi yang menyaksikan kejadian penganiayaan," ungkap Helmi, dikutip dari TribunSumsel, Rabu (4/3/2026). 

Orang tua korban telah melaporkan perkara ini ke Polres Ogan Ilir.

"Saya belum dapat memastikan apakah anak saya dipukul pakai batang tebu itu atau bukan. Yang jelas ada tulang retak dan kami menilai kematian Alex tidak wajar," tutur Helmi.

Terpisah, Kasi Humas Polres Ogan Ilir, AKP Herman Ansori, mengonfirmasi bahwa perkara dugaan penganiayaan sedang diselidiki.

Tim dari Satres PPA-PPO Polres Ogan Ilir akan memanggil saksi-saksi terkait perkara tersebut.

"Masih lidik. Nanti perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan," kata Herman.

"Saya belum dapat memastikan apakah anak saya dipukul pakai batang tebu itu atau bukan. Yang jelas ada tulang retak dan kami menilai kematian Alex tidak wajar," tutur Helmi.

Terpisah, Kasi Humas Polres Ogan Ilir, AKP Herman Ansori, mengonfirmasi bahwa perkara dugaan penganiayaan sedang diselidiki.

Tim dari Satres PPA-PPO Polres Ogan Ilir akan memanggil saksi-saksi terkait perkara tersebut.

"Masih lidik. Nanti perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan," kata Herman.

Baca Lebih Lanjut
Breaking News: Remaja di Ogan Ilir Tewas Usai Latihan Pencak Silat, Tulang Lengan & Punggung Retak
Shinta Dwi Anggraini
Curiga Pintu Rumah Selalu Terbuka, Tetangga di Rumbia Bombana Temukan ASN Tak Bernyawa Dalam Kamar
Sitti Nurmalasari
Ibu Betrand Tak Terima Anaknya Tewas di Tangan Polisi, Minta Usut Tuntas Kenapa Tak Sengaja Ditembak
Candra Isriadhi
Bocah SD di Bandung Barat Tewas Dibunuh Kakak Tiri, Korban Dibacok dan Disayat Pakai Golok
Adi Suhendi
Bapak yang Anaknya Tewas di Tangan Ibu Tiri Blak-blakan Kondisi Rumah Tangga
Desy Selviany
Fakta Baru Kasus Ibu Tiri Aniaya Anaknya hingga Tewas, NS Sempat Keluhkan Paru-parunya Sakit
Khistian Tauqid
Gubernur Helmi Hasan Kucurkan Rp20,9 Miliar, Jalan dan Jembatan di Kepahiang Makin Mulus
Hendrik Budiman
IPSI Medan Gelar Muskot Pemilihan Ketum Periode 2026/2030, Abdul Haris Muda Siregar Calon Tunggal
Randy P.F Hutagaol
5 Fakta Kecelakaan Moge Bos HS di Kulon Progo, Istri Tewas, Anak Penyeberang Terpental ke Sungai
Moch Krisna
Viral Kronologi Bocah di Lumajang Aniaya Kucing hingga Mati, Pihak Keluarga Janjikan Hal Ini ke Pemilik Usai Cekcok
Siti M