TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah kronologi warga pesisir Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), temukan paus sperma terdampar, Selasa (3/3/2026) pagi.
Mamalia laut raksasa dengan nama ilmiah physeter macrocephalus tersebut, ditemukan dalam kondisi mati dengan luka-luka serius di sekujur tubuhnya.
Selengkapnya, urutan kronologi penemuan paus sperma berdasarkan laporan yang diterima dari polisi.
Awalnya, bangkai paus pertama kali terlihat oleh warga di perairan pantai Desa Totobo sekitar pukul 07.30 Wita.
Berdasarkan estimasi awal, paus berwarna abu-abu gelap tersebut memiliki panjang tubuh kurang lebih 10 meter.
Baca juga: Paus Sperma 8 Meter Belum Dievakuasi Usai Viral Terdampar di Pesisir Kolaka Sulawesi Tenggara
Saat ditemukan, posisi paus berada tidak jauh dari bibir pantai, tapi belum mendapatkan penanganan medis atau evakuasi dari pihak terkait hingga pukul 08.00 Wita.
Dalam rekaman amatir yang beredar di media sosial, kondisi satwa vertebrata berdarah panas yang dilindungi ini tampak sangat memprihatinkan.
Terdapat sejumlah luka fisik yang mencolok, banyak bekas goresan panjang di sepanjang kulit tubuhnya.
Aliran darah segar terlihat keluar dari area mulut dan beberapa bagian tubuh lainnya, hingga mengubah warna air di sekitar bangkai menjadi kemerahan.
"Ini paus ditemukan sudah dalam kondisi mati," ujar Kasi Humas Polres Kolaka, Iptu Dwi Arif, Selasa malam.
Sejumlah warga dan petugas setempat segera mendatangi lokasi.
Baca juga: Video Viral Paus Sperma Terdampar di Pesisir Kolaka Sulawesi Tenggara, Luka Gores dan Berdarah
Mereka tampak mendekat untuk mendokumentasikan kejadian tersebut.
Namun, proses pemantauan sempat terkendala oleh faktor alam.
Kondisi air laut yang mulai naik menyulitkan pergerakan di sekitar bangkai.
Cuaca buruk di lokasi memicu kekhawatiran keselamatan warga.
Warga sempat diimbau untuk menjauh dari air karena bau darah paus dikhawatirkan akan memancing datangnya hiu-hiu kecil ke area permukiman.
"Ayo, ayo kita naik, angin sudah kencang, air juga mulai pasang, jangan sampai ada hiu-hiu kecil," ujar warga dalam rekaman video tersebut.
Untuk diketahui, Kecamatan Pomalaa dapat ditempuh melalui jalur darat naik motor atau mobil dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Jaraknya sekira 170 kilometer (km) atau menempuh perjalanan 5-6 jam berkendara motor atau mobil. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)