TRIBUNSUMSEL.COM -- Ungkapan duka terus mengalir dari berbagai kalangan atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah.
Salah satunya datang dari Raffi Ahmad yang mengunggah foto kebersamaannya bersama Lula Lahfah melalui akun Instagram pribadinya @raffinagita1717, Sabtu (24/1/2026).
Tak hanya itu, suami Nagita Slavina ini juga membeberkan kesaksiannya tentang bagaimana sosok Lula begitu baik terhadap semua orang semasa hidupnya.
Di mata Raffi, Lula Lahfah bukan sekadar rekan kerja biasa, melainkan pribadi yang memiliki karakter sangat positif dan menyenangkan bagi orang-orang di sekitarnya.
"Turut berduka cita atas kepergian @lulalahfah."
"Lula ... kamu orang baik ... Baik sekali ... Kepergiannya meninggalkan banyak rasa kehilangan. Saya mengenal Lula sebagai pribadi yang tulus dan hangat. Sosok yang sederhana, namun kehadirannya selalu meninggalkan kesan baik bagi banyak orang," ucap Raffi melansir dari Tribunnews.com.
Tak hanya mengirimkan doa melalui media sosial, pemilik nama lengkap Raffi Farid Ahmad ini juga menyempatkan diri untuk datang langsung melayat.
Ia menceritakan bagaimana situasi di rumah duka yang dipenuhi dengan nuansa kesedihan yang mendalam saat dirinya hadir di sana.
"Semalam, saat saya melayat langsung, suasana duka itu begitu terasa. Ada kesedihan yang hening, doa-doa yang mengalir pelan, dan rasa kehilangan yang nyata di hati," kata Raffi.
Lula Lahfah pernah mengungkap kronologi dirinya mengalami Infeksi Salurah Kemih (ISK) yang membuatnya dirawat di rumah sakit awal tahun 2026 lalu.
Sebelum meninggal dunia, Lula Lahfah sempat dirawat selama satu minggu dengan sejumlah diagnosis penyakit.
"Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, gerd," ujarnya menjawab pertanyaan penggemar melalui platform TikToknya.
Lula juga menjawab kronologi sakit ISK yang dideritanya saat itu.
"Awalnya meriang dan sebadan-badan ngilu, sendi-sendi ngilu, dipegang aja ngilu, terus demam tinggi," tandasnya lewat Instagram Storynya yang kini beredar di media sosial, dikutip Minggu (25/1/2026).
Setelah itu, pacar Reza Arap ini mengeklaim perutnya kram sampai napasnya pun sakit.
"Terus perut aku kram banget, napas aja sakit," tukasnya.
Ia menyebut, sumber sakit itu dari bakteri di urine-nya.
"Terus pas ditelusuri bakterinya dari urine. Jadi aku ISK," tambah perempuan 26 tahun tersebut.
Lula tak memungkiri, ia memiliki riwayat ISK lantaran sering menahan kencing.
Dia juga jarang minum.
"Aku emang punya riwayat ISK karena dulu suka nahan buang air kecil. Nah, aku bingung, aku gak ada gejala anyang2an sama sekali kok bisa ISK, ternyata karena aku kurang minum air putih makanya jadinya perut kram," lanjutnya.
Sahabat Dara Arafah ini menyebut sering sekali dirinya lupa untuk minum.
"Aku tuh entah kenapa emang selalu lupa untuk minum, abis makan me yang seret aja aku bisa gak minum. B aja gitu," selorohnya.
Malahan, Lula takut jika minum banyak akan membuatnya sering ke toilet.
"Ditambah karena aku pernah ISK, aku takut kalo minum air banyak-banyak karena takut pengen pipis di saat yang tidak tepat. Contoh lagi di jalan macet tiba-tiba kebelet tuh, duh aku anti banget. Tapi ternyata malah bikin ISK juga karena minum WKWK," imbuh anak pertama dari dua bersaudara itu.
Saat itu, Lula juga menguraikan kondisi tubuhnya.
