TRIBUNJAMBI.COM - Fenomena 'Juru Parkir Sultan' asal Jambi yang memamerkan liburan di Paris kini memasuki babak baru.
Pria di balik akun TikTok @raja.petirz tersebut akhirnya buka suara menanggapi keraguan publik dan hasil analisis digital yang menyebut videonya sebagai rekayasa Kecerdasan Buatan (AI).
Meski aplikasi pemindai truthscan.com menunjukkan probabilitas AI sebesar 90 persen pada visualnya, sang pemilik akun membantah keras temuan tersebut.
Baginya, keriuhan netizen yang meragukan keberadaannya di bawah Menara Eiffel justru menjadi hiburan tersendiri.
"Asli itu kak, cuma tanggapan orang aja beragam, maka saya gak begitu open hanya senyum lihat komen teman-teman itu.. saya anggap lucu," tegasnya melalui pesan singkat di TikTok kepada Tribunjambi.com, Sabtu (28/2/2026).
Perdebatan Panas di Jagat Maya
Unggahan yang viral di akun Instagram @kabarjambiupdate pun menjadi medan tempur opini.
Sebagian netizen tetap skeptis dan yakin bahwa kecanggihan teknologi telah mengelabui mata awam.
"AI ni lorr, pasatin nian baek-baek (Lihat baik-baik)," tulis akun @nan**.
Komentar lain senada, menyebut bahwa "AI benar-benar luar biasa tipu dayanya."
@wir*** meragukan kemampuan admin dalam membedakan teknologi, "Betul, spoken-nya kan sudah jelas, apa adminnya ga bisa bedakan video dan suara hasil AI?"
Baca juga: Juru Parkir Jambi Liburan ke Paris Viral, Real atau Hasil AI?
Baca juga: Sindikasi Bank Kucurkan Rp13,6 Triliun untuk Tol Utama Menuju Jambi
@ban*** menimpali dengan nada bercanda, "Admin-nya baru datang dari FB Pro Bang @wiradi.ka keknyo."
@spm*** dan @int*** juga sepakat dengan teori rekayasa digital, "Mungkin ini video AI..." dan "AI benar-benar luar biasa tipu dayanya."
Namun, di tengah tudingan miring, muncul sisi lain yang mengejutkan mengenai sosok juru parkir di resto mi populer kawasan Mayang ini.
Seorang netizen mengungkap bahwa profesi juru parkir hanyalah cara pria tersebut mengisi waktu luang.
"Pernah ngobrol sama abangnya, dan beliau cerita kalau beliau lulusan S2. Jadi tukang parkir di Gacoan karena nyari tambahan dan memenuhi waktu senggang, karena beliau juga punya pekerjaan utama," tulis akun @ema***.
Kisah ini pun memancing beragam reaksi emosional lainnya:
@dau*** merasa minder, "Saya yg toke beras aja blm pernah liburan ke paris."
@abd*** memberikan apresiasi terhadap solidaritas warga Sumatera, "Menyala Sumatera ku kita hanya kurang ilmu aja kalo adab dan pertemanan sudah sangat pro."
@rez*** mengingatkan untuk tidak menghakimi, "Rejeki dak ad yg tau. Jangan mengukur rejeki org dgn pekerjaan."
Baca juga: Truk Tabrak 5 Kendaraan dari Kasang Berakhir di Palmerah Jambi, Korban 1 Wanita
Baca juga: Kasus Penipuan di Muaro Jambi Berakhir Damai, Pelaku Ganti Kerugian Korban
Bahkan @d_r*** bergurau ingin beralih profesi, "Aku mau juga jadi tukang parkirnya mie gacoaaannnn."
Kisah ini pun bergeser dari sekadar validasi lokasi liburan menjadi diskusi tentang rezeki. Beberapa netizen mengingatkan untuk tidak memandang sebelah mata profesi seseorang.
"Rejeki dak ad yg tau. Jgn mengukur rejeki org dgn pekerjaan," tulis @rez***.
Antara lulusan S2, juru parkir, dan perjalanan ke Paris, @raja.petirz telah sukses menciptakan percakapan hangat di Jambi.
Entah itu murni hasil kerja keras atau keajaiban algoritma, sang "Raja Petir" kini tetap asyik menikmati musim semi di Paris—atau mungkin, hanya asyik tersenyum melihat kolom komentarnya yang meledak. (*)
Baca juga: Pengurus Masjid Raya Magat Sari Sediakan Ratusan Porsi Buka Puasa
Baca juga: Cara Daftar Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Ada Program Dalam dan Luar Negeri
Baca juga: Sindikasi Bank Kucurkan Rp13,6 Triliun untuk Tol Utama Menuju Jambi