TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Sebuah video berdurasi 56 detik yang diposting akun Tiktok @rumaysha mendadak viral dan kisahnya membuat penasaran warganet.
Dalam video tersebut terlihat sepeda motor Scoopy berwarna putih pink tergeletak di tengah hutan.
Warga yang berada di lokasi tampak kebingungan menyaksikan keberadaan kendaraan itu.
Pada bagian caption, tertulis "Kronologi orang dibawa lampor dari Purbalingga sampai Wonosobo".
Baca juga: Jadwal Lengkap Festival Balon Mudik Lebaran 2026 di Wonosobo, Mulai 22 Maret di 23 Titik
• Geger Fenomena Piringan Awan di Gunung Slamet Pemalang, Pertanda Musibah?
• "Tidak Ada Jejak Rem" Truk Tronton Tabrak 3 Rumah di Pakis Magelang, Sopir Tewas
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Kebondalem, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Kamis (26/2/2026) sore.
Seorang pemuda bernama Tedy, warga Karangaren, Kabupaten Purbalingga ditemukan dalam kondisi linglung di area ladang milik warga.
Menurut keterangan warga, kejadian bermula saat seorang ibu yang sedang beraktivitas di ladang didatangi pria tak dikenal yang muncul secara tiba-tiba.
Merasa takut dan khawatir terjadi tindak kejahatan dan mengiranya begal, dia segera meminta pertolongan.
Warga yang datang kemudian mengamankan Tedy dan membawanya ke permukiman untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Seusai salat tarawih, Tedy selanjutnya dibawa ke Pos Ronda RT 03 Kebondalem untuk dimintai keterangan.
Ahmad Ihsanudin, warga setempat menuturkan, kondisi Tedy saat pertama kali diamankan terlihat tidak seperti orang pada umumnya.
“Teddy menggigil, sepertinya habis kehujanan. Pakaiannya basah dan kotor."
"Dia kelihatan bingung seperti ketakutan atau tertekan,” ujar Ahmad Ihsanudin, Jumat (27/2/2026).
Dia menyebutkan, malam itu merupakan jadwal ronda rutin. Namun perhatian warga terpusat pada keberadaan pemuda tersebut.
“Harusnya jadwal ronda biasa, tapi di pos sudah ramai karena ada pemuda asing. Akhirnya piket ronda malah fokus ke Teddy karena dia kelihatan kesasar,” katanya.
Setelah diberi makan dan minum, kondisi Tedy berangsur membaik. Dia mulai dapat diajak berbincang dengan lebih tenang.
Dari percakapan itu, identitas lengkapnya akhirnya diketahui, termasuk nama orangtua dan alamat rumahnya di Purbalingga.
Meski demikian, keterangan yang disampaikannya masih membingungkan warga.
Dia berulang kali meminta warga membantu mencari motornya yang disebut hilang.
Dia juga sempat menyampaikan bahwa motornya kehabisan bensin serta mengutarakan hal-hal yang sulit dipahami warga.
Tedy bahkan dua kali menunjukkan lokasi yang sama di lereng pinggir jalan arah perumahan Kebondalem sebagai titik keberadaan motornya.
Namun pencarian yang dilakukan malam itu belum membuahkan hasil.
Sekira pukul 01.30, Jumat (27/2/2026), orangtua Tedy tiba di Kebondalem setelah dihubungi perangkat dusun.
Saat bertemu keluarganya, Tedy terlihat menunduk sambil menggenggam erat kunci motor dan berkata lirih, “motore ilang".
Baca juga: Bupati Wonosobo Targetkan Ramadan Zero Petasan, Bakal Rutin Operasi
• Pemkot Semarang Tambah Jangkauan Sekolah Swasta Gratis Jadi 133 Sekolah
Keterangan dari pihak keluarga justru menambah tanda tanya.
Tedy disebut berangkat dari rumah di Purbalingga sekira pukul 16.30.
Dia pergi dengan alasan mencari takjil untuk berbuka puasa.
Namun dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, dia sudah berada di Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo.
Hal lain yang turut membuat warga heran adalah waktu tempuh perjalanan Tedy.
Dia disebut berangkat dari Purbalingga sekira pukul 16.30, namun dalam rentang waktu yang relatif singkat sudah ditemukan berada di Mojotengah.
Padahal jika ditempuh menggunakan motor, perjalanan dari Purbalingga ke Wonosobo umumnya memakan waktu sekira tiga jam.
Keesokan paginya, warga kembali melakukan pencarian di titik yang sebelumnya ditunjukkan.
Di luar dugaan, motor miliknya benar-benar ditemukan di lereng yang cukup curam, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.
Yang menjadi perhatian, motor tersebut berada di tengah area hutan dan tidak ditemukan bekas roda maupun jejak kendaraan menuju lokasi tersebut.
Disebut-sebut, peristiwa yang terjadi bertepatan dengan malam Jumat Kliwon yang memunculkan beragam spekulasi.
Sebagian warga mengaitkannya dengan kisah Lampor, fenomena dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang diyakini muncul pada waktu-waktu tertentu.
Meski berbagai dugaan bermunculan, hingga kini belum ada keterangan resmi yang dapat menjelaskan rangkaian kejadian tersebut secara logis. (*)