Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Haddad Alwi mengungkapkan pengalamannya menerima pesan dari seorang penonton yang mengaku menjadi lebih rajin beribadah setelah tersentuh oleh lagu-lagunya.
Baca juga: Haddad Alwi Bersyukur Lagu Religi Tak Hanya Musiman Saat Ramadan
Sebagai informasi, Haddad Alwi dikenal sebagai penyanyi religi yang telah eksis sejak era 1990-an hingga saat ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga rutin tampil di berbagai festival musik.
Salah satunya adalah saat ia tampil di festival musik Synchronize Fest tahun lalu.
"Setelah Synchronize, ada beberapa orang yang DM ke Abi, dia bilang, 'Abi, sejak mendengarkan Abi di Synchronize, aku pulang dan aku memeluk kaki ibuku dan menangis dan aku mengatakan, 'Bu, mulai saat ini, malam ini, aku berhenti mabuk-mabukan dan aku tidak akan pernah meninggalkan salat lima waktu.' Demi Allah Abi mendapatkan DM seperti itu," kata Haddad Alwi ditemui Tribunnews di kawasan Cinere, Depok, baru-baru ini.
Baca juga: Lagu Rindu Muhammadku Diterima Luas, Haddad Alwi Tak Kejar Royalti
Ia menambahkan, pesan serupa tidak hanya datang dari satu orang.
Ada beberapa penonton lain yang juga mengaku tersentuh setelah mendengar penampilannya di festival tersebut.
Bahkan, ada yang mengirim pesan dengan memperlihatkan foto dirinya yang bertubuh penuh tato.
Haddad Alwi pun bersyukur karena apa yang ia lakukan mampu menyentuh hati para penontonnya hingga mendorong mereka menjadi lebih taat beragama.
"Dua tahun ini semuanya ada yang DM seperti itu, iya. Mengirim fotonya yang penuh tato, dia bilang, 'Abi, terima kasih Abi. Baru kali ini Abi, aku bisa nangis di sebuah konser dan aku sekarang sudah bisa salat bukan cuma membaca Al-Fatihah.' Masyaallah. Itu hidayah. Gitu loh," ujar Haddad Alwi.
Pengalaman tersebut menjadi jawabannya atas anggapan bahwa menyanyikan lagu religi di tengah penonton yang sebagian terlihat mabuk-mabukan adalah hal yang kurang pantas.
Menurutnya, hal itu sah-sah saja. Ia menilai, penampilan luar seseorang belum tentu mencerminkan kondisi hatinya.
"Mereka datang dalam kondisi seperti itu, biarkan mereka mengekspresikan cinta buat Allah dan Rasulullah dengan harapan pada saat mereka tersentuh, mereka bisa sadar bahwa aku enggak bagus ya mabuk-mabukan ini," ungka Haddad.
"Belum tentu seorang Haddad Alwi lebih mulia daripada mereka yang pakai tato. Demi Allah belum tentu. Bisa jadi mereka lebih mulia. Allah yang tahu. Kita enggak tahu apa-apa," pungkasnya.