TRIBUNJABAR.ID - Sebuah video pernikahan sejoli di Garut yang tak pandang rupa, viral di media sosial.
Pemandangan pernikahan mereka jadi sorotan karena pengantin pria tulus menikahi pujaan hatinya yang memiliki kekurangan.
Wajah pengantin wanita tak sempurna seperti wanita lainnya, tapi pengantin pria yakin membina rumah tangga dengan kekasihnya itu.
Ternyata pernikahan mereka turut mengundang perhatian Dedi Mulyadi hingga diundang di rumahnya di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.
Diketahui sepasang pengantin ini bernama Edi Koswara dan Ani.
Edi Koswara merupakan pemuda asal Karang Nunggal, Tasikmalaya, sedangkan Ani berasal dari Garut.
Baca juga: Kisah Pilu Kakak Beradik di Bandung Barat Cari Botol Bekas Kehujanan dan Kelaparan Ditolong Polisi
Saat bertemu dengan Dedi Mulyadi, Edi Koswara dan Ani menceritakan kisah cinta mereka yang sederhana.
Edi menceritakan awal perkenalan mereka berawal dari DM (Direct Message) di media sosial TikTok.
Edi mengaku bahwa dirinya yang pertama kali berkirim pesan kepada Ani untuk berkenalan.
Pesan Edi pun dibalas secara hangat oleh Ani hingga akhirnya komunikasi mereka pun terus berlangsung intens.
Suatu ketika sejoli ini pun berencana untuk bertemu setelah intens berkomunikasi di media sosial.
Tak disangka, Edi memutuskan menemui Ani secara langsung di rumahnya di Garut, Jawa Barat.
Pertemuannya pertama kali itu sempat membuat Edi terkejut karena melihat kondisi Ani.
Edi mengaku saat berkomunikasi dengan Ani lewat media sosial, dirinya tak mengetahui kondisi fisik pujaan hatinya itu.
Meski sempat kaget, Edi memutuskan untuk tetap bersama.
Kepada Dedi Mulyadi, Edi mengaku tetap mencintai Ani dengan tulus karena kepribadiannya yang baik.
“Saya juga menerima, karena Ani juga orangnya baik,” ujar Edi Koswara.
Sementara itu, Ani langsung terpikat dan jatuh hati kepada Edi.
Setelah pertemuan pertama kali itu, di pertemuan kedua Edi memutuskan langsung melamar Ani di hadapan keluarga.
Namun, keluarga Ani sempat menanyakan keseriusan Edi lantaran kondisi putri mereka yang istimewa berbeda dari wanita lainnya.
Dengan tekad, Edi pun mengutarakan bahwa niatnya untuk menikahi Ani apa adanya karena dasar mencintai.
“Saya bilang, saya apa adanya, karena sangat mencintai Ani,” ucap Edi.
Di sisi lain bagi Ani, niat baik Edi tersebut sangat dia hargai dan dia syukuri karena menerima kondisi fisiknya.
Singkat cerita, akhirnya Edi dan Ani pun menikah pada awal Februari 2026 dengan maskawin Rp 1 juta.
Baca juga: Sosok Pria asal Garut Mirip Dedi Mulyadi Sering Bikin Warga Terkecoh, Terkuak Profesinya
Meski sudah menikah, ternyata Edi dan Ani kini hidup terpisah.
Untuk menanggung masa depannya dengan Ani, Edi pun sudah bekerja di pabrik konveksi di Soreang, Kabupaten Bandung.
Sementara Edi bekerja di Bandung, namun Ani masih tinggal di rumah orang tuanya di Garut.
Alasan Edi tak membawa Ani ikut dengannya ke Bandung lantaran kendala biaya kontrakan yang berkisar Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per bulan.
Edi khawatir jika gaji yang diterimanya tak cukup untuk menghidupi Ani selama di Bandung jika mengontrak.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi menyarankan agar Edi dan Ani hidup mandiri terpisah dari orang tua.
Meski kisah Edi dan Ani itu sederhana, Dedi Mulyadi terenyuh dan memberikan apresiasi terhadap ketulusan cinta mereka.
Ia pun memberikan tawaran untuk biaya kontrakan selama satu tahun penuh agar pasangan ini bisa tinggal bersama di Bandung.
Selain bantuan membayar kontrakan, Gubernur yang akrab disapa KDM itu juga memberikan beberapa hadiah uang tunai Rp 10 juta untuk membeli perlengkapan rumah tangga seperti piring, kompor, dan alat masak lainnya agar mereka bisa hidup mandiri.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi berpesan agar pasangan itu tetap semangat dan membiasakan diri untuk hidup mandiri tanpa menumpang di rumah orang tua atau saudara.
Dedi Mulyadi pun mengakhiri pembicaraannya dengan doa agar pasangan tersebut bahagia dalam menempuh hidup baru.