Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Produsen kue kering di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, kebanjiran pesanan jelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Pemilik usaha kue kering, Krisnawati, mengungkapkan permintaan sudah membeludak bahkan jauh sebelum bulan Ramadan dimulai.
Tingginya minat pembeli membuat dirinya terpaksa menutup pemesanan lebih awal.
"Pesanan sudah kami tutup karena jumlahnya sangat banyak. Bahkan sebelum puasa sudah ramai,” ujarnya saat ditemui di lokasi produksi.
Berbagai varian kue kering diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
Baca juga: Cerita Penjual Sate Padang Ajo Pariaman Karanganyar yang Justru Alami Penurunan Omzet di Bulan Puasa
Di antaranya nastar, palm cheese, hingga banana cookies.
Namun, varian yang paling menyita perhatian adalah nastar klepon.
Inovasi tersebut terbilang unik karena memadukan konsep kue tradisional klepon dengan kue kering jenis nastar.
Jika klepon biasanya bertekstur kenyal dengan isian gula merah cair, di tangan Krisnawati diubah menjadi kue kering berwarna hijau dengan isian selai nanas layaknya nastar pada umumnya.
“Ide ini awalnya muncul saat saya ikut lomba membuat kue kering. Saya coba berinovasi dengan nastar klepon karena belum ada yang buat. Untuk isiannya tetap sama seperti nastar biasa, pakai selai nanas,” jelasnya.
Dalam satu periode Ramadan tahun ini, Krisnawati mampu memproduksi hingga 2.000 toples kue kering.
Meski begitu, jumlah tersebut justru lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.000 hingga 4.000 toples.
Ia mengaku sengaja mengurangi jumlah produksi karena khawatir kewalahan memenuhi pesanan.
Proses produksi dimulai sejak awal Ramadan dan berlangsung selama kurang lebih tiga pekan.
Baca juga: Bermula dari Ide Klaten Perlu Oleh-oleh Khas, Tamara Hidupkan Lagi Usaha Roti Semir Milik Sang Buyut
“Alhamdulillah tahun ini produksi sekitar 2.000 toples. Sekali produksi bisa mencetak 100 sampai 125 toples, dibantu lima karyawan,” katanya.
Selain nastar klepon, varian lain yang cukup diminati adalah banana cake, kue kering berbentuk pisang dengan hiasan cokelat cair di bagian atasnya.
Tak hanya menjual per toples, usaha kue kering tersebut juga menyediakan paket hampers untuk kebutuhan Lebaran.
Harga satu toples kue kering dibanderol mulai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu.
Sedangkan paket hampers dijual mulai Rp 100 ribu per paket.
Permintaan kue kering tidak hanya datang dari wilayah Boyolali dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di Soloraya seperti Wonogiri, Karanganyar, dan Klaten.
Bahkan pesanan juga mengalir dari luar daerah seperti Yogyakarta, Jawa Barat hingga Jakarta.
Baca juga: INFO Tempat Ngabuburit dan War Takjil di Sukoharjo, Digelar Mulai 21 Februari-19 Maret 2026! Yuk Cus
(*)