TRIBUNTRENDS.COM - Dugaan perampokan yang menewaskan EU (65) dan membuat PW (60) kritis di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 No. 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026), meninggalkan tanda tanya besar bagi keluarga.

Anak pertama korban, Fiandy A Putra (36), curiga bahwa peristiwa ini bukan sekadar pencurian, karena ayahnya dikenal aktif membela kebenaran dan beberapa hal di rumah terlihat ganjil, termasuk barang penting yang tidak diambil.

Seperti apa kisah lengkapnya?

Anak korban curiga

Anak pertama korban, Fiandy A Putra (36) meyakini peristiwa yang menimpa orang tuanya bukan semata-mata akibat aksi pencurian yang berujung kekerasan.

Putra membeberkan, ayahnya merupakan seorang pensiunan dari PT Jakarta International Container Terminal (JICT), sebuah anak perusahaan Pelindo. 

EU diketahui sudah purnatugas sejak 9 tahun silam.

"Apa yang dilakukan ayah saya adalah suatu hal yang kami tahu bersama seperti apa risikonya," beber Putra, Selasa (3/3/2026).

Putra memang tidak mengetahui detail kegiatan sang ayah sebelum peristiwa itu terjadi.

Namun, ia tetap menaruh curiga.

"Karena ayah saya coba untuk membuka kebenaran dan mementingkan semua orang-orang di lapangan yang susah," tutur Putra.

Kecurigaan tersebut bukan berhenti pada spekulasi semata.

Keluarga mengendus adanya hal-hal ganjil di tempat kejadian perkara.

Sebagai informasi, kejadian perampokan berada di lantai 1 rumah.

Sementara itu, lantai dua tetap rapi dan dokumen penting tetap ada di tempat yang aman.

"Kemarin sudah dicek dari pihak kepolisian itu steril ya di atas (lantai 2)," katanya.

Putra juga membeberkan bahwa sang adik, Dinda Nada Alifah mengunci kamar dan tidak mendengar suara gaduh.

"Adik saya juga kunci pintu setiap tidur," lanjutnya.

Dalam kejadian ini, beberapa barang memang diklaim hilang. 

Termasuk kunci mobil dan gelang emas, tetapi barang-barang penting tetap berada di tempatnya.

Keluarga menaruh curiga karena pelaku hanya mengambil kunci saja, mobilnya tetap ada di garasi rumah.

"Barang penting yang saya dan keluarga tahu itu tidak diambil oleh pelaku.

Walaupun kunci mobil itu diambil, apa fungsinya kalau mobilnya tidak diambil?," ucap Putra.

Anak tak dengar keributan

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengungkapkan anak korban tidak mendengar keriuhan.

Anak bungsunya bahkan masih berinteraksi dengan kedua orang tuanya sekitar pukul 22.00 WIB.

"Yang bersangkutan tidur jam 1 dan itu belum ada suara-suara.

Dan masih bertemu orang tuanya itu di jam 10," kata Andi, Senin (2/3/2026), dilansir dari Kompas.com, Selasa (3/3/2026).

Selama bulan Ramadhan, biasanya sang ibu membangunkan anak-anaknya sekitar pukul 03.00 WIB.

Namun, pada hari kejadian, sang ibu tidak membangunkannya.

Sementara itu, si anak baru kebangun setelah alarm berbunyi sekitar pukul 04.15 WIB.

"Akhirnya korban inisiatif ke lantai bawah membangunkan ibunya.

Di situ tidak ada jawaban.

Yang terdengar suara seperti orang suara mendengkur," kata Andi.

Tak ada jawaban, Andi mengatakan DNA sontak kaget, panik, dan meminta pertolongan ke warga.

"Namun, enggak ada siapa-siapa di sini, sehingga menghubungi keluarganya," ucap Andi.

Setelah dihubungi anak korban, keluarga datang dan membuka paksa kaca jendela karena kesulitan untuk masuk.

Andi membeberkan, setelah kaca bisa dibuka, kedua korban sudah tergeletak bersimbah darah.

EU berada di atas kasur, sedangkan PW tergeletak di lantai kamar.

Berdasarkan dokter rumah sakit, Andi membeberkan ada pukulan benda tumpul di belakang kepala korban.

"Untuk sementara benda tumpul ya, karena tidak ada bekas benda tajam di luka," jelasnya.

Sementara itu, polisi masih menyelidiki motif peristiwa ini.

"Masih dalam lidik, kami belum bisa menyimpulkan saat ini.

