TRIBUNNEWS.COM, CIBINONG - MH (22) nekat menghabisi bosnya pasangan suami istri MA (56) dan FA (47) karena sakit hati sering dituduh mencuri.

MH bekerja di toko rempat milik korban di wilayah Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pembunuhan itu dilakukan pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di tempat tinggal korban kawasan Puncak Bogor.

Pelaku menggunakan golok, senapan angin membunuh korban.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaa bahwa pelaku memang sudah merencanakan aksi pembunuhan ini.

"Jadi dari hasil pemeriksaan awal diketahui bahwa si pelaku sudah masuk terlebih dahulu ke rumah tersebut dari pukul 16.00 WIB menunggu kedua korban itu kembali ke rumahnya, sekitar pukul 19.00 WIB kemudian terjadi pembunuhan," ujarnya, Rabu (4/3/2026).

PEMBUNUHAN BOS TOKO REMPAH: MH (22) pelaku pembunuhan terhadap pasutri warga negara Pakistan di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang jasadnya dibuang ke wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/3/2026). (HO/IST/TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani)

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengungkapkan bahwa pelaku menghabisi nyawa korbannya satu persatu.

Pertama, kata dia, pelaku menghabisi nyawa bos laki-lakinya menggunakan golok yang disabetkan ke arah leher korban sebanyak dua kali.

Kemudian, pelaku menghabisi nyawa istri dari bosnya tersebut menggunakan golok yang dilayangkan ke arah wajah sekitar lima kali dan leher dua kali.

Untuk memastikan korbannya sudah tak bernyawa, pelaku menggunakan senapan angin yang sudah dibawanya dan ditembakan ke arah korban.

"(Senjata) Dia bawa dari awal. Jadi senapan anginnya disandang, goloknya disarungkan di pinggang di bawah," katanya.

Setelah kedua targetnya tewas, pelaku memasukkannya ke dalam mobil milik bosnya kemudian dibuang ke wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Sakit Hati

MA dan P berasal dari Pakistan. MA sudah menjadi WNI sementara P masih WNA.

Kapolres mengungkapkan pemicu terjadinya aksi pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati.

"Jadi si pelaku sering dituduh mencuri, kemudian sering dimarahi dan itu menimbulkan sakit hati oleh pelaku sehingga berniat untuk melakukan pembunuhan," ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Kasus Penganiayaan Pasangan Suami Istri di Bekasi, Keluarga Yakini Sebagai Pembunuhan

Adapun aksi pembunuhan itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB yang menjadi peristiwa berdarah di malam ke-11 bulan suci Ramadhan 2026.

Dengan kondisi dipenuhi rasa emosi dan gelap mata, korban dihabisi nyawanya oleh pelaku menggunakan senjata tajam jenis golok.

"Untuk korban laki-laki terdapat dua sayatan, dua bacokan di leher, kemudian untuk yang istri bersangkutan ada lima bacokan di leher dan di kepala," katanya.

 

dan

 Motif Pembunuhan Pasutri Pakistan di Puncak Bogor Jasadnya Dibuang ke Bandung, Pelaku Sakit Hati  

Baca Lebih Lanjut
Kejinya MH Karyawan Bunuh Bosnya Pasutri Asal Pakistan di Bogor, Pakai Golok dan Senapan Angin
Weni Wahyuny
Pengakuan Keji Pelaku Pembunuhan Pasutri Asal Pakistan, Ternyata Anak Buah Korban
Khistian Tauqid
Bos Toko Rempah Asal Pakistan di Bogor Dihabisi Karyawan, Pelaku Sakit Hati Dituduh Mencuri
Erik S
Tampang Pembunuh Pasutri Pakistan yang Tinggal di Puncak Bogor, Pelaku Ternyata Karyawan Korban
Khairunnisa
Pasutri Ditemukan Mengenaskan, Suami Meninggal Istri Kritis, Diduga Korban Upaya Pembunuhan
Muslimah
Hujan dan Angin Terjang Rumah Warga di Sukajaya, Bogor
Tim TribunTrends
Kronologi Dugaan Pembunuhan di Rumah Mewah Bekasi, Suami Tewas dan Istri Kritis
Weni Wahyuny
Selidiki Kasus Pembunuhan Pasutri di Bekasi, Polisi Periksa Lima Saksi
Hironimus Rama
Puting Beliung Terjang Toko Roti di Maros, Atapnya Timpa Masjid dan Rumah Warga
Alfian
Warga Negara Pakistan yang Tinggal Bogor Ditemukan Tewas di Bandung, Pelaku Telah Diamankan
Khairunnisa