TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tiga ogoh-ogoh dari Kecamatan Kuta Selatan (Zona 7) telah tiba di area Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, Selasa 3 Maret 2026.
Ketiga ogoh-ogoh tersebut akan mengikuti lomba dalam ajang Badung Caka Fest 6-8 Maret 2026.
Ketiganya adalah ogoh-ogoh karya, ST Bhakti Darma, Desa Pecatu, ST Bhuwana Kusuma, Kelurahan Benoa, dan ST Astiti Yoga Sentana, Kelurahan Benoa.
Menariknya, para sekaa teruna ini sampai menempuh 12 jam untuk membawa ogoh-ogoh dari Badung Selatan menuju Puspem Badung.
Baca juga: 15 Ogoh-ogoh Terbaik Jembrana Tampil di Parade, Perebutkan Hadiah Rp60 Juta
Dari pantauan Tribun Bali di lokasi hingga kemarin sore, baru tiga ogoh-ogoh yang tiba dari 21 ogoh-ogoh yang mengikuti lomba.
Ketiga ogoh-ogoh tersebut terbungkus rapi untuk menghindari kerusakan, apalagi saat di perjalanan diterjang hujan deras.
Ketua ST Bhuwana Kusuma, Banjar Peken Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, I Wayan Ananda Pranata Kusuma saat ditemui mengatakan, proses pemindahan ogoh-ogoh dari banjar dilakukan mulai pukul 20.00 Wita.
Kemudian mereka berangkat bersama dua sekaa teruna lainnya sekitar pukul 21.00 Wita.
Proses pemindahan ogoh-ogoh ke atas towing pun mengalami sedikit kendala. Hal ini lantaran bambu yang menyangga patah, sehingga posisinya tidak dapat direbahkan, namun hanya dengan posisi miring.
“Pengiriman ogoh-ogoh ini pun cukup lama, yakni sekitar 12 jam lantaran banyak rintangan di jalan.
Pihaknya menyebutkan, proses pengiriman ogoh-ogoh ini sedikit lebih lancar dibanding tahun sebelumnya.
Namun dirinya mengaku masih ada rintangan seperti ranting pohon perindang dan kabel yang menggantung terlalu rendah. Ranting pohon perindang pun dipotong sendiri oleh sekaa teruna di Jalan Imam Bonjol.
“Akhirnya kabel masih kena di ogoh-ogohnya. Sampai kemudian ogoh-ogohnya patah di tangan karena kena kabel kemarin,” jelasnya.
Dalam proses pengiriman ogoh-ogoh ini, Ananda mengaku, dibantu oleh seluruh krama Banjar Peken, Pecalang, Camat Kuta selatan, Satpol PP, dan pihak kepolisian.
Untuk anggaran sendiri khusus pengangkatan diperkirakan sebesar Rp 5 juta.
“Sewa towingnya Rp 2 juta untuk ke sini. Dan juga makan, minum, dan juga peralatan yang lainnya,” terangnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, ogoh-ogoh yang dibuat berjudul Manutur yang diangkat dari cerita di lama yang berkembang di masyarakat.
Ogoh-ogoh ini dibuat dengan biaya yang sekitar Rp 296 juta, dari beberapa dana yang dihasilkan
“Jadi ratusan juta itu dari dana bantuan Pemkab Badung, penjualan baju, dan sumbangan lainnya. Semua ini hitungan kita per tanggal 21 Februari 2026, yakni sekitar Rp 201 juta masuk kas sudah habis. Dan juga ada beberapa barang yang belum dibayar sebesar Rp 95 juta. Jadinya totalnya Rp 296 juta,” tandasnya. (gus)
“Sewa towingnya Rp 2 juta untuk ke sini. Dan juga makan, minum, dan juga peralatan yang lainnya,” terangnya.Lebih lanjut ia menyampaikan, ogoh-ogoh yang dibuat berjudul Manutur yang diangkat dari cerita di lama yang berkembang di masyarakat.
Ogoh-ogoh ini dibuat dengan biaya yang sekitar Rp 296 juta, dari beberapa dana yang dihasilkan
“Jadi ratusan juta itu dari dana bantuan Pemkab Badung, penjualan baju, dan sumbangan lainnya. Semua ini hitungan kita per tanggal 21 Februari 2026, yakni sekitar Rp 201 juta masuk kas sudah habis. Dan juga ada beberapa barang yang belum dibayar sebesar Rp 95 juta. Jadinya totalnya Rp 296 juta,” tandasnya. (gus)