Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon WidiyantoÂ
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Beruk-Wonorejo, Dusun Jengglong, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Selasa (17/2/2026).
Mobil Honda Mobilio bernopol AD 1898 HN tergelincir mundur hingga masuk kebun milik warga.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar Iptu Faham R mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto mengatakan kejadian itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB.
"Terjadi kecelakaan tunggal mobil Honda Mobilio bernopol AD 1898 HN di Jalan Beruk-Wonorejo, Dusun Jengglong, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, tadi sore," kata Faham, Selasa (17/2/2026).
Faham mengatakan kejadian bermula saat mobil berjalan dari arah utara atau Desa Beruk menuju selatan atau Desa Wonorejo.
Setelah sampai di lokasi kejadian, mobil yang dikemudikan dan ditumpangi warga Kabupaten Sragen itu berjalan.
"Pada saat di tikungan itu, tidak kuat menanjak dan berjalan mundur sehingga terperosok ke perkebunan warga, maka terjadilah laka lantas tunggal," kata dia.
Dia mengatakan, akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil, Farida Rohani (29), mengalami luka di bagian tangan kanan.
Sementara itu, para penumpang mobil, Cahyaning Tyas Ramadhani (15), Ahmad Daroni (52), Yuniati (51), Farhan Narenda Afqori (2), dan Aiza Zahra (8), warga Kabupaten Sragen, mengalami luka-luka.
"Pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka dan telah menjalani perawatan di RSUD Kartini Karanganyar," kata dia.
Baca juga: Kronologi Pemotor di Klaten Alami Kecelakaan Tunggal hingga Meninggal Dunia: Diduga Kurang Fokus
Camat Jatiyoso, Mahmud Azis Arifin, mengatakan mobil yang mengalami kecelakaan tunggal itu berasal dari Kabupaten Sragen dan hendak wisata di wilayah Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.
Ia menambahkan, rombongan ingin datang ke Banyu Anyep Resto dan Wonomakmur, kafe yang berada di Kecamatan Jatiyoso.
"Info sementara, mereka dari Sragen mau wisata ke kafe yang lagi viral, pengemudi bingung saat di kelok 11," ungkap dia. (*)