Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN - Kiper Timnas Futsal Indonesia, Ahmad Habibie pulang kampung ke rumahnya yang terletak di RT 01 RW 18 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (8/2/2026).
Habibie datang usai bertanding di laga final pada ajang Piala Asia Futsal atau Asian Football Confederation (AFC) 2026, Sabtu (7/2/2026) malam.
Kedatangan Habibie di kediaman disambut puluhan fans yang datang dari beragam wilayah, diantaranya Jakarta Timur dan Kota Bekasi.
Beberapa dari mereka sengaja datang untuk foto bersama Habibie, hingga meminta tanda tangan.
Mereka yang datang nampak antre satu persatu bergiliran untuk bertemu Sang Bintang di bagian teras rumah.
Raut wajah bahagia dan gugup terlihat bercampur di wajah para fans.
Seorang fans Habibie asal Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Afandi mengatakan, ia sengaja datang menemui Habibie karena ingin melampiaskan kekaguman kiper inti Timnas Futsal Indonesia itu ketika bertanding di AFC 2026.
"Hari ini datang ingin ketemu dengan kiper futsal terbaik se Asia, mainnya waktu di AFC bagus, kerap menepis tendangan lawan," kata Afandi di lokasi, Minggu (8/2/2026).
Afandi datang tidak sendirian, ia juga nampak ditemani dua putranya.
Dua putranya itu terlihat meminta tanda tangan Habibie untuk dituliskan menggunakan spidol berwarna hitam di jersey klub futsal tempat anaknya berlatih.
Di akhir waktu pertemuan dengan Habibie, Afandi berharap kepada warga Bekasi itu untuk terus berjuang dan sukses selalu membawa Timnas Futsal Indonesia meraih prestasi.
"Tadi minta tanda tangan juga, terus foto bersama," jelasnya.
Sementara Habibie menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan dan doa selama Timnas Futsal berlaga.
“Terima kasih untuk semua dukungan. Semoga ke depan Timnas Futsal Indonesia bisa terus berkembang dan punya kesempatan tampil di Piala Dunia,” ucap Habibie.
Kini, Habibie memilih kembali ke Bekasi untuk beristirahat sejenak dan berkumpul bersama keluarga.
Namun ia mengaku tidak memiliki banyak waktu jeda karena dalam waktu dekat harus kembali bergabung dengan klub untuk menghadapi agenda National Cup di Pontianak.
Perjalanan Karir Ahmad Habibie
Perjalanan karier kiper Timnas Futsal Indonesia, Ahmad Habibie, tidak ditempuh dengan jalan instan.
Di balik pencapaiannya saat ini, ada fase panjang penuh perjuangan, bahkan sempat menjalani masa tanpa pekerjaan setelah lulus sekolah.
Habibie bercerita, awalnya ia justru tidak mengenal futsal saat masih duduk di bangku SMP.
Saat itu, ia hanya bermain sepak bola sekadar untuk mengisi waktu luang.
Memasuki jenjang SMK, barulah lingkungan pergaulan dan sekolah memperkenalkannya lebih dekat dengan futsal.
Teman-teman seangkatannya banyak yang menekuni olahraga tersebut.
Di masa itu pula, sosok seniornya, Ahmad Alfyanto atau yang akrab disapa Bang Peking, menjadi orang yang paling berpengaruh dalam perjalanan awal kariernya.
“Awalnya cuma main-main saja. Terus di SMK kebetulan banyak teman yang suka futsal. Dari situ Bang Peking yang mendorong saya buat ikut latihan dan masuk klub,” kata Habibie saat menceritakan perjalanan kariernya, Minggu (8/2/2026).
Habibie menjelaskan, dorongan dari senior tersebut menjadi titik balik.
Ia kemudian mulai rutin berlatih dan mengikuti beragam kegiatan futsal di luar sekolah.
Sempat Setahun Tanpa Pekerjaan
Setelah lulus dari SMK yang bernama Permata Bangsa, Habibie sempat berada dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan tetap selama kurang lebih satu tahun.
