Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Agenda tahunan Kenduri Durian (KenDuren) di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, berpotensi tidak digelar tahun ini.

Penyebabnya, mayoritas petani mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu petani durian asal Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Agus Arminto, mengungkapkan bahwa kondisi panen tahun ini jauh dari harapan. Ia memperkirakan sekitar 90 persen kemungkinan Kenduri Durian diputuskan untuk ditunda.

Baca juga: Jejak Sejarah Kabupaten Jombang, dari Gerbang Majapahit sampai Julukan Kota Santri

Produksi Merosot hingga 75 Persen

"Melihat kondisi sekarang, kemungkinan besar tidak ada kenduri.

Produksi buah menurun drastis," ucapnya saat dikonfirmasi di lapangan Desa Sambirejo, oleh Tribunjatim.com pada Rabu (11/2/2026).

Biasanya, tradisi Kenduri Durian digelar antara Februari hingga Maret, bertepatan dengan musim panen. Namun tahun ini, tingginya curah hujan membuat sebagian besar bunga durian rontok sebelum berkembang menjadi buah.

Agus menyebut penurunan hasil panen mencapai sekitar 75 persen dibandingkan tahun normal. Hanya sekitar 25 persen pohon yang masih mampu berbuah.

"Curah hujan terlalu tinggi. Selain bunga banyak yang gugur, kualitas rasa juga terpengaruh. Banyak buah yang tidak semanis biasanya," ujarnya melanjutkan.

Menurutnya, para petani sebenarnya telah berupaya maksimal untuk mempertahankan produktivitas tanaman, mulai dari pemupukan rutin hingga pemberian dolomit untuk menjaga kondisi tanah.

Namun, faktor cuaca yang sulit diprediksi membuat usaha tersebut belum membuahkan hasil optimal.

"Perawatan tetap kami lakukan. Tapi kalau cuaca tidak mendukung, hasilnya tetap turun," katanya.

Dampak penurunan produksi tentu berimbas pada pendapatan petani. Agus mengaku penghasilannya menyusut hingga 75 persen.

Meski demikian, kenaikan harga jual durian sedikit membantu menutup kerugian akibat berkurangnya jumlah panen.

Untuk kapasitas produksi, ia menyebut sulit memperkirakan jumlah tonase secara pasti karena kondisi setiap kebun berbeda. Namun secara umum, hampir seluruh petani di wilayahnya mengalami situasi serupa.

Baca juga: Bahtsul Masail PCNU Jombang Bahas Hukum Live TikTok saat Masa Iddah hingga Lagu Kebangsaan di Masjid

"Kalau melihat sekitar, banyak pohon yang tidak berbuah. Jadi memang hampir merata," ungkapnya.

Para petani kini hanya bisa berharap kondisi cuaca ke depan lebih bersahabat dan dapat diprediksi, sehingga musim panen berikutnya bisa kembali normal dan tradisi Kenduri Durian dapat digelar seperti biasa.

"Semoga kondisi cuaca hari ini semakin membaik, sehingga kami para petani durian ini bisa menikmati hasil panen," pungkas Agus.

Kenduri Durian Wonosalam (KenDuren) adalah tradisi tahunan pesta panen durian di Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, sebagai wujud syukur atas hasil bumi yang melimpah.

Acara ini ikonik dengan arak-arakan tumpeng durian raksasa (ribuan buah) dari 9 desa, yang kemudian diperebutkan gratis oleh warga. 

Baca Lebih Lanjut
Cara Bikin Permen Tape Khas Wonosalam Jombang Tembus Pasar Oleh-oleh
Wiwit Purwanto
Lebih Dari 2000 Hektare Sawah di Kecamatan Kandanghaur Indramayu Terancam Gagal Panen
Dari Singkong Disulap Jadi Permen Tape, Inovasi Warga Wonosalam Dongkrak Nilai Jual
Torik Aqua
Kisah Petani Durian di Kebumen: Panen Kali Ini Tak Sebanyak Tahun Lalu
Muslimah
Cerita di Balik Panen Durian Randulanang Klaten, Petani Bertaruh Nyali Panjat Pohon Tinggi
Tak Perlu Jatuh, Begini Lho Cara Cek Durian Matang di Pohon versi Petani Klaten : Cuma Pakai Kuku
Tips Memilih Durian Matang Anti Zonk Ala Petani Durian Randulanang Klaten: Lihat Kondisi Tangkai
Rifatun Nadhiroh
Festival Durian Randulanang Klaten Digelar 8 Februari 2026, Ada 6.000 Kupon Durian Gratis Disiapkan!
Cita Rasa Manis Pahit, Durian Lokal Randulanang Jatinom Klaten Laris Manis
Sensasi Makan Durian Dipetik Langsung dari Pohon, Wajib Coba!
Detik