"Sekarang udah nggak demam, tapi sampe detik ini perut keramku belum hilang. Masih sakit banget jadinya tadi di-CT scan. Semoga aja hasilnya aman-aman aja yaa. Aamiin," harap Lula menutup ceritanya.
Sebelumnya, dalam momen pemakaman Lula Lahfah sang kekasih, hanya beberapa detik Reza Arap bisa menahan air mata tak jatuh di pipinya.
Saat ada di depan pusara Lula, hal itu terjadi.
Ia jongkok sambil mengusap nisan Lula Lahfah dan melemparkan senyum kecil.
Tangannya tampak memegangi taburan bunga yang ada di atas makam Lula Lahfah, taburan dari sahabat-sahabatnya.
Sebelum akhirnya beranjak dan mencium nisan Lula terlebih dahulu, Reza Arap sempat mengucapkan beberapa kata di depan makam Lula.
"I dont wanna cry," kata Reza Arap dengan suara lirih di TPU Rawa Terate, Cakung Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026).
Ia pun beranjak pergi, tujuannya parkiran mobil dimana para sahabatnya sudah ada di sana berkumpul menunggu Arap.
Tak butuh waktu lama, salah satu member Weird Genius itu pun langsung memeluk sahabatnya.
Tak setegar beberapa detik sebelumnya, kali ini Arap menumpahkan semua kesedihannya di hadapan para sahabatnya.
Menunduk, memeluk, bahkan sampai bersimpuh, itu yang dilakukan Arap untuk melepaskan kesedihannya usai pemakaman Lula Lahfah.
Sadar awak media datang, sahabat-sahabat Reza Arap kompak melindungi dan menutupi Arap dengan badan serta payung.
Arap dibiarkan menumpahkan kesedihan di parkiran, selama beberapa menit.
Tangis histerisnya menembus benteng rekan-rekannya hingga cukup terdengar jelas.
"Jawab gue, kenapa semua orang ninggalin gue. Kenapa?" teriak Reza Arap.
Arap ingin meluapkan semua emosi seolah tak peduli jika memang apa yang dilakukannya kini akan jadi bahan hujatan netizen.
"Gue nggak peduli," tambah Reza.
Reza Arap sebelumnya tampak sangat tegar, menemani ibunda Lula Lahfah selama proses pemakaman.
Sekedar informasi selebgram dan penyanyi Lula Lahfah dikonfirmasi telah meninggal dunia pada hari Jumat, 23 Januari 2026.
Ia ditemukan tidak bernyawa di kamar apartemennya di Apartemen Essence Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, oleh petugas keamanan pada pukul 18.44 WIB.
Sebelum meninggal dunia, Lula sempat jalani perawatan di rumah sakit karena beberapa penyakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan, sosok yang pertama kali menemukan Lula adalah sekuriti apartemen usai asisten rumah tangga (ART) khawatir karena tak membuka pintu.
“Korban ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 18.44 WIB pada Jumat, 23 Januari 2026,” kata Budi saat dikonfirmasi, Jumat. Satreskrim Polres Jakarta Selatan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pihak kepolisian juga belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Lula.
“Harus dilakukan autopsi kalau untuk memastikan (penyebab kematiannya),” ujar Budi.
Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menuturkan Lula ditemukan di atas tempat tidurnya.
"Korban ditemukan dalam posisi telentang di kasur berselimut putih," ujar dalam keterangannya dilansir dari Kompas.com, Sabtu (24/1/2026).
Saat itu, Asiah sang ART merasa curiga karena Lula tidak memberikan respon sejak berada di dalam kamar.
Karena khawatir, Asiah pun meminta bantuan pihak manajemen apartemen untuk membantu membuka pintu kamar tersebut.
Saat pintu kamar Lula dibuka, Asiah bersama dengan empat orang dari manajemen apartemen menemukan kondisi Lula sudah dalam posisi telentang.
Lalu pada bagian mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan saat cek denyut nadi, detak jantung udah tidak ada.
"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, tetapi ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," kata Murodih.
Sekitar pukul 20.20 WIB, tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, guna dilakukan visum.
"Untuk penyebab kematian masih kami selidiki. Kami menunggu hasil visum dari rumah sakit,” ucap dia.
(*)