TRIBUN-MEDAN.com - Kabupaten Asahan, Sumatera Utara kembali dibuat heboh. Kali ini terungkap sebuah kasus suami bunuh istri.
Diketahui istri muda bernama Ananda Isnaini Putri. Umurnya baru 20 tahun.
Ananda tewas di tangan suaminya sendiri, M Ali (29), pada 2 Februari 2026 dini hari.
Sebelum fakta mengerikan itu terkuak, Ali sempat melapor ke polisi bahwa istrinya meninggal karena jatuh dari motor.
Banyak warganet mengucapkan duka cita atas nasib nahas Ananda.
Ananda memiliki akun Facebook bernama Putri Ananda yang sudah memiliki 6300 pengikut.
Di akun ini, ia kerap membagikan aktivitas layaknya konten kreator, yakni merekam kegiatan sehari-hari.
Namun, ia tidak lupa akan tugasnya sebagai ibu.
Iapun sering ke pasar tradisional sembari menggendong anaknya yang masih balita.
Tak lupa pula ia membersihkan rumah sembari mengasuh sang anak.
Ananda juga beberapa kali membagikan momen sedang bersama suaminya.
Di sini, keduanya terlihat pasangan yang bahagia, layaknya pasangan muda lainnya yang tanggap kamera.
Dari berbagai postingan Adinda juga terlihat Ali memiliki postur tubuh kekar dan pecinta tato.
Hal ini berbanding terbalik dengan penampilan Adinda yang sehari-harinya memakai jilbab dan berpakaian layaknya emak-emak dengan dasternya.
Tak pelak, kepergian Ananda sangat disayangkan banyak pihak, terutama karena sosok pelakunya adalah suami sendiri.
Tetangga dan warga sekitar mengungkap bahwa Ananda kerap menjadi korban kekerasan rumah tangga oleh suaminya.
Meski sering terjadi di depan warga, pelaku tidak segan melakukan kekerasan.
Ananda tinggal di rumah susun sederhana dan sering mendapat dukungan dari tetangga, terutama ibu-ibu di sekitar.
Sejumlah pengguna akun media sosial mengunggah peristiwa ini dan mengutuk aksi keji pria bertubuh kekar tersebut.
sejumlah akun media sosial di Facebook menduga, korban yang pergi ke rumah orangtuanya menjadi pemicu Ali gelap mata.
Informasi yang dihimpun Sripoku.com dari berbagai akun di Facebook, awalnya Ananda pulang ke rumah orangtua karena terlibat pertengkaran dengan Ali.
Tak lama, Ali datang menjemput untuk membawa Ananda pulang bersamanya.
Lantaran tidak menduga ada persoalan serius, orangtua Ananda mengizinkan anak mereka kembali ke tangan suami.
Siapa sangka, pasca kejadian 2 Februari 2026, nyawa Ananda melayang karena perbuatan Ali.
Adinda ketika dibawa ke rumah sakit masih dalam keadaan bernyawa setelah menerima kekerasan dari Ali.
Tetapi, nyawanya tidak tertolong saat akan dirawat.
Ali lantas bikin pengakuan bahwa istrinya itu jatuh dari motor.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang bikin polisi curiga hingga meminta izin keluarga untuk melakukan autopsi.
Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Imanuel Simamora, menjelaskan bahwa pelaku sempat mengelak bahwa sudah membunuh istri sendiri.
Ia mengaku korban jatuh dari sepeda motor.
Namun, dari hasil pemeriksaan medis dan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi menunjukkan korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul yang menyebabkan patah tulang iga dan robekan organ hati.
AKP Imanuel P Simamora membeberkan penganiayaan berat yang dilakukan pelaku terhadap istrinya di dalam rumah.
Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku membunuh korban dengan cara mencelupkan kepala dan badan wanita muda tersebut berkali-kali ke dalam bak berisi air.
Dalam kondisi korban yang mulai lemas dan tersengal-sengal karena kesulitan bernapas, pelaku justru kembali mendaratkan pukulan bertubi-tubi hingga korban tak lagi bernyawa.
Kekerasan tersebut mengakibatkan luka memar di sekujur tubuh, patah tulang rusuk, hingga robeknya organ hati yang memicu kondisi mati lemas pada korban.
(*/ Tribun-medan.com)