SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Rendy Kurniawan (16), seorang siswa SMK PGRI Sukodadi, menunjukkan aksi kepedulian luar biasa sebagai menjadi orang pertama yang mengevakuasi tiga korban tenggelam di Waduk Menongo, Lamongan, Jawa Timur.
Di saat warga di lokasi kejadian belum ada yang berani terjun ke air, Rendy dengan sigap langsung menyelam dan berhasil menemukan seluruh jasad korban.
Keberanian tulus putra pasangan Ramelan dan Ratna Susanti ini pun mendapat apresiasi langsung dari anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo, yang mendatangi sekolahnya pada Senin (23/2/2026).
Rendy menemukan tiga korban meninggal dunia akibat tenggelam di Waduk Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan pada Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Kronologi 3 Bocah Perempuan Tewas di Waduk Menongo Lamongan, Niat Tolong Teman Ikut Tenggelam
Aksi Rendy seminggu lalu itu menjadi perhatian anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo.
Lantas Purnomo, memberikan apresiasi atas keberanian dan kepedulian siswa tersebut.
“Kami perlu mengapresiasi tindakan cepat dan kepedulian siswa yang terjun menyelam dan menemukan tiga korban yang masing - masing hanya jedah rata-rata 4 menit," kata Purnomo usai menemui Rendy di sekolah pada kegiatan Ramadhan, Senin (23/2/2026).
Rendy dinilai sebagai siswa yang punya keperdulian tinggi. Ia sangat membantu proses evakuasi dan penanganan di lokasi.
Menurut Purnomo, peran aktif masyarakat, termasuk para pelajar, sangat penting dalam membantu tugas kepolisian, terutama dalam situasi darurat seperti yang terjadi dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: 3 Hari Diguyur Hujan, 2 Waduk di Lamongan Meluap, Puluhan Rumah dan Ratusan Hektare Padi Terendam
Terhadap aksi berani itu, Purnomo mengganjar Rendy dengan memberikan bantuan uang.
"Saya temui dan bantuan itu saya serahkan sendiri pada Rendy. Yakini niat baik Rendy akan membawanya pada rencana baik Allah," kata Purnomo.
Seperti dikisahkan Rendy pada Purnomo yang mendatanginya di sekolah SMK PGRI Sukodadi, penemuan itu bermula saat Rendy mendengar informasi ada korban tenggelam di Waduk Menongo, Kecamatan Sukodadi dari seorang temannya.
Mendengar itu, Rendy langsung tancap gas mengemudikan sepeda motornya menuju waduk tempat insiden terjadi.
Baca juga: Tangis Haru Ibu Muntama Bertemu Ipda Purnomo Saat Memanggul Rongsokan dan Diberi Rezeki Ramadhan
"Saya tidak pikir apa-apa. Saya hanya ingin menolong saja," katanya saat ditemui Purnomo.
Tiba di lokasi, Rendy mendapati belum ada yang terjun ke waduk mencari korban.
Spontan Rendy langsung menceburkan diri, dan kali pertama masuk waduk kakinya menyenggol salah seorang korban.
Setelah didekati, dan langsung menyelam mengevakuasi korban, Rendy tercengang mengetahui ada tiga anak yang tenggelam.
Rendy pun kembali menyelam dan menemukan seorang korban lagi, begitu selanjutnya sampai ditemukan korban ketiga.
Baca juga: Ketulusan Ipda Purnomo Sisihkan Rp11 Juta Gaji Pribadi Demi Bantu 39 Guru PPPK Putus Kontrak
"Korban kedua saya temukan selang empat menit, dan empat menit kemudian korban ketiga, " kata Rendy.
Rendy mengaku senang bisa membantu menemukan ketiga korban dengan cepat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar waduk maupun perairan terbuka, terutama saat kondisi air dalam atau cuaca tidak menentu.
Insiden tiga bocah perempuan ditemukan tewas tenggelam di waduk Menongo bermula saat para korban sedang berjalan-jalan usai salat subuh, hingga salah satu dari mereka terpeleset ke dalam air.
Berniat tulus ingin menolong teman yang terjatuh, dua bocah lainnya justru ikut terseret ke dasar waduk karena tidak mahir berenang, sementara satu rekan mereka berhasil diselamatkan warga dalam kondisi trauma.
Korban meninggal dunia masing-masing sebagai berikut:
1. Nuzulul Rizkiyah (13), warga Dusun Ngelo RT 02 RW 05 Desa Menongo
2. Rizki Zainah Habibah (9), warga Dusun Ngelo RT 02 RW 05 Desa Menongo
3. Ummu Kulsum Salsabila Habsah (6), warga RT 02 RW 04 Desa Menongo.
Adapun satu korban selamat yakni Aisyah Afika (11) sedang menjalani perawatan di Puskesmas Sumberaji.
Menurut penuturan korban selamat, mereka awalnya hanya berjalan-jalan menuju waduk setelah salat subuh.
Namun setibanya di lokasi, salah satu korban terpeleset ke dalam air.
Dua korban lainnya berusaha memberikan pertolongan meskipun tidak bisa berenang, hingga akhirnya seluruhnya ikut tercebur.
"Korban selamat sempat berteriak meminta pertolongan sebelum diselamatkan warga," ungkap Kapolsek Sukodadi, Iptu Sokep, Selasa (17/2/2026).