TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Angin puting beliung menerjang toko roti dan rumah makan Azzahra di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (27/2/2026) siang.

Peristiwa yang terjadi di jalur poros Maros–Pangkep, Trans Sulawesi itu mengakibatkan atap bangunan seluas kurang lebih 200 meter persegi itu terangkat.

Atap toko roti terbang sejauh sekitar 30 meter.

Material atap yang tersapu angin bahkan menyeberang jalan hingga menimpa area masjid dan sebuah rumah panggung milik warga.

Dalam video amatir warga, nampal detik-detik angin kencang berputar mengangkat bagian atap lantai tiga bangunan tersebut.

Dalam video tersebut terlihat pusaran angin datang dari arah timur dan secara tiba-tiba menyapu bagian atas bangunan.

Peristiwa itu terjadi sesaat sebelum hujan turun deras di kawasan tersebut.

Saat kejadian, sejumlah karyawan tengah bersiap menunaikan salat Jumat, sementara lainnya sedang beristirahat di dalam bangunan.

Baca juga: Puting Beliung Terjang Lapangan Andi Makkasau Parepare Porak-poranda Tenant UMKM

Komisaris PT Azahra Group, Rusman, mengatakan angin berputar sangat cepat dan hanya berlangsung singkat.

"Anginnya berputar, puting beliung. Cuma sebentar sekali. Pas atap terbang dan jatuh, anginnya langsung berhenti,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, satu orang karyawan mengalami luka ringan setelah terkena rangka besi atap yang terlepas.

“Ada salah satu teman yang tergores kena besi rangka plafon," bebernya.

Bangunan toko roti dan rumah makan yang diketahui baru selesai dibangun itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian lantai tiga.

Sementara itu, bangunan masjid dan rumah warga yang tertimpa material atap rusak pada bagian atap dan dinding luar.

Warga bersama karyawan terlihat bergotong royong membersihkan puing dan material bangunan yang berserakan di tepi jalan.

Selain merusak bangunan, angin puting beliung juga menyebabkan sejumlah tiang dan jaringan listrik milik PLN mengalami kerusakan.

Akibatnya, terjadi pemadaman listrik di sekitar lokasi kejadian.

Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga Jumat sore, warga masih melakukan pembersihan sambil menunggu perbaikan jaringan listrik dan penanganan lanjutan dari pihak terkait.

Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, mengatakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terdapat kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Sulawesi Selatan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Selain Kabupaten Maros, wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat diantaranya Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.

Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.

Potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang. 

"Masyarakat di lokasi yang disebutkan dalam peringatan dini perlu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana yang bisa terjadi,” bebernya.

Tak hanya di daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.(*)

 

Baca Lebih Lanjut
BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Akibat Puting Beliung Terjang Pasar Smart Pasangkayu
Nurhadi Hasbi
DISAPU Angin Puting Beliung, Merajan Dadia di Banyubiru Jembrana Rusak!
Anak Agung Seri Kusniarti
Lampung Dilanda Banjir hingga Angin Puting Beliung
Daniel Tri Hardanto
Kualitas Beras Turun akibat Banjir dan Puting Beliung di Lampung    
Soni yuntavia
Angin Kencang Terjang Jombang, Pohon Tumbang Merusak Rumah Warga
Torik Aqua
5 Wilayah di Lampung Terdampak Hujan Angin, Pohon Tumbang hingga Banjir
Robertus Didik Budiawan Cahyono
Cegah Roti Kadaluwarsa Beredar di Toko dan Pasar, Diskumindag Rutin Lakukan Pengawasan
Try Juliansyah
114 Rumah di Tiga Kecamatan di Banyumas Rusak akibat Cuaca Ekstrem, Terbanyak di Cilongok
Rika irawati
5 Kecamatan Terendam, 3.500 Warga Maros Terdampak Banjir
Sukmawati Ibrahim
Sembunyi di Kloset Duduk, Ular Sepanjang 1,5 Meter Dievakuasi Damkar Maros
Sukmawati Ibrahim