Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM - Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditangguhkan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Tiga SPPG yang ditangguhkan tersebut adalah SPPG Pesanggaran Sumberagung, SPPG Giri Boyolangu, dan SPPG Cluring.
Baca juga: Cara 1 Keluarga Asal Jombang Bisa Lolos dari Penyekapan 5 Orang, Manfaatkan Kesempatan Kecil
Penutupan sementara tiga SPPG tersebut disebabkan beberapa faktor.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat mengatakan, operasi tiga SPPG tersebut ditangguhkan sementara karena faktor kualitas menu, alur proses, serta sarana prasarana yang dianggap tidak memenuhi standar.
"Di-suspend sejak diterbitkannya penetapan dari BGN," kata Amir, Rabu (4/3/2026).
Selama ditangguhkan operasionalnya, pihak SPPG, yayasan, dan mitra BGN akan diminta untuk evaluasi.
Mereka harus melengkapi catatan-catatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Sarana prasarana harus dilengkapi, alur diperbaiki, kualitas dan menu ditingkatkan, serta higienitas dalam proses harus dipastikan berjalan dengan baik," lanjut Amir.
Setelah tiga SPPG ditutup, Dinas Kesehatan Banyuwangi telah mengumpulkan seluruh SPPG yang ada di Kabupaten tersebut.
Di Banyuwangi, SPPG yang beroperasi berjumlah 109 unit.
"Semuanya sudah kami kumpulkan, termasuk pihak yayasan dan mitra BGN," tutur Amir.
"Untuk memastikan bahwa tiga SPPG yang di-suspend ini menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak mengalami hal yang sama," lanjutnya.
Dalam pertemuan itu, ada beberapa hal yang menjadi atensi, mulai dari manajemen dapur, mekanisme distribusi, higienitas, hingga kualitas menu.
"Hal-hal ini kemarin sudah kami ingatkan kembali secara detail, kami tekankan ulang, memastikan SOP dijalankan, serta memastikan seluruh peralatan dan proses mengikuti ketentuan yang berlaku," ungkap Amir.