Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Memasuki hari kedua bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, pedagang peci di kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mulai merasakan lonjakan penjualan dibandingkan hari biasa.
Salah seorang pedagang, Farid, mengaku suasana Ramadhan tahun ini membawa berkah tersendiri bagi lapaknya. Ia menyebut jumlah pembeli meningkat signifikan sejak beberapa hari menjelang puasa.
“Alhamdulillah saat ini baru dua hari puasa sudah mulai ramai dibandingkan hari biasa,” kata Farid saat ditemui Serambinews.com di lapaknya, di kawasan Jalan Mohammad Jam, Banda Aceh, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, perbandingan penjualan antara hari biasa dan bulan Ramadhan cukup jauh.
“Kalau hari biasa laku 10, tapi bulan Ramadhan bisa laku 50, misalnya gitu perbandingannya,” ujarnya.
Lonjakan penjualan itu turut mendongkrak omzet harian. Farid mengaku, pada hari biasa pendapatannya rata-rata sekitar Rp500-700 ribu per hari. Namun memasuki bulan puasa, omzetnya bisa meningkat menjadi Rp1 juta per hari, bahkan lebih.
Baca juga: Waktu Imsak dan Buka Puasa Hari Ini di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang 2 Ramadhan 1447 H
Farid menjual berbagai jenis peci dengan merek lokal maupun dari luar daerah. Untuk produk lokal, ia menyediakan peci dari Geudong (Aceh Utara) dan dari Lhokseumawe.
“Kita di sini banyak merek lokal, ada dari Geudong (Aceh Utara), Lhokseumawe. Tapi ada juga dari Jawa kita kirim,” katanya.
Harga peci yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp70 ribu per buah, tergantung jenis dan kualitas. Harga yang paling umum di lapaknya berada di kisaran Rp50 ribu. Untuk menarik minat pembeli, Farid juga memberikan promo khusus.
“Kalau beli dua, ada gratis satu peci rajut,” tambahnya.
Senada dengan Farid, pedagang peci lainnya, Nazar, juga merasakan hal yang sama. Lapak peci musiman miliknya mulai ramai pembeli sejak hari pertama Ramadhan.
Menurut dia, saban tahun tingkat penjualan peci di bulan Ramadhan jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.
“Setiap puasa memang di sini biasa buka lapak. Alhamdulillah pembeli juga mulai ramai dari biasanya,” katanya.(*)
“Setiap puasa memang di sini biasa buka lapak. Alhamdulillah pembeli juga mulai ramai dari biasanya,” katanya.(*)