TRIBUNTRENDS.COM - Skandal foto pribadi Gendis Mayrannisa bersama seorang pria membuat manajemen JKT48 menangguhkan seluruh aktivitasnya.

Gendis, lahir pada 23 Juni 2010 di Jakarta, adalah anggota termuda Generasi 11 JKT48 dan dikenal sejak kecil sebagai penyanyi cilik. 

Ia aktif dalam berbagai single, unit panggung, serta tampil di web series dan talkshow, menunjukkan bakatnya sebagai idol muda berbakat.

Seperti diketahui, manajemen JKT48 Operation Team (JOT) resmi menangguhkan aktivitas dari membernya, Gendis Mayrannisa.

Keputusan ini diambil menyusul adanya temuan pelanggaran prosedur internal yang tidak selaras dengan standar profesionalisme yang ditetapkan oleh manajemen.

Pelanggaran tersebut berupa beredarnya foto Gendis terlihat bersama seorang pria yang diduga sebagai pacarnya.

Perlu diketahui, semua member JKT48 diwajibkan oleh manajemen untuk tidak menjalin hubungan asmara selama masih aktif sebagai anggota.

Lewat pengumuman resminya, JOT menyatakan bahwa Gendis Mayrannisa tidak akan dilibatkan dalam kegiatan panggung, acara handshake, hingga aktivitas media sosial dalam jangka waktu yang belum ditentukan.

"Setelah mempertimbangkan fakta-fakta yang ada, kami memutuskan untuk memberikan sanksi berupa penangguhan aktivitas sebagai bentuk tanggung jawab dan pembelajaran,” tulis pernyataan resmi JOT dikutip Kompas.com, Rabu (18/2/2026).

JOT tak merinci tentang pelanggaran yang dilakukan oleh Gendis Mayrannisa.

Namun dalam dunia idol JKT48, sanksi penangguhan aktivitas atau skorsing biasanya berkaitan erat dengan pelanggaran Golden Rules.

Regulasi ini merupakan kode etik ketat yang mengatur perilaku member, baik di depan kamera maupun dalam kehidupan pribadi mereka untuk tetap menjaga citra grup sebagai “idola yang dapat dicontoh.”

Gendis minta maaf

Lewat akun media sosialnya, Gendis Mayrannisa juga menyampaikan permohonan maaf pribadinya.

Dalam permohonan maaf itu, Gendis sempat menyinggung perihal foto yang beredar di media sosial.

Foto tersebut diduga menjadi penyebab Gendis Mayrannisa dihukum oleh manajemen JKT48.

"Seperti yang kalian tahu, akhir-akhir ini banyak sekali foto yang beredar di media sosial, untuk kebenarannya saya sudah menjelaskan semuanya kepada manajemen secara jujur, dan menerima keputusan apa pun yang akan manajemen ambil," tulis Gendis.

Member dari Generasi 11 ini menyadari kesalahannya dan berkomitmen untuk memperbaiki diri serta belajar dari kesalahannya.

"Saya berkomitmen untuk memperbaiki diri, belajar dari kesalahan ini, dan berusaha sekuat tenaga untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hilang, meskipun saya memahami bahwa hal tersebut membutuhkan waktu dan pembuktian nyata," tulisnya.

Gendis Mayrannisa dikenal sebagai salah satu member dari Generasi 11 yang cukup potensial dengan basis penggemar yang terus bertumbuh.

Selama masa skorsing, manajemen biasanya akan melakukan pembinaan intensif kepada member yang bersangkutan.

Durasi penangguhan aktivitas sangat bergantung pada evaluasi manajemen terhadap perkembangan sikap dan kedisiplinan member selama masa vakum tersebut.

Dalam beberapa kasus terdahulu di JKT48, penangguhan bisa berlangsung mulai dari beberapa bulan hingga berujung pada pengunduran diri jika tidak ada titik temu antara member dan manajemen.

