TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Toko SGP Toys di Jalan Cendrawasih, Makassar, diserbu warga yang ingin membeli senjata mainan jenis tembak jelly atau gel blaster, Senin (2/3/2026).
Mainan tersebut merupakan senjata mainan dengan peluru berbahan gel yang belakangan viral dan digandrungi anak-anak, remaja, hingga pemuda di Kota Makassar.
Namun, kekecewaan harus diterima para pembeli yang datang dari berbagai wilayah di Makassar.
Stok tembak jelly yang mereka cari ternyata telah habis sejak Minggu lalu.
“Dari kemarin sore kosong,” ujar salah satu karyawan SGP Toys kepada Tribun-Timur.com.
Karyawan lainnya menyebut permintaan tembak jelly memang meningkat tajam selama Ramadan.
“Alhamdulillah sangat ramai selama Ramadan ini,” ucapnya.
Baca juga: Viral Konvoi Pemuda Bersenjata Mainan di Bone Berakhir Ditangkap Polisi
Ia menambahkan, kemungkinan stok baru akan tersedia pada Selasa sore, meski belum dapat dipastikan.
“Tapi itu juga belum pasti, karena tergantung kedatangan barang,” katanya.
Zaki (15), remaja asal Jalan Onta, mengaku SGP Toys merupakan toko kedua yang ia datangi.
Sebelumnya, ia juga mencari di salah tokoh mainan di Jalan Kakatua, namun hasilnya sama, stok kosong.
“Dari Kakatua tadi cari, tapi tidak ada juga,” ujarnya.
Zaki mengaku tertarik membeli tembak jelly karena di lingkungannya sedang ramai permainan perang-perangan menggunakan mainan tersebut.
Ia pun berencana melanjutkan pencarian ke Grand Toserba di kawasan Tanjung Bunga.
Sebagai mainan yang tengah populer, harga tembak jelly tergolong cukup mahal.
Harganya berkisar mulai Rp135 ribu untuk tipe termurah hingga Rp635 ribu untuk varian termahal.
“Enak kalau tembak jelly, tidak susah kokang dan juga lebih aman pelurunya kalau kena, karena terbuat dari air, langsung hancur kalau kena badan,” jelas Zaki.
Sementara itu, sejumlah pembeli lain yang tak ingin pulang dengan tangan kosong memilih membeli senjata mainan berpeluru plastik sebagai alternatif.
Harganya lebih terjangkau, mulai Rp15 ribu hingga Rp85 ribu.
Namun, jenis ini dinilai lebih berisiko karena pelurunya berbahan plastik dan membutuhkan tenaga ekstra untuk mengokang setiap kali akan menembak.
"Daripada tidak ada, baru mau sekali juga ikut," kata Putra dari Barombong. (*)
Sementara itu, sejumlah pembeli lain yang tak ingin pulang dengan tangan kosong memilih membeli senjata mainan berpeluru plastik sebagai alternatif.
Harganya lebih terjangkau, mulai Rp15 ribu hingga Rp85 ribu.
Namun, jenis ini dinilai lebih berisiko karena pelurunya berbahan plastik dan membutuhkan tenaga ekstra untuk mengokang setiap kali akan menembak.
"Daripada tidak ada, baru mau sekali juga ikut," kata Putra dari Barombong. (*)