TRIBUNTRENDS.COM - Bukti obsesi pelaku yang bunuh siswa SMP di Kampung Gajah, Bandung terlihat dari akun media sosial miliknya. YA (16) telah ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan siswa SMP bernama Zain (14).
YA diduga telah lama menyimpan rasa obsesi kepada korban. Ia memiliki akun media sosial yang diberi nama sesuai dengan inisial nama korban, ZY.
Di medsos pun, YA sering berkomentar ungkap rindu kepada korban. Bahkan ia juga kerap menggunakan hastag atau tanda pagar dengan nama korban, yakni Zain.
Pelaku YA jauh-jauh dari Garut ke Bandung dengan ditemani oleh tersangka lain, AP untuk menemui korban. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra menuturkan, YA sudah sejak awal berniat untuk menghabisi nyawa ZAAQ (14) atau Zain.
Ia mengajak temannya yang berinisial AP sejak hari Sabtu (7/2/2026), namun gagal karena tersangka AP masih ada pekerjaan.
Baca juga: Gerak-gerik YA Seusai Bunuh Siswa SMP di Kampung Gajah, Masih Bisa Akting saat Diinterogasi Ketua RT
"Karena gagal akhirnya hari Senin (9/2/2026) berangkat ke Bandung, AP tahu tujuannya ingin menghabisi korban," kata AKBP Niko N Adi Putra.
Keduanya kemudian sampai di Bandung dan bertemu dengan korban sebelum Ashar. Pelaku kemudian mengajak korban untuk bicara lebih lanjut di daerah eks Kampung Gajah.
"Setibanya di lokasi, YA mengajak korban masuk ke dalam, pelaku AP sengaja tunggu di depan, nunggu motor dan lihat lokasi sekitar," jelasnya.
Untuk motif pembunuhan, kata dia, yakni adanya sakit hati yang dirasakan pelaku karena korban memutuskan hubungan pertemanan mereka.
"Disampaikan pelaku sakit hati, terjadi cekcok, pelaku langsung ambil botol yang ada di sana," kata dia lagi.
Sebelum masuk ke dalam eks Kampung Gajah, kata dia, pelaku mengambil sangkur atau pisau yang dibawanya dari Garut lalu menyimpan di jaket. Saat itu posisi korban sudah masuk lebih dulu ke dalam eks Kampung Gajah, sementara pelaku mengambil pisau di jok motor.
"Setelah dipukul botol, korban masih sadar, pelaku menusuk perut korban," kata Niko lagi.
Setelah melakukan aksinya, pelaku lalu mengambil ponsel dan jaket milik korban. Ia lalu meninggalkan korban yang saat itu masih dalam kondisi belum meninggal dunia.
YA kemudian kembali ke AP dan mengatakan kalau dirinya sudah selesai membunuh Zain. Keduanya lalu kembali ke Garut. Jenazah Zain baru ditemukan lima hari kemudian oleh kreator yang sedang membuat konten, pada Jumat (13/2/2026).
Mayat ZAAQ atau Zain ditemukan tergeletak di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Sebelum ditemukan tewas, ZAAQ dilaporkan menghilang misterius sejak 9 Februari 2026.
Baca juga: Firasat di Balik Tewasnya Siswa SMP di Kampung Gajah, Keluarga Ternyata Sudah Curigai Teman Korban
Pihak sekolah ZAAQ alias Zain itu yakni SMPN 26 Bandung sempat memviralkan kabar hilangnya korban. Selang satu hari setelah penemuan jasad Zain, polisi pun berhasil meringkus pelaku pembunuhan.
Dia adalah YA, teman korban yang tinggal di Garut.
Akun sosial media pelaku YA pun kini ramai jadi sorotan netizen. Sebab di akunnya itu, YA sering memposting hal galau dan membahas soal pertemanan.
Ia sepertinya galau ketika Zain dipindahkan oleh orangtuanya dari Garut ke Bandung.
"bertapa sakit nyah melihat orang yang kita perjuangkan pergi yang ingin kita harapkan," tulis YA.
Sambil memposting foto itu, YA juga menyertakan hastag nama Zain. Ia memposting foto bersama seorang anak laki-laki diduga korban.
Namun foto temannya itu tidak terlihat jelas wajahnya. Nama akun sosmed YA juga diduga merupakan inisial dirinya dengan korban, yakni ZY.
Ini akun sosmed pelaku pembunuhan Zain --->> @zy_yoga23 (Tribun Trends/Tribun Bogor)