Tapi yang disampaikan anak korban, gelang emas di tangan hilang, kunci mobil dua duanya hilang," ujar Andi.

Baca juga: 5 Fakta Kasus polisi Tembak Remaja di Makassar, Keterangan Saksi Kunci hingga Nasib Pelaku Iptu N

 

PEMBUNUHAN – Ilustrasi jenazah korban pembunuhan.
PEMBUNUHAN – Ilustrasi jenazah korban pembunuhan. (Tribunnews Bogor/Tribunsumsel.com/Khoiril)

Turunkan anjing pelacak

Untuk menyisir polisi dan mencari jejak pelaku, Direktorat Polisi Satwa mengerahkan anjing pelacak (K-9).

Sebuah area yang berbatasan langsung dengan pagar depan kediaman korban.

Anjing pelacak itu berhenti di bangunan bekas pencucian motor yang sekarang lokasi penampungan rosokan.

Lokasi tersebut berada 20-30 meter dari kediaman korban.

Akan tetapi, anjing tidak menunjukkan reaksi signifikan setelah 15 menit penyisiran. 

Tiga pegawai di lokasi itu sempat dimintai keterangan oleh polisi, sebelum anjing pelacak kembali ke rumah.

Pelaku diduga kebih dari satu

Andi mengatakan, jumlah pelaku kejadian yang menimpa pasutri di Bekasi ini belum bisa diungkapkan. Namun, kemungkinan lebih dari satu.

"Kemungkinan besar pelaku lebih dari satu, tapi masih dalam proses untuk memastikan," ucap Andi.

Dari hasil olah TKP, Andi mengatakan pelaku masuk lewat jendela kediaman korban.

Pelaku diduga memanjat pagar depan.

Dugaan itu menguat usai ditemukannya bekas jejak kaki di pagar.

"Jadi kemungkinan besar dari tembok di depan.

Kemudian (pelaku) langsung mau manjat ke pintu pagar rumah. 

Depannya ini lahan kosong," kata Andi.

Sekarang ini, polisi mengamankan sprei yang ada darahnya sebagai barang bukti.

Sementara itu, rumah korban diketahui tidak memiliki CCTV.  

EU sudah dimakamkan

Tetangga Korban Samuel Pasaribu mengatakan jenazah EU sudah dimakamkan pada Senin malam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) BRI Jakasampurna.

Sebelumnya jenazah dilakuka otopsi dan visum di RS Polri Kramat Jati.

"Sudah diputuskan oleh keluarga, korban dimakamkan di TPU BRI depan kota bintang.

Jenazahnya dibawa ke rumah disalatkan di masjid kompleks," katanya.

Hingga sekarang, kasus itu masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, Samuel mengaku bahwa pada pagi itu anak korban ke masjid memanggil warga.

"Terus ramai di sini baru saya keluar.

Setelah itu, saya langsung melihat ke dalam," katanya.

Baca Lebih Lanjut
Pasutri Tewas Dibunuh di Bekasi, Anak Korban Duga Bukan Perampokan 
Taryono
Anak Ermanto Yakin Ayahnya Korban Pembunuhan Terencana di Bekasi: Semoga Mati Syahid di Jalan Allah
Satrio Sarwo Trengginas
Bukan Rampok, Anak Duga Tewasnya Ermanto Usman Murni Pembunuhan, Kunci Mobil Diambil, Mobilnya Tidak
Ninda iswara
Polda Metro Jaya turun tangan tangani kasus perampokan di Bekasi
Antaranews
PASUTRI Lansia di Bekasi Korban Perampokan, Suami Tewas-Istri Kritis, Anak Curiga Tak Bangun Sahur
Tommy Simatupang
Dugaan perampokan dan pembunuhan di Bekasi diselidiki
Antaranews
Kasus Penganiayaan Pasangan Suami Istri di Bekasi, Keluarga Yakini Sebagai Pembunuhan
Erik S
AYAH NS Ungkap Kejanggalan Ibu Tiri, Sebut Tak Sendirian Aniaya Korban hingga Meninggal
Ahmadshalsamalkhaponda
Sosok Pasutri Lansia Korban Perampokan Bekasi, EU Meninggal Dunia, Sang Istri PW Dirawat Intensif
Moch Krisna
Sahur Berdarah di Bekasi, Pasutri Diduga Jadi Korban Perampokan, Suami Meregang Nyawa Istri Luka Berat
Moh. Habib Asyhad