TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, terdengar meluapkan emosinya usai timnya menelan kekalahan dari Dewa United pada lanjutan pekan ke-22 Indonesia Super League, Minggu (22/2/2026) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Insiden tersebut terjadi sesaat setelah Fabio menyelesaikan sesi wawancara pasca pertandingan atau post match.
Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, rangkaian post match diawali oleh kubu Borneo FC, yang dihadiri oleh Pelatih Kepala Fabio Lefundes, seorang asisten pelatih, dan satu orang pemain.
Fabio lebih dulu hadir di ruang konferensi pers untuk memberikan pernyataan terkait jalannya laga dan menjawab pertanyaan wartawan.
Sekitar lima menit setelah sesi Borneo FC selesai, giliran Dewa United yang menjalani post match.
Pada awal sesi, suasana berlangsung kondusif. Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyampaikan evaluasi pertandingan tanpa adanya gangguan.
Baca juga: Kronologi Tukang Ojek di Pandeglang Jadi Tersangka, Usai Bawa Penumpang Tewas Hantam Jalan Berlubang
Namun situasi mulai berubah ketika memasuki sesi tanya jawab dengan awak media.
Saat itulah suara Fabio Lefundes tiba-tiba terdengar meninggi dari arah dalam stadion, diduga dari area ruang ganti.
Teriakan tersebut cukup keras hingga terdengar jelas oleh para jurnalis serta jajaran tim pelatih Dewa United, sehingga sempat mengganggu jalannya sesi wawancara tim tuan rumah.
Situasi tersebut turut disinggung oleh pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink.
Pelatih asal Belanda itu melontarkan komentar bernada sindiran sebelum menjawab pertanyaan wartawan.
“Semoga dia tidak marah-marah ya setelah pertandingan,” ujar Riekerink, dengan nada bercanda.
Meski momen itu tidak berlangsung lama yakni sekitar 2 menit, namun hal itu memicu pertanyaan dari sejumlah awak media terkait penyebab Fabio meluapkan emosinya.
Meskipun dalam sesi wawancara sebelumnya, Fabio memang mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan.
Ia menyoroti sejumlah aspek, di antaranya kondisi lapangan dan keputusan wasit terkait tambahan waktu.
“Lapangan mungkin kurang bagus, dan menurut saya juga wasit saat memberikan tambahan waktu terlalu cepat. Mungkin dia bisa tambah sedikit lagi, cuma kita tidak bisa kontrol,” kata Fabio.
Kekalahan di pekan ke-22 tersebut membuat Borneo FC gagal meraih poin, dan untuk sementara bertengger di posisi ke tiga dengan 46 poin.
Kekalahan itu juga memperlebar jarak mereka menjadi dengan pemuncak klasemen Persib Bandung menjadi 4 poin.