TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pencarian terhadap Nadia Eka (14), pelajar SMP Negeri 3 Boja, Kabupaten Kendal, yang hilang terseret banjir di kawasan Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, akhirnya berakhir.
Korban ditemukan pada hari keenam operasi pencarian, Minggu (15/2/2026). Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, mengatakan korban ditemukan siang tadi.
“Sudah ditemukan sekitar jam 14.30-an,” kata Moel.
Baca juga: 3 Hari Mencari Nadia. Tim SAR Bertaruh Nyawa Sisir Arus Sungai Karangmalang Semarang
Baca juga: Kronologi Remaja 13 Tahun Tenggelam di Sungai Karangmalang Semarang, Tim SAR Menyisir 10 Kilometer
Korban ditemukan kurang lebih delapan kilometer dari lokasi kejadian awal.
Saat ditemukan, posisi korban berada di pinggir aliran sungai, bukan di tengah alur sungai.
“Ditemukan di darat, di pinggiran. Kondisinya tertutup ranting-ranting dan sampah,” jelasnya.
Menurut Moel, derasnya arus banjir saat kejadian menyebabkan korban terbawa cukup jauh dari titik awal.
Saat peristiwa terjadi, debit air sungai sedang tinggi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Mijen dan sekitarnya.
Penemuan korban dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat.
Warga yang melihat pertama kali kemudian melaporkan kepada petugas di lapangan.
“Yang menemukan tim SAR gabungan bersama masyarakat,” ujarnya.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian resmi dihentikan.
“Setelah evakuasi dan diserahkan ke keluarga, otomatis operasi SAR kami tutup,” tegas Moel.
Tiga pelajar menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Mereka adalah Alifa Ayu Inara (14), pelajar SMP Negeri 3 Boja yang selamat, Nadia Eka (14), pelajar SMP Negeri 3 Boja yang ditemukan meninggal dunia, serta Fahma Musnun Nida (16), siswi SMA Negeri 12 Semarang yang lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal.
Saat kejadian, Alifa dan Nadia berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Scoopy, sementara Fahma Musnun Nida mengendarai sepeda motor Beat secara terpisah.
Ketiganya terseret arus banjir saat melintas di lokasi yang saat itu tergenang air dengan arus deras.
Dengan ditemukannya seluruh korban, rangkaian operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai. (Rad)
Saat kejadian, Alifa dan Nadia berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Scoopy, sementara Fahma Musnun Nida mengendarai sepeda motor Beat secara terpisah.Ketiganya terseret arus banjir saat melintas di lokasi yang saat itu tergenang air dengan arus deras.
Dengan ditemukannya seluruh korban, rangkaian operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai. (Rad)