Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Universitas Sriwijaya (Unsri) akan menerima sebanyak 9.585 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026 melalui tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.
Wakil Rektor I Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr, mengatakan kuota tersebut terdiri atas 2.312 mahasiswa melalui SNBP, 3.501 melalui SNBT, dan 3.772 melalui Seleksi Mandiri.
“Kuota tahun 2026 ini 9.585 atau naik 4,7 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 9.154 mahasiswa,” kata Prof. Rujito saat diwawancarai Tribunsumsel.com di Gedung KPA Unsri Bukit, Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan, penambahan kuota dilakukan seiring dengan peningkatan fasilitas kampus serta jumlah dosen yang turut bertambah. Selain itu, pada tahun sebelumnya terdapat sekitar 4,7 persen mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang.
Menurut Rujito, sistem penerimaan mahasiswa baru Unsri pada prinsipnya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni melalui empat jalur yaitu SNBP (prestasi rapor), SNBT (UTBK), ADIK (Afirmasi Pendidikan Tinggi), dan Seleksi Mandiri (SM Unsri).
Namun, jalur ADIK dikhususkan bagi siswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Papua, serta anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Karena itu, jalur penerimaan lebih dikenal dengan tiga jalur utama: SNBP, SNBT, dan Mandiri.
Unsri juga membuka Seleksi Mandiri Konsorsium BKS-PTN Barat 2026. Pada tahun 2025, seleksi ini diikuti oleh 28 perguruan tinggi negeri favorit di wilayah barat Indonesia. Untuk tahun 2026, jumlah PTN peserta masih dalam proses finalisasi.
“Pesan kami kepada calon mahasiswa, perhatikan dengan baik jadwal pendaftaran. Jika sudah melewati batas waktu, kami tidak bisa membantu. Untuk registrasi pendaftaran melalui portal SNPMB https://portal.snpmb.id," katanya
Ia juga mengingatkan agar seluruh calon mahasiswa menyampaikan dokumen sesuai data yang sebenarnya dan tidak melakukan kecurangan. Unsri, lanjutnya, juga memberi perhatian khusus kepada calon mahasiswa dari daerah pelosok.
Seluruh tahapan seleksi dibuka dan ditutup setiap hari pada pukul 15.00 WIB. Calon peserta diimbau mencermati jadwal dan ketentuan agar tidak kehilangan kesempatan masuk perguruan tinggi negeri tahun 2026.
“Sementara untuk seleksi mandiri biasanya dilaksanakan pada Juni atau Juli. Untuk UKT sama seperti tahun-tahun sebelumnya tidak ada kenaikan, mulai dari Rp 500 ribu. Sedangkan untuk fakultas favorit di FKIP,” kata Rujito.
Baca juga: Rektor Unsri Bantah Isu Pemerasan Mahasiswi PPDS, Korban Perundungan Dapat Pendampingan Psikolog
Baca juga: Sikap Tegas Unsri ke Pelaku Perundungan dan Pemerasan Mahasiswi PPDS, Diberi SP2 dan Wisuda Ditunda
Universitas Sriwijaya (Unsri) menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), tetapi tidak melakukan daftar ulang.
Peserta yang mengabaikan kewajiban tersebut terancam diblokir selama tiga tahun dan tidak bisa lagi mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun Seleksi Mandiri.
Rujito Agus Suwignyo mengatakan kebijakan ini diterapkan berdasarkan peraturan resmi seleksi nasional masuk perguruan tinggi di Indonesia.
"Peserta yang sudah dinyatakan lulus tetapi tidak daftar ulang, maka tidak bisa ikut lagi UTBK SNBT maupun Seleksi Mandiri. Mereka akan diblokir selama tiga tahun dan hanya bisa mendaftar ke perguruan tinggi swasta,” katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut harus menjadi perhatian serius bagi calon mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh melalui seleksi nasional.
Selain sanksi bagi peserta, Unsri juga akan melakukan evaluasi terhadap sekolah asal. Sekolah yang siswanya lulus tetapi tidak melakukan daftar ulang akan dipertimbangkan ulang dalam pemberian kuota pada tahun berikutnya.
“Kalau banyak siswa dari satu sekolah yang lulus tapi tidak daftar ulang, bisa saja kami beri pinalti. Sayang kursi sudah diberikan, tapi akhirnya tidak dimanfaatkan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Unsri juga menegaskan akan menindak tegas segala bentuk kecurangan dalam proses seleksi. Jika ditemukan manipulasi nilai atau pelanggaran lain, maka kelulusan peserta dapat dibatalkan.
Ia berharap seluruh calon mahasiswa yang dinyatakan lulus benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melakukan daftar ulang sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pesan kami kepada calon mahasiswa, perhatikan dengan baik jadwal pendaftaran. Jika sudah melewati batas waktu, kami tidak bisa membantu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh calon mahasiswa menyampaikan dokumen sesuai data yang sebenarnya dan tidak melakukan kecurangan. Unsri, lanjutnya, juga memberi perhatian khusus kepada calon mahasiswa dari daerah pelosok.
Berikut Jadwal SNBP 2026
Registrasi akun SNPMB sekolah : 5–26 Januari 2026
Pengisian PDSS oleh sekolah : 5 Januari–2 Februari 2026
Registrasi akun SNPMB siswa : 12 Januari–18 Februari 2026
Pendaftaran SNBP : 3–18 Februari 2026
Pengumuman hasil SNBP : 31 Maret 2026
Jadwal UTBK–SNBT 2026
Registrasi akun SNPMB siswa : 12 Januari–7 April 2026
Pendaftaran UTBK–SNBT : 25 Maret–7 April 2026
Pembayaran biaya UTBK : 25 Maret–8 April 2026
Pelaksanaan UTBK : 21–30 April 2026
Pengumuman hasil SNBT : 25 Mei 2026
Unduh sertifikat UTBK : 2 Juni–31 Juli 2026
Seluruh tahapan seleksi dibuka dan ditutup setiap hari pada pukul 15.00 WIB. Calon peserta diimbau mencermati jadwal dan ketentuan agar tidak kehilangan kesempatan masuk perguruan tinggi negeri tahun 2026.
“Sementara untuk seleksi mandiri biasanya dilaksanakan pada Juni atau Juli,” kata Rujito.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsaap Tribunsumsel.com