SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Sebuah video yang menunjukkan aksi sejumlah emak-emak wali murid mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur viral di media sosial.
Paket MBG yang dikembalikan itu merupakan paket yang dibagikan di hari pertama sekolah pada bulan Ramadan di Kabupaten Lamongan diwarnai aksi protes.
Para emak emak itu mengembalikan paket MBG karena dinilai tidak layak dan tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan.
Aksi penolakan ini salah satunya diduga terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan.
Baca juga: IDSD Lamongan 2025 Tembus 3,81, Bupati Yuhronur: Lampaui Rata-rata Nasional
Para emak-emak wali murid mendatangi lokasi untuk melayangkan protes langsung sambil membawa kembali tumpukan wadah plastik berisi makanan.
Dalam rekaman video yang beredar, seorang wali murid tampak menunjukkan kekecewaannya terhadap kualitas pengolahan makanan.
Ia menyoroti salah satu menu pendamping berupa olahan kentang yang dinilai asal - asalan.
"Ini kulit kentangnya tidak dikupas. Bahkan di rumah saja masih ada . Soalnya anggaran 15 ribu kok hasilnya begini," ujar salah satu wali murid saat menyerahkan kembali paket makanan tersebut kepada petugas, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Dukung Program MBG, SPPG Keduyung Lamongan Gandeng BUMDes Suplai Telur
Kekecewaan pada menu MBG di Lamongan ini tidak hanya terjadi di Karangbinangun.
Berdasarkan pantauan SURYA.CO.ID di lapangan, keluhan serupa muncul di beberapa titik lainnya seperti Kecamatan Lamongan dan Kecamatan Sukodadi.
Di wilayah tersebut, paket MBG dilaporkan hanya berisi satu buah pisang, satu butir telur, satu kotak susu, dan satu jenis jajanan, yang dianggap jauh dari standar makan bergizi untuk anak sekolah.
Sekda Lamongan yang juga Ketua Satgas MBG Lamongan , Mohammad Nalikan menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai ketidakpuasan masyarakat di sejumlah kecamatan.
"Laporan sudah saya terima dari beberapa kecamatan. Tim kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan masalah ini telah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sesuai dengan kewenangan tugas satgas," ujar Nalikan.