TRIBUNNEWS.COM - Beberapa waktu terakhir, jagat media sosial diramaikan oleh diskusi mengenai profesi penjaga kamar mayat yang ternyata memiliki penghasilan di atas rata-rata. 

Fenomena ini bermula dari berbagai pengakuan viral di platform X yang mengungkap bahwa pekerjaan yang dianggap tabu ini menawarkan stabilitas finansial yang sangat menggiurkan.

Masyarakat mulai menyadari bahwa di balik kesan mistis yang melekat, petugas pemulasaran jenazah mengemban tanggung jawab besar yang sebanding dengan kompensasinya. 

Yang lebih mengejutkannya lagi, di negara maju seperti Amerika Serikat, industri layanan kematian ternyata cukup ‘basah’ untuk dijadikan pekerjaan profesional. Hal tersebut karena standar upah di industri layanan kematian AS sangat kompetitif. 

Standar Pendapatan Profesional di Industri Layanan Kematian

Berdasarkan data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada tahun 2024, pendapatan tahunan rata-rata untuk manajer rumah duka di sana, mencapai angka $76.830 atau sekitar Rp1,2 miliar per tahun. 

Angka ini bahkan 55 persen lebih tinggi dibandingkan dengan median pendapatan semua pekerjaan di negara tersebut yang berada di angka $49.500 atau sekitar Rp835,5 juta per tahun.

Bagi mereka yang berada di posisi 10% teratas, penghasilan manajer rumah duka bisa menembus lebih dari $132.470 atau Rp2,2 miliar per tahun. Sementara itu, profesi spesifik seperti petugas kamar mayat dan pengatur pemakaman memiliki pendapatan rata-rata sekitar $49.800 atau setara Rp840 juta per tahunnya.

Jika dirinci ke posisi yang lebih spesifik, seperti petugas pengawet jenazah atau embalmer, rata-rata upah nasional di AS juga cukup menjanjikan. Mereka yang berprofesi mengawetkan jenazah memiliki gaji menyentuh $56.700 atau sekitar Rp957 miliar per tahunnya. 

Bahkan di posisi embalmer ini, untuk mereka yang punya pengalaman dan keahlian tinggi, bisa memiliki gaji hingga $79.650 atau Rp1,34 miliar per tahun.

Secara keseluruhan, pekerja di sektor layanan kematian memiliki median pendapatan sebesar $59.420 yang membuktikan sektor ini sangat stabil secara ekonomi. Jika dihitung per jam, seorang manajer rumah duka rata-rata mengantongi $36,94 atau sekitar Rp623 ribu, sementara pengatur pemakaman mendapatkan sekitar $23,94 atau Rp404 ribu per jam.

Kelangkaan Tenaga Ahli dan Prospek Ekonomi Jangka Panjang

Salah satu faktor utama yang membuat gaji di sektor ini melambung adalah tingginya risiko kerja dan keahlian teknis khusus yang harus dimiliki. Belum lagi mental yang diuji karena harus berurusan dengan mayat yang identik dengan hal-hal mistis, khususnya di Indonesia. 

Tak hanya itu, minimnya sumber daya yang mampu menangani jenazah secara profesional juga menjadi alasan tingginya ‘nilai tawar’ mereka yang berkarya di sektor ini.

Meski pekerjaan seperti menjaga kamar mayat atau mengurus jenazah seringkali dipandang sebelah mata,justru sektor ini mampu menawarkan stabilitas ekonomi yang cukup kuat di tengah ketidakpastian global. 

Jadi, apakah kamu berani untuk keluar dari zona nyaman di kantor ber-AC yang gajinya UMR lebih sedikit itu? Kemudian coba peruntungan sebagai penjaga kamar mayat untuk kenaikan gaji yang signifikan?

Baca Lebih Lanjut
Dimutilasi Jadi Tiga Bagian, Polisi Autopsi Mayat Dalam Koper yang Ditemukan di Desa Sukareja Brebes
Muh radlis
Geger Temuan Mayat Pria Dalam Koper di Brebes, Jari Korban Terlihat
Hari Widodo
Mayat MR X Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan Solo Gresik, Kondisi Sudah Membusuk
Frida Anjani
Fakta-fakta Penemuan Mayat di Mongondow Kotamobagu: Hasil Olah TKP hingga Keterangan Saksi
Ventrico Nonutu
Turis Kanada Tewas di Kamar Hotel Labuan Bajo, Leher Terikat di Lemari
Detik
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Gresik, Video yang Direkam Nelayan Jadi Sorotan
Alga W
UMKK Kalsel-Sarapan Kukusan di Banjarmasin Ala Gen Z, Kerjakan Skripsi Sambil Kumpulkan Cuan
Irfani Rahman
WN Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Labuan Bajo, Leher Terikat Tali
Detik
Disorot soal Stigma Brondong, Cinta Brian: Selama Hubungan Sehat, Kenapa Tidak?
Argia Melanie Pramesti
Pengakuan Pelaku Mutilasi Mayat Pria Dalam Koper di Brebes, Kesal Ditampar Korban yang Tagih Utang
Januar Imani Ramadhan