TRIBUNSUMSEL.COM - Menuding klarifikasi adik Denada, Enrico Tambunan hanyalah kebohongan semata, pihak Ressa Rizky Rossano diwakili kuasa hukumnya.
Menanggapi kisruh penelantaran anak yang menyeret nama Denada dan juga mendiang ibunya, Emilia Contessa, Enrico muncul melalui sebuah video di unggahan media sosialnya.
Tindakan pihak Ressa yang seolah menjelek-jelekkan mendiang Emilia yang telah tiada disedalkan oleh Rico.
Dalam pernyataannya, Rico mengklarifikasi sejumlah tuduhan miring yang dialamatkan pada Emilia Contessa.
Termasuk soal gudang yang dikeluhkan pihak Ressa digunakan sebagai kamar untuk Ressa tinggal semasa kecil, saat masih bekerja sebagai sopir Emilia.
Dikatakan Rico, kamar itu bukan gudang melainkan paviliun yang juga dilengkapi dengan televisi, tempat tidur, dan juga kulkas.
Menanggapi pernyataan Rico, kuasa hukum sekaligus kakak ipar Ressa, Ronald Armada naik pitam.
Sembari menunjukkan kamar yang ditinggal Ressa kala itu, Ronald menegaskan apa yang diungkapkan Rico hanyalah bohong.
"Jadi kalau saya ngomong gudang, ini gudang. Nanti netizen yang menilai ya, saya tidak tambahi tidak saya kurangi," ujar Ronald sambil menunjukkan sebuah video kondisi kamar yang ditempati Ressa itu, dikutip dari YouTube Sambel Lalap, Rabu (4/2/2026).
Tampak ruangan kecil dengan sebuah tempat tidur di bawah, juga sebuah kamar mandi saja.
Ruangan itu juga terlihat kurang terurus.
"Yang ada cuma tempat tidur ya, enggak ada televisi, enggak ada kulkasnya itu," imbuh Ronald.
Dia nampak kesal dengan kebohongan Rico.
Apalagi, Rico sendiri yang meminta keluarga Ressa untuk memviralkan kasus sang kakak.
"Makanya Rico, kalau mau you macam-macam sudah keluar, nanti kita buktikan. Bahasa tubuh ini nggak bisa dibohongi. Makanya kalau berbohong begitulah," cecar Ronald.
"Jangan begitulah, kalau memang mbakmu itu salah, katakan salah gitu loh," bebernya.
Ronald menegaskan, munculnya langkah hukum yang kini ditempuhnya bersama Ressa merupakan ide dari Rico, adik Denada.
"Saya tarik ke persoalan hukum ya, salah satu dasar untuk mentrigger saya mengajukan gugatan itu salah satunya statementnya Rico."
"Jadi mama itu (Mama Ratih, ibu angkat Ressa) sempat telepon Rico. Bahwa 'Le ini tante enggak bisa komunikasi sama mbakmu, diblokir. Kok ada masalah begini. Nanti kalau kamu enggak selesaikan, nanti viral'," tutur Ronald menirukan ucapan Ratih pada Rico.
Menjawab itu, Rico disebut justru cuek dengan upaya keluarga Ressa membongkar masa lalu Denada.
"Jawabannya Rico apa, 'Viralkan saja tante, wong itu bukan pejabat kok'," seloroh Ronald.
Sebelumnya, lewat unggahan Instagram-nya, adik Denada itu meminta Om dan tantenya, Dino dan Ratih agar tidak melibatkan mendiang ibundanya dalam permasalahan sang kakak dengan Ressa.
"Mungkin kalau boleh saya pakai bahasa saya kepada Om Dino dan Tante Ratih, aku mohon yang pertama, tolong jangan bawa-bawa nama Mama saya lagi," ujarnya dikutip Selasa (3/2/2026).
Pria yang akrab disapa Rico ini, pun meminta Dino dan Ratih untuk mengingat kembali jasa Emilia Contessa untuk keluarga besar semasa hidupnya.
"Tolong diingat aja jasa-jasanya dia sama keluarga besar, sama semua yang ada dalam keluarga kami," sambungnya.
Menurut adik Denada itu, sangat tidak patut apabila nama ibundanya masih dikait-kaitkan dengan permasalahan sang kakak dengan Ressa.
"Kayaknya sangat menyedihkan kalau mama saya dibawa-bawa dan dijelek-jelekan hanya karena adanya sebuah perseteruan begitu," tuturnya.
Pada awalnya, Enrico Tambunan memilih diam saat kakaknya terlibat konflik dengan Ressa Rosano.
Namun setelah permasalahan Denada dan Ressa viral hingga menjadi konsumsi publik, Enrico pun didesak oleh keluarga besarnya untuk melakukan klarifikasi.
"Saya membuat video ini karena diminta dan didesak oleh keluarga besar kami, keluarga besar Bapak Hasan Ali, paling tidak tiga anak atau menantu beliau berbicara kepada saya secara pribadi, juga cucu-cucu beberapa banyak yang berbicara kepada saya secara pribadi dan minta saya untuk jangan diam saja," akunya.
Terlebih pada akhirnya, nama mendiang ibudanya pun ikut terseret dalam pusaran konflik pelantun tembang Pitik Gemoy ini.
Atas hal itu keluarga besar pun mendesak Enrico untuk memberikan klarifikasi dan meminta agar nama mendiang Emilia tidak dikait-kaitkan dalam permasalahan tersebut.
"Jadi kayaknya kurang fair kalau sekarang karena ada perseteruan lalu mau mendapatkan simpati masyarakat Sehingga nama mama saya yang di dijelek-jelekkan begitu," tukasnya.
Enrico menyesalkan, nama ibunya yang sudah meninggal ikut terbawa dalam polemik penelantaran anak ini.
Apalagi, dalam sejumlah pengakuan pihak Ressa Rizky Rossano, putra Denada, yang dinilai Rico, sapaan akrabnya tidak sesuai dengan fakta.
Rico menyebut, semasa hidup, Emilia tak pernah membeda-bedakan sikap terhadap Ressa dan anggota keluarga lainnya.
Bahkan menurutnya, Ressa menjadi salah satu anak yang dispesialkan oleh mendiang sang ibu.
"Kalau kita berbicara secara jujur gitu, bisa kelihatan sekali kok kalau mama saya itu sangat menyayangi semua anggota keluarga besar kami, termasuk Ressa juga gitu," ungkap Rico, dikutip dari YouTube STAR 7 Channel, Selasa (3/2/2026).
"Jadi dia orang yang selalu memikirkan keluarganya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Enrico turut mengeklaim Ressa juga sering diajak jalan-jalan ke luar negeri.
Emilia juga selalu mengingat namanya sebagai keluarga yang harus diberi buah tangan.
"Kalau misalnya jalan-jalan ke luar negeri, atau ke tempat saya (Australia), Ressa nama yang ada dan beberapa nama lain, itu selalu dikasih. Harus dikasih belanja untuk Ressa. Pokoknya kesayangan-kesayangan Mama," tukas Rico.
Rico menyinggung potret Ressa yang ikut jalan-jalan ke luar negeri.
"Temen-temen kalau mau lihat di media sosial saya juga Ressa itu diajakin jalan-jalan ke luar negeri. Jalan-jalannya juga yang lebih jauh (bukan negara tetangga)."
"Jadi untuk gambaran yang dikatakan kayak Ressa tuh dikecilkan sekali, enggak kok. Mama saya amat sayang kepada Ressa maupun semua generasi muda di keluarga kami," bebernya.
(Tribunnews.com/ Salma/ Gabriella)