TRIBUN-BALI.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar melaksanakan penanganan kejadian longsor di kawasan objek wisata Ceking, Desa/Kecamatan Tegallalang pada Rabu (28/1) sekitar pukul 17.15 Wita.
Longsor tersebut dipicu cuaca ekstrem, hujan lebat yang mengguyur wilayah Tegallalang sejak sore hari.
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita menjelaskan, material longsor berupa tanah dan pohon jenis cempaka menimpa kendaraan yang diparkir di depan TIS Cafe.
“Longsoran tanah dengan ketinggian kurang lebih 14 meter kali 10 meter serta pohon cempaka setinggi sekitar 20 meter dengan diameter kurang lebih 60 sentimeter menimpa satu unit mobil Hiace dan lima unit sepeda motor,” jelas Ipda Suardita, Kamis (29/1).
Lebih lanjut disampaikan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil tidak dapat dihindari akibat rusaknya kendaraan yang tertimpa material longsor dan pohon tumbang.
Baca juga: JENAZAH Made Brata Tiba Kamis Malam, Penjemputan Difasilitasi Pemkab Jembrana Sampai Rumah Duka!
Baca juga: TRAGIS, Paus Kerdil Terdampar di Jembrana Akhirnya Mati, Ditemukan Kerusakan di Paru-paru
“Korban jiwa nihil. Untuk kerugian materiil, satu unit mobil Hiace mengalami kerusakan pada bagian cup mobil, serta 5 unit sepeda motor yang masih dalam proses pendataan dan identifikasi,” ujarnya seizin Kapolres Gianyar.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta menjelaskan, kejadian tersebut menyebabkan 4 unit sepeda motor, 1 unit mobil, serta beberapa fasilitas restoran di sekitar lokasi rusak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sedangkan kerugian material ditaksir mencapai Rp 200 juta.
“Dampak kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada 5 unit sepeda motor, 1 unit mobil, serta beberapa fasilitas restoran di sekitar lokasi, dengan taksiran kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta, sementara korban jiwa nihil,” ujarnya.
Kata dia, saat laporan masuk, BPBD Gianyar langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektoral yang terdiri dari TRC BPBD Gianyar, TRC Desa Tegallalang, Polsek Tegallalang, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Tegallalang, serta mendapat dukungan dari TRC Dinas PUPR Provinsi Bali.
Tim mengerahkan berbagai sarana dan prasarana, seperti backhoe loader, truk serba guna, mesin chainsaw, mesin semprot, genset, lampu merkuri, dan peralatan pendukung lainnya.
Dalam proses penanganan, lanjutnya, tim menghadapi beberapa kendala, seperti kondisi tanah yang labil dan rentan pergeseran, sehingga beberapa kali terjadi longsor susulan.
Selain itu, tersumbatnya aliran air irigasi subak turut memperlambat proses pembersihan, serta volume material longsor yang cukup besar menyebabkan pengangkutan harus dilakukan secara bertahap.
Pihaknya mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada saat hujan lebat, menghindari kawasan rawan longsor. Juga segera menghubungi layanan darurat 112 Gianyar apabila menemukan kondisi yang membahayakan.
Hal senada disampaikan Ipda Suardita. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di tengah cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di luar rumah. Hindari parkir kendaraan di bawah pohon besar atau di dekat tebing, mengingat kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi,” ujar Ipda Suardita.
Hujan deras juga mengguyur wilayah Kabupaten Jembrana sejak sore hingga malam hari, Rabu (28/1) malam. Hal tersebut sempat membuat warga khawatir potensi bencana alam.
Terlebih lagi, volume air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) sudah mengalami peningkatan. Peningkatan volume masih dalam batas aman dan hingga Kamis (29/1), BPBD Jembrana belum menerima laporan.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Kamis (29/1) menyebutkan, pihaknya sempat melakukan pengecekan debit air di sejumlah sungai yang ada pascahujan deras yang terjadi beberapa jam tersebut. Terhitung ada lima titik sungai yang dipantau petugas rata-rata menunjukkan peningkatan volume air.
Mulai dari Sungai Kaliakah, Yehembang, Batuagung, Ijogading serta Sungai Bilukpoh. “Sesuai pantauan tim memang airnya naik, namun masih dalam batas aman,” tegasnya.
Meskipun masih dalam kategori aman, seluruh masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
“Apalagi sebelumnya sudah terjadi dampak cuaca ekstrem seperti banjir, angin puting beliung, dan gelombang tinggi,” tandasnya. (weg/mpa)