Tangisan tersebut sontak mengundang perhatian kerabat dan warga yang sudah lebih dulu berada di lokasi.
Dengan langkah tertatih, Purwanto kemudian berjalan menuju garasi rumah, tempat jenazah putri bungsunya disemayamkan.
Tangisnya kembali pecah saat melihat peti jenazah yang telah tertutup kain.
Setelah emosinya sedikit mereda, Purwanto memberanikan diri membuka peti jenazah untuk melihat sang putri untuk terakhir kalinya.