Namun masa tersebut tidak dihabiskan begitu saja.
Ia memanfaatkannya dengan terus bermain futsal dari satu turnamen ke turnamen lain, termasuk pertandingan antarkampung atau tarkam.
“Waktu lulus saya sempat setahun enggak kerja. Isinya keliling ikut tarkam dan panggilan main saja. Alhamdulillah dari situ hasilnya lumayan dan akhirnya lanjut di futsal,” jelasnya.
Seiring berproses dengan progres, Habibie menuturkan kesempatan mulai terbuka.
Dari kompetisi lokal, ayah anak satu itu akhirnya mendapat peluang bergabung dengan tim profesional di Liga Pro Futsal.
Berawal dari Candaan di Kampung
Habibie juga menyatakan, keputusannya menjadi kiper bermula dari hal sederhana.
Saat kecil, ia kerap diminta mengisi posisi penjaga gawang karena almarhum sang ayah dikenal piawai bermain sepak bola di posisi yang serupa.
Hanya saja ayahnya telah meninggal saat ia masih kecil, sehingga ia tidak pernah mendapatkan latihan atau didikan secara langsung.
Baca juga: Cerita Ahmad Habibie, Menilai Akan Jadi Karyawan Swasta Hingga Jadi Kiper Terbaik Asia
Namun cerita dari keluarga dan lingkungan sekitar membuatnya terdorong mencoba posisi tersebut.
“Dulu sering dibilang, ‘Bapak lu jago, udah lu aja jadi kiper.’ Awalnya cuma candaan di kampung, tapi akhirnya saya tekuni,” ucapnya.
Sejak saat itu, Habibie memutuskan posisi kiper menjadi peran yang terus ia jalani hingga sekarang.
Pernah Ikut Seleksi Timnas U-20
Langkah menuju level nasional dimulai ketika Habibie mengikuti seleksi Timnas Futsal Indonesia U-20 sekira tahun 2017.
Ia kemudian terlibat dalam ajang internasional tingkat Asia pada periode 2018–2019.
Sebelumnya, ia juga meniti jenjang dari kompetisi daerah, mulai dari Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kota Bekasi hingga tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2022.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi capaian proses sebelum akhirnya ia menembus level profesional dan bergabung dengan Timnas senior.
Latihan Keras Tanpa Penghasilan
Di balik pencapaiannya, Habibie justru mengaku pernah melalui masa-masa sulit.
Ia pernah di posisi rutin berlatih setiap hari tanpa memiliki pemasukan tetap.
Pendapatan hanya diperoleh jika tim yang dibelanya berhasil menjadi juara turnamen tarkam.
Bahkan, uang yang didapat kerap habis untuk kebutuhan transportasi.
“Orang mungkin lihat enaknya sekarang. Dulu latihan tiap hari, enggak ada gaji. Kalau juara baru dapat uang, itu pun kadang cuma cukup buat bensin,” paparnya.
Meski demikian, Habibie menegaskan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya.
Ia tetap konsisten berlatih dan berpindah dari satu panggilan pertandingan ke pertandingan lain.
Nyaris Jadi Karyawan Biasa
Habibie juga sempat mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi pemain futsal profesional.
Sebelum serius menekuni futsal, ia justru berpikir masa depannya kemungkinan besar hanya menjadi karyawan biasa.
Namun perjalanan yang awalnya sekadar hobi perlahan berubah menjadi profesi yang memberinya penghasilan dan mampu menopang kehidupan keluarganya.
Bahkan Habibie saat ini tercatat menjadi kiper terbaik di ajang Piala Asia Futsal atau Asian Football Confederation (AFC) 2026 yang diakuinya sebagai sesuatu capaian di luar dugaan.
“Awalnya enggak kepikiran jadi pemain pro. Paling cuma jadi karyawan biasa. Ternyata dari hobi yang dijalani tiap hari bisa menghasilkan,” ujarnya.