TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Seorang nenek bernama Nur Aini (58) warga Desa Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang diduga ditelantarkan pihak keluarga di Rumah Sakit Grand Med Lubuk Pakam.
Setelah diantar ke ruangan IGD pihak keluarga langsung menghilang. Kondisi Nur Aini sendiri saat ini sedang kritis di ruang ICU.
Informasi yang dihimpun dari Rumah Sakit Grand Med, Nur Aini dibawa pihak keluarga pada, Minggu (3/1/2026) sekira pukul 00.14 WIB.
Saat itu ada tiga orang yang mengantarkan sampai ke ruangan IGD, termasuk seorang perempuan bernama Roseli.
Dari administrasi pendaftaran Roseli mengaku sebagai sepupu dan sempat menuliskan nomor hp nya di form pendaftaran pasien.
Humas RS Grand Med Lubuk Pakam, Emra Sinaga membenarkan Nur Aini adalah pasien yang diduga ditelantarkan oleh pihak keluarganya.
Disebut pihaknya sudah mencari-cari siapa pihak keluarga pasien. Nomor yang sempat dibuat di form pendaftaran pasien juga sudah dihubungi.
"Jadi saat kita hubungi nomor yang sempat dituliskan teryata orang yang dihubungi tidak kenal. Ya kita duga nomor yang dituliskan sengaja bukan nomor pribadi tapi nomor orang lain. Kita berharap pihak keluarga bisa datang karena kondisi pasien makin memburuk di ruang ICU," ujar Emra, Selasa (3/3/2026).
Emra bilang setelah melakukan pendaftaran pihak keluarga langsung menghilang. Sebelum pergi sempat dititipkan KTP pasien.
Dari sisi pembiayaan Emra menegaskan semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan karena pasien terdaftar sebagai peserta aktif.
"Yang kita tunggu nurani dari keluarga bagaimana pun ini kekuarga dan orangtua tolong datang ke sini. Biaya gak ada masalah karena ditanggung BPJS Kesehatan. Kalau sakitnya itu ada infeksi paru dan terjadi penurunan kesadaran," kata Emra.
Informasi lain didapatkan, saat hari pertama masuk ke ruangan ICU pasien masih sempat bisa diajak komunikasi oleh perawat.
Saat itu pasien mengaku punya anak 1 seorang perempuan dan tinggal di Bandung. Dari identitas yang tertera pasien juga tercatat kelahiran Bandung.
Sementara itu Kepala Desa Hamparan Perak, Helmi membenarkan Nur Aini adalah warganya. Namun demikian disebut sudah lama Nur Aini tidak lagi tinggal di desanya.
Setelah beberapa tahun lalu suaminya meninggal Nur Aini pun pergi dari desa dan tidak diketahui tinggal dimana.
"Dulu dia tinggal di Dusun I. Suaminya sudah meninggal dan dia tidak ada anak. Dulu dia itu istri kedua. Keluarga suaminya itu pun nggak banyak dan sudah meninggal juga. Kita nggak tahu selama ini ibu itu tinggal dimana," kata Helmi.
(dra/tribun-medan.com)