TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Selama Ramadhan 2026, aktivitas seru yang tak boleh dilewatkan adalah ngabuburit.
Ngabuburit merupakan cara warga menunggu waktu buka puasa atau adzan Maghrib dengan mendatangi tempat-tempat tertentu.
Ngabuburit paling asyik dilakukan bersama teman-teman.
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata di Dekat Alun-alun Klaten Jateng, Spot Healing Akhir Pekan Bersama Keluarga
Nah, di Wonogiri, Jawa Tengah, ada banyak lokasi ngabuburit asyik tak jauh dari pusat kota.
Mana saja? Yuk simak rekomendasi TribunSolo.com di bawah:
Monumen Bedol Desa berada tepat di pinggiran Waduk Gajah Mungkur.
Disana pengunjung bisa menghabiskan waktu sembari menikmati pemandangan waduk.
Kesana juga gratis alias tanpa biaya.
Bahkan disana juga lengkap karena banyak pedagang kaki lima sehingga tak perlu repot-repot untuk mencari takjil.
Wisata yang berada di Desa Sendang itu juga cocok menjadi salah satu lokasi untuk ngabuburit.
Pengunjung bisa menikmati hamparan perbukitan dan Waduk Gajah Mungkur dari ketinggian.
Untuk sampai ke Watu Cenik, tak terlalu jauh dari pusat kota.
Hanya berjarak kurang lebih 8 kilometer, Watu Cenik bisa dijangkau dalam waktu kurang dari 20 menit.
Dari Watu Cenik, panorama Wonogiri begitu indah.
Dari atas Watu Cenik, pengunjung bisa menikmati pemandangan Waduk Gajah Mungkur dan hamparan perbukitan.
Tiket disana juga terjangkau, satu orang cukup membayar Rp 5 ribu sudah bisa menikmati pemandangan Wonogiri dari ketinggian.
Puncak Joglo yang juga terletak di Desa Sendang.
Dari Watu Cenik jaraknya sekitar dua kilometer lebih tinggi.
Disana pengunjung juga bisa menikmati Wonogiri dari ketinggian.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kuliner Dekat UMS untuk Buka Puasa : Harga Murah Meriah, Rasa Kaki Lima
Tempat selanjutnya adalah Waduk Krisak, atau sering disebut juga sebagai Waduk Tandon. Lokasinya terletak di Desa Pare, Kecamatan Selogiri, yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Wonogiri.
Di sini masyarakat bisa melakukan berbagai macam kegiatan, mulai dari berolahraga, memancing atau hanya sekedar bersantai disana.
Tak usah khawatir, karena di sana terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan untuk berbuka puasa.
Panorama Waduk Tandon di Wonogiri memang menawan, tidak kalah dengan Waduk Gajah Mungkur.
Waduk Tandon memang tak terlalu luas.
Namun, di sebelah selatannya terdapat deretan perbukitan yang memanjang.
Hal itu membuat waduk ini seolah dikelilingi oleh benteng hijau raksasa. Pada pagi hari, awan dan kabut tipis melayang di atap perbukitan itu.
Padang rumput dengan latar belakang perbukitan pun menjadi perpaduan yang pas bagi pengunjung untuk berfoto.
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata di Sragen Jateng untuk Padusan 2026 : Ada Pemandian Alami dan Kolam Renang
Alun-Alun Giri Krida Bakti bisa dibilang adalah pusat aktivitas masyarakat di Kabupaten Wonogiri.
Lokasinya ada di jantung kota dan berfungsi sebagai ruang publik yang terbuka.
Di sini masyarakat bisa mengukuti acara formal maupun non-formal.
Dengan ukuran yang luas dan desain yang teratur, alun-alun ini menjadi tempat berkumpul favorit bagi warga Wonogiri, baik untuk olahraga, bersantai, atau rehat sejenak menikmati nuansa kota.
Selama Ramadhan, banyak penjual takjil atau jajanan di Alun-Alun Giri Krida Bakti yang mangkal mulai sore hari pukul 15.00 WIB.
(*)