Baca juga: Viral di TikTok, Video Gadis Mirip Hasyakyla JKT 48, Nekat Meluncur di Pipa Pegangan Tangga

GENDIS JKT48 - Gendis Mayrannisa anggota JKT48.
GENDIS JKT48 - Gendis Mayrannisa anggota JKT48. (Instagram/@jkt48.gendis)

Profil Gendis JKT48

Gendis Mayrannisa Setiawan, atau lebih dikenal sebagai Gendis, lahir pada 23 Juni 2010 di Jakarta, Indonesia, dan kini berusia 15 tahun.

Ia adalah anggota termuda dari JKT48 generasi ke-11 dan bernaung di bawah agensi PT. Indonesia Musik Nusantara.

Gendis memulai kariernya di dunia hiburan sejak 2018 sebagai penyanyi cilik dengan lagu Gunakan Waktumu dan Menjadi Bintang.

Pada 31 Oktober 2022, ia resmi bergabung sebagai Trainee JKT48 dan dipromosikan menjadi anggota reguler pada 1 November 2024.

Gendis dikenal dengan catchphrase-nya, “Bonjour! Periang dan pencair suasana itulah aku. Halo semuanya, aku Gendis!” yang mencerminkan kepribadiannya yang ceria.

Ia aktif dalam berbagai single JKT48, termasuk Mirai ga Me ni Shimiru, Ini Ramadan Kita, dan GO AND FIGHT!, serta berpartisipasi dalam album Aitakatta dan Green Flash.

Beberapa unit panggung yang dibintanginya antara lain Pajama Drive, Koi no PLAN, dan Heart Gata Virus.

Selain bernyanyi, Gendis juga pernah tampil di web series Rumah Kasih (2019) dan talkshow CONNEXI Podcast.

Hobi yang ia gemari termasuk menyanyi, golf driving, dan berenang.

Ia dikenal sebagai anggota JKT48 pertama yang lahir pada dekade 2010-an, serta memiliki ikatan unik dengan Allisa Astri karena lahir pada tanggal yang sama, 20 tahun sebelumnya.

Gendis sempat menjalani masa suspend dari Februari hingga Mei 2026 akibat isu foto pribadi yang tersebar di media sosial.

Favoritnya dalam kostum panggung termasuk Pareo wa Emerald dan Namida no Shounan, menegaskan sisi modis dan profesionalnya sebagai idol muda berbakat.

Baca Lebih Lanjut
Skandal Gendis JKT48, Beredar Foto Mesra dengan Pria Misterius hingga Dihukum Skorsing
Amir M
Sosok Pria yang Nikahi Menantu Firdha Razak saat Hamil, Rafi Sang Suami Syok hingga Lapor Polisi
Weni Wahyuny
Sosok Suami Kedua Menantu Artis yang Poliandri Saat Hamil, Bukan Orang Sembarangan, Masih Beristri
Vivi Febrianti
Pekerjaan Pria yang Nikahi Menantu Firdha Razak saat Hamil, Diduga Sudah Beristri & Punya Anak
Kharisma Tri Saputra
Diisukan Menjalin Hubungan, Usai Cerai dari Na Daehoon Jule kini Dekat dengan Naufal Samudra
Ramadhan Aji Prakoso
Suami Siri Menantu Artis yang Poliandri Ternyata Pengusaha, Nikahi Istri Orang Saat Masih Beristri
Vivi Febrianti
Anneth Delliecia Dulu Bocah Kini Gadis Cantik, Aldy Maldini 'Salting' Akting Mesra di Film AMCS
Willem Jonata
Sosok Pria yang Rangkul Davina Karamoy, Benarkah Ardhito Pramono? Foto Gandengan Tangan Viral
Jonisetiawan
SOSOK Geni Faruk, Ibu Atta yang Disorot Usai Diduga Abaikan Aurel, Ashanty Buka Suara
Lisna Ali
Sosok Yuda Purboyo Sunu, Putra Sulung Purbaya yang Baru Diwisuda, Sarjana Teknik Mesin UI
Evan